Tak Ada Pasien Meninggal Dunia, Begini Strategi "Perang" Vietnam Lawan Corona

Strategi Vietnam melawan virus Corona baru penyebab Covid-19 tampaknya membuahkan hasil dengan minimnya kasus dan nihilnya angka kematian.

 Ilustrasi virus corona (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona (freepik)

Solopos.com, SOLO— Strategi Vietnam melawan virus Corona baru penyebab Covid-19 tampaknya membuahkan hasil dengan minimnya kasus dan nihilnya angka kematian.

Menurut worldometers, hingga Senin (20/4/2020) jumlah total kasus di negara ini hanya 268 kasus. Dari jumlah itu pasien yang sembuh mencapai 202 orang, kasus yang masih aktif 66 orang, 8 orang dalam kondisi serius dan tidak ada pasien yang meninggal.

Belum lama ini Otoritas Vietnam juga melaporkan tak ada korban jiwa akibat Covid-19 dan penerbangan pesawat domestik segera dibuka.

Penanganan Covid-19 di Vietnam memang mendapat pujian dari berbagai negara. Vietnam yang berbatasan dengan China yang sempat menjadi pusat persebaran Covid-19 dianggap mampu menekan laju persebaran virus tersebut.

Sejak pandemi Covid-19 mulai menyebar, Pemerintah Vietnam telah menyatakan "perang" melawan Covid-19. Kebijakan-kebijakan untuk mencegah persebaran pun dilakukan di Vietnam.

"Memerangi epidemi ini, berarti memerangi musuh," kata PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc dalam pertemuan Partai Komunis sebelum pandemi itu menyerang Vietnam.

Berikut strategi Vietnam mengatasi Covid-19 yang mungkin bisa ditiru negara-negara lain, seperti dilansir dari berbagai sumber.

Fenomena Cacing Keluar Di Soloraya Bukan Disebabkan Disinfektan, Begini Penjelasan Pakar UNS Solo

Pelacakan Sungguh-Sungguh

Salah satu kebijakan yang dilakukan untuk melakukan perlawanan terhadap Covid-19 adalah kebijakan karantina yang ketat, dan melakukan penelusuran lengkap semua orang yang kontak dengan pasien Covid-19 tersebut.

Langkah-langkah ini dilaksanakan jauh lebih awal dari China, di mana penguncian seluruh kota digunakan sebagai upaya terakhir untuk menjaga agar virus tidak menyebar lebih jauh.

Sebagai contoh, pada tanggal 12 Februari, Vietnam menempatkan seluruh kota di dekat Hanoi di bawah karantina selama tiga minggu. Kala itu, hanya ada 10 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh Vietnam. Pihak berwenang juga secara luas dan cermat mendokumentasikan siapa saja yang berpotensi melakukan kontak dengan virus.

Vietnam juga sangat bersungguh-sungguh melakukan pencegahan dengan masif menggelar tes hingga 200.000 lebih tes per data Senin  (20/4/2020).

Vietnam juga melacak kontak tingkat kedua, ketiga dan keempat dengan orang yang terinfeksi. Semua orang ini kemudian ditempatkan di bawah level pergerakan dan pembatasan kontak yang ketat secara berurutan.

Karantina Ketat

Dan sejak awal, siapa pun yang tiba di Vietnam dari daerah berisiko tinggi akan dikarantina selama 14 hari. Semua sekolah dan universitas juga telah ditutup sejak awal Februari.

Pada akhir Maret, PM Phuc juga telah memerintahkan isolasi selama 15 hari untuk seluruh wilayah Vietnam. Warga harus tinggal di rumah dan hanya boleh keluar untuk kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan.

Warga juga dilarang berkumpul lebih dari dua orang. Setiap orang wajib menjaga jarak setidaknya 2 meter.

Semua orang di Vietnam diharuskan memakai masker di tempat umum seperti supermarket, stasiun bus, bandara, dan kendaraan angkutan umum.

Berstatus PDP Corona, Tenaga Kesehatan Pertama Di Soloraya Asal Grogol Sukoharjo Meninggal

Larangan Penerbangan

Vietnam telah melarang penerbangan domestik sejak 30 Maret 2020 kecuali untuk rute dari Hanoi ke Kota Ho Chi Minh, dan dari Hanoi / Kota Ho Chi Minh ke Da Nang dan Phu Quoc. Rute-rute ini akan dipertahankan dengan frekuensi maksimum satu perjalanan pulang pergi per hari untuk setiap maskapai.

Vietnam juga melarang penerbangan dari luar negeri. Visa untuk para pelancong juga dihentikan. Aturan itu mengikuti larangan penerbangan yang jauh sebelumnya telah diterapkan, seperti larangan penerbangan dari China dan sejumlah negara.

Pengawasan Ketat

Alih-alih bergantung pada obat-obatan dan teknologi untuk mencegah wabah Covid-19, aparat keamanan negara Vietnam yang sudah kuat telah menerapkan sistem pengawasan publik yang luas. Pengawasan itu dibantu oleh militer.

Pejabat keamanan atau mata-mata Partai Komunis dapat ditemukan di setiap jalan dan persimpangan di setiap lingkungan dan di setiap desa. Militer juga mengerahkan tentara dan material dalam perang melawan Covid-19.

Retorika Perang

Strategi yang juga dipakai Vietnam adalah menerapkan semacam retorika perang dalam perangnya melawan Covid-19. PM Phuc mengataka "Setiap bisnis, setiap warga negara, setiap area perumahan harus menjadi benteng untuk mencegah epidemi."

