Tak Ada Korban, Gedung OJK Jateng-DIY Roboh saat Direnovasi
Bagian depan gedung OJK Jateng-DIY di Jl. Kyai Saleh, Semarang, yang roboh, Selasa (28/7/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG – Bangunan bagian depan gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng-DIY di Kyai Saleh, Kota Semarang, roboh, Selasa (28/7/2020) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Pihak OJK Regional 3 Jateng-DIY mengaku bangunan bersejarah itu roboh sebenarnya sudah diprediksi sejak awal. Hal itu dikarenakan sebelum ambruk sudah terlihat tanda-tanda kerusakan, seperti tiang penyangga bangunan retak. Kerusakan itu pun membuat OJK merenovasi bangunan peninggalan Oei Tiong Ham tersebut.

Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY, Aman Santosa, mengatakan bangunan bersejarah itu roboh saat proses renovasi. Sehingga, saat roboh kondisi bangunan itu tengah kosong atau tidak ada aktivitas pegawai di lokasi tersebut.

Update Covid-19 Grobogan: Tambah 16 Kasus, 6 Pasien Merupakan ASN

“Proses renovasi berjalan sejak Sabtu [25/7/2020]. Jadi, sejak Senin [27/7/2020] kemarin tidak ada yang bekerja di bangunan itu karena sudah dipindahkan ke bangunan yang lain,” ujar Aman.

Aman menambahkan proses renovasi bekas istana Oei Tiong Ham itu sebenarnya sudah direncanakan sejak awal. Namun, proses renovasi itu terkendala perizinan gedung yang merupakan bangunan cagar budaya (BCB).

“Kan itu merupakan BCB, jadi untuk memperbaiki harus seizin otoritas terkait [Badan Pelestarian Cagar Budaya]. Begitu dapat izin, langsung kami lakukan renovasi. Sabtu kemarin kita mulai renovasinya,” imbuhnya.

Terdengar seperti Guntur, Gedung Kantor OJK Jateng-DIY di Semarang Roboh

Aman menambahkan selama proses renovasi, pelayanan maupun aktivitas operasional pengawai OJK Regional 3 Jateng-DIY tetap berjalan seperti biasa. “Jadi gedung tersebut memang sedang direnovasi, sehingga sebelum [ambruk] gedung itu sudah dikosongkan,” jelasnya.

Aman menambahkan renovasi di gedung itu sebenarnya sudah dilakukan beberapa kali. Renovasi dilakukan karena bangunan tersebut sudah cukup tua.

 

Istana Gergaji

Bangunan yang saat ini menjadi Kantor OJK Regional 3 Jateng-DIY itu dulunya peninggalan Oei Tiong Ham. Ia disebut sebagai konglomerat pertama di Asia Tenggara yang berjaya pada masa Hindia Belanda atau awal abad ke-20.

Penjelasan BMKG Semarang Terkait Embun Upas di Dieng

Oei Tiong Ham yang juga dikenal sebagai Raja Gula Asia memulai usaha setelah mewarisi perusahaan milik ayahnya, Oei Tjie Sien. Semula ia memiliki kekayaan sekitar 17,5 juta gulden. Namun, lama kelamaan hartanya mencapai 200 juta gulden dan membuatnya menjadi orang terkaya di Hindia Belanda.

Ia kemudian mendirikan bangunan megah bak istana di kawasan Gergaji, Kota Semarang. Warga sekitar menyebut bangunan itu sebagai Istana Balekambang atau Istana Gergaji.

Pada awalnya, luas Istana Gergaji mencapai 81 hektare atau 810.000 meter persegi. Namun, kini luasnya tinggal sekitar 8.000 meter persegi karena sisanya sudah digunakan sebagai area perkantoran yang terletak di Jl. Pahlawan Semarang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom