Tak Ada PHK, Karyawan di Kudus Terima 50% Gaji

Disnaker Perinkop dan UKM Kudus mengatakan perusahaan di Kudus tidak ada yang melakukan PHK dan mendapatkan gaji 50 persen.

 Karyawan dari salah satu perusahaan rokok di Kudus (ppisetda.jatengprov.go.id)

SOLOPOS.COM - Karyawan dari salah satu perusahaan rokok di Kudus (ppisetda.jatengprov.go.id)

Solopos.com, KUDUS – Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, sejauh ini tidak ada perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya.

Melansir melalui Murianews.com, Senin (26/7/2021), para pekerja dikenai sistem sif dan masih mendapat gaji 50 persen.

“Untuk karyawan perusahaan di Kudus tidak ada yang di PHK sama sekali. Yang ada itu sistem menunggu [giliran sif] di rumah dan itu masih mendapatkan gaji 50 persen dari UMK [upah minimum kabupaten],” katanya.

Baca Juga : Kudus PPKM Level 4, Pemkab Lanjutkan Penyekatan Jalan

Rini juga mengemukakan tidak ada tunggakan gaji yang dilakukan perusahaan di Kudus. “Jadi ada uang tunggu bagi karyawan. Uang tunggu itu dibicarakan oleh perusahaan kepada karyawan yang besarannya disesuaikan oleh serikat pekerja,” ujarnya.

Ketua Persatuan Cabang Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Subaan Abdul Rohman, mengatakan selama PPKM, banyak perusahaan di Kudus yang memberlakukan sistem kerja sif. Sebanyak 70 persen karyawan masuk kerja, 30 persen menunggu giliran di rumah.

“Kalau biasanya itu karyawan yang tidak bekerja kan tidak digaji. Kali ini, perkerja yang menunggu giliran sif di rumah itu tetap mendapatkan kompensasi. Untuk nominalnya, kesepakatan dari perusahaan dan pekerja melalui serikat pekerja,” ujar Subaan.

Baca Juga : Kapolres dan Dandim Kudus Malah Borong Dagangan dan Bagikan Sembako

Subaan mengungkapkan, besaran nominal pekerja yang menunggu di rumah itu 50 persen dari upah minimum kabupaten (UMK) Kudus yang dibayarkan perhari, yakni Rp38.500 per hari. “Uang tunggu yang diberikan nominalnya sekitar Rp 38.500 per hari untuk tiap-tiap pekerja,” katanya.

Subaan menjelaskan, sistem bergilir masuk kerja tersebut sesuai anjuran dari pemerintah. Hal itu sebagai bentuk pencegahan terjadinya klaster Covid-19 di lingkungan perusahaan.

Pihaknya pun berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga sistem kerja di perusahaan dapat normal Kembali, dan pekerja dapat bekerja secara penuh tanpa harus terkena sistem kerja bergilir. “Supaya pekerja dapat gajinya itu utuh,” imbuhnya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Rentetan Gempa Terjadi di Salatiga-Ambarawa, Ini Pesan Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta masyarakat tidak panik terhadap peristiwa rentetan gempa di Salatiga, dan Kabupaten Semarang, khususnya Ambarawa.

Pengurus Baru IPHI Sidorejo Salatiga Dilantik, Ini Ketuanya

Setelah tertunda setahun akibat pandemi Covid-19, pengurus baru IPHI Sidorejo, Kota Salatiga, dilantik.

Beredar Video Tol Batang-Semarang Akan Ditutup Total, Ini Faktanya

PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) memberikan klarifikasi terkait beredar video yang menyebutkan Tol Batang-Semarang akan ditutup pada 25 Oktober hingga 4 November.

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.

Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang

Kecelakaan melibatkan truk kontainer dengan empat mobil terjadi di Tol Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Petani Di Grobogan Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Sawah

Warijo, 56, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya.

109 Objek Wisata Banyumas Buka Lagi, Pemerintah Wajibkan Ini

Sebanyak 109 objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai buka kembali di tengah PPKM level dua, tetapi wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

Tak Hanya di Salatiga, Gempa Juga Guncang Semarang & Temanggung

Gempa bumi di daratan atau gempa darat tidak hanya terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tapi juga di wilayah Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Waduh! Solar Kian Langka, Nelayan di Rembang Enggan Melaut

Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) harus menghentikan aktivitas melaut menyusul solar langka.

Menikmati Night View Purwokerto dari Puncak Agaran, Syahdu...

Bukit Agaran ini berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanten, atau sekitar 15 km dari Purwokerto menuju arah utara.

Jangan Panik! Rentetan Gempa Salatiga Tak Berpengaruh ke Merapi

BPPTKG menyebutkan rentetan 15 kali gempa bumi yang terjadi di Salatiga dan Ambarawa tak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Rentetan 15 Kali Gempa Terjadi di Salatiga & Ambarawa, Ini Kata BMKG

Sejak Sabtu (23/10/2021) dini hari hingga siang pukul 14.00 WIB, rentetan 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Ambarawa.

Salatiga & Ambarawa Diguncang Gempa, Netizen: Setiap 15 Menit Gempa

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya membuat warganet panik.

Salatiga-Ambarawa Diguncang Gempa, BMKG: Dangkal, Warga Tak Perlu Panik

BKMG menyebut gempa yang terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Merapi-Merbabu.