Pernyataan itu pun menyentuh banyak orang Vietnam yang bangga dengan kemampuan mereka untuk berdiri bersama dalam krisis dan menanggung kesulitan.

Media yang dikontrol pemerintah juga telah meluncurkan kampanye informasi besar-besaran. Kementerian Kesehatan bahkan mensponsori sebuah lagu di Youtube tentang mencuci tangan yang benar yang telah menyebar.

Mengikuti Aturan

Meskipun tidak ada penelitian untuk membuktikannya, suasana di media sosial dan percakapan dengan orang Vietnam menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat setuju dengan langkah pemerintah. Warga Vietnam pun mematuhi kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintahnya.

Mereka bangga bahwa Vietnam cukup baik dalam menghadapi krisis. Pejuang koronavirus paling populer di negara itu, wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam, telah dirayakan di Facebook sebagai "pahlawan nasional."

Ancaman Denda dan Pidana Bagi Pelanggar

Dilansir kantor berita pemerintah Vietnam News Agency (VNA), siapapun yang melanggar aturan pencegahan Covid-19 akan menghadapi denda berat atau bahkan pidana.

Misalnya saja, bagi warga yang tak mengenakan masker. Mereka didenda maksimal 300.000 dong atau Rp200.000.

Kemudian bagi mereka yang melanggar protokol karantina, akan didenda 10 juta dong atau Rp 7 juta dan akan diadili secara pidana. Tempat makan yang tidak mengikuti perintah penutupan juga didenda maksimal 20 juta dong atau Rp14 juta.


Berita Terkait

Berita Terkini

Teks atau Isi Sumpah Pemuda dan Sejarahnya 28 Oktober 1928

Berikut ini terdapat isi atau teks Sumpah Pemuda beserta sejarah singkatnya pada 28 Oktober 1928.

Aplikasi Signal Milik Korlantas Hilang dari Playstore, Ini Sebabnya

hilangnya aplikasi Signal dari Playstore bukan karena adanya sabotase pihak tertentu tetapi dimatikan sementara oleh Google.

Disebut Liburan Pakai Fasilitas Kantor, Ini Tanggapan Dirut Garuda

Dirut Garuda Indonesia enggan menanggapi isu yang dilontarkan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) yang menyebut dirinya berlibur menggunakan fasilitas kantor.

3 Bulan Rintis Bisnis, Mahasiswa Malah Terjerat Pinjol Ilegal Rp19 Juta

Untuk menutupi utang dari pinjol ilegal itu ia meminjam di tempat pinjol lainnya hingga mencapai 14 aplikasi dengan total pinjaman mencapai Rp19 juta.

Hore! BLT Subsidi Gaji Cair Lagi, Cek di Sini Siapa Tahu Namamu Masuk

BSU atau BLT subsidi gaji upah kembali cair untuk 1,7 juta penerima. Untuk mengeceknya kamu bisa melihatnya di sini!

Polisi Tembak Polisi: "Kamu Sudah Sering Saya Ingatkan!" Doooor...

Sebelum akhirnya menembak HT menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara, pelaku dikatakan Hari, sempat menyampaikan sebuah kalimat yang berisi peringatan.

Jawa Tengah Siapkan Skenario Mencegah Gelombang Ketiga Covid-19

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sekarang sedang memperhitungkan secara saksama agar ancaman gelombang ketiga itu tidak terjadi.

Buntut Dana Kompensasi Sampah Tak Cair, Warga Buang Sampah di Kecamatan

Warga Kelurahan Cilowong menolak sampah dari Tangsel dibuang ke TPA Cilowong dan mengarahkan ke halaman kantor kelurahan dan kecamatan buntut dana kompensasi tak cair.

Ada Radikalisasi Pergerakan Perempuan di Balik Nama Besar Tan Malaka

Yang jarang didiskusikan adalah peran penting Tan Malaka melalui Persatuan Perjuangan memengaruhi organisasi pergerakan perempuan di Indonesia menjadi lebih berani dan lebih radikal.

Pelaku Eksibisionis di Kawasan Sudirman Terinspirasi dari Temannya

Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap motif kasus tindakan asusila eksibisionis di kawasan Stasiun Sudirman Jakarta yang dilakukan, WYS, 23, karena melihat temannya.

UNS Canangkan FMIPA Jadi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Sebagai simbol pembangunan pencanangan zona integritas, Dekan FMIPA UNS menyerahkan dokumen pakta integritas yang telah ditandatangani kepada Rektor UNS.

Kasus Polisi Tembak Polisi di Lombok, Polda NTB: Pembunuhan Berencana

Polda NTB menemukan unsur pembunuhan berencana pada kasus Brigadir Polisi Kepala MN, 38, menembak rekan kerjanya Brigadir Polisi Satu HT di Kabupaten Lombok Timur, Senin (25/10/2021).

Menko PMK: Tidak Ada Libur Cuti Bersama, Tidak Ada Cuti, Tidak Pulkam

Menteri Koordinator Bidang PMK, Muhadjir Effendy, melarang warga pulang kampung pada libur Nataru, memangkas cuti bersama, dan melarang ASN cuti.

Curang! 225 Peserta SKD CPNS di 9 Lokasi Ini Didiskualifikasi

Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo, akan mendiskualifikasi 225 peserta yang terlibat kecurangan SKD CPNS di 9 lokasi seleksi.

Bagi Kaum Muda ”Istimewa” Pandemi adalah Peluang

Kaum muda yang mampu mengambil keuntungan dari yang terjadi atau mendapatkan pijakan dalam pemulihan ekonomi cenderung yang berpendidikan, mereka mudah beradaptasi dalam pekerjaan bersistem jarak jauh.