Tak Ada Job, Pekerja EO di Solo Banting Setir Jualan Buah Online
Karyawan mengemas buah .di lantai II Pasar Gede, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (28/6/2020). Layanan bakulbuah.id memberdayakan pekerja EO saat pandemi Covid-19. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor usaha, termasuk para pekerja EO (event organizer). Demi tetap mendapat pemasukan, tiga pekerja EO di Solo banting setir dengan berjualan buah secara online.

Biasanya sibuk di balik layar pertunjukan seni atau pertemuan, kini Jamila, 21, bersama Okta, Toro, Rika, lebih banyak beraktivitas di pasar. Pada Minggu (28/6/2020) pukul 10.00 WIB mereka tampak menunggu pesanan buah atau sayur dari pelanggan di lantai II Pasar Gede, Solo.

Sekitar 10 menit berselang, satu pelanggan dari Kelurahan Nusukan memesan buah melalui aplikasi perpesanan. Bergegas mereka berbagi tugas. Jamila dan Rika membuat nota dan melakukan pembukuan.

Jengkel Kinerja Para Menteri, Jokowi Ancam Resuffle Kabinet

Toro mengemas buah lalu memasukkan buah pada boks. Sedangkan, Okta mengantar pesanan ke rumah pelanggan.

Hampir tiga bulan ini mereka menyediakan layanan pembelian buah dan sayur secara daring. Para pekerja EO yang tergabung dalam bakulbuah.id itu melayani pembelian buah warga Soloraya. Pemesanan dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

Jamila, Okta, Toro, dan Rika merupakan pekerja perusahaan EO. Mereka bergabung dengan bakulbuah.id karena tidak mendapatkan pekerjaan dari EO akibat pandemi Covid-19.

Pengemis Asal Ngrampal Sragen Digaruk Satpol PP, Penghasilannya Rp250.000/Hari

Penghasilan Jualan Buah/Sayur Online Tak Jauh Beda

“Sempat sepi job karena pembatalan acara. Untuk sementara diminta bekerja di sini. Alhamdulilah penghasilan sama saja,” katanya Jamila kepada Solopos.com.

Hal yang sama dialami, Toro, 51 yang bertahun-tahun menghandel berbagai acara harus mengelola buah dan sayuran di Pasar Gede. Sejumlah pelonggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum mampu menggerakkan roda bisnis usaha EO Kota Solo.

“Semua event berhenti. Daripada menganggur, kami mencoba bakul buah untuk sementara waktu. Sekarang ini yang berjalan baru event virtual,” papar pekerja EO itu.

Perusahaan Kosmetik Hapus Kata “Mencerahkan” di Produknya, Ada Loreal dan Unilever

Pemilik Bakulbuah.id, Antok Boni Trisnanto, menjelaskan memilih usaha tersebut untuk bertahan kala pandemi Covid-19 karena memiliki jaringan pedagang buah Pasar Gede.

Selain memberdayakan pekerja EO, ia ingin membantu para pedagang Pasar Gede yang mengalami penurunan omzet akibat pandemi Covid-19.

“Kami membantu dengan sistem pengiriman online. Ada pesanan, kami mengambil buah atau sayur dari pedagang untuk diantarkan ke rumah pelanggan. Kami membantu pedagang pasar untuk tetap berjualan. Kondisi pasar sepi, orang takut ke pasar,” jelas dia.

Kisah Sunarso, Peserta Ijtima Gowa Asal Sragen yang Terakhir Sembuh dari Covid-19

Bakulbuah.id memberdayakan 10 pekerja EO yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 dengan sistem kerja secara sif. Mereka menyediakan layanan gratis ongkos kirim untuk jangkauan 10 kilometer dari Pasar Gede.

Buah dan sayur dijual dengan kemasan 100 gram hingga 1.050 gram. Harganya, cabai rawit merah 250 gram dijual Rp7.500, avokad mentega Rp50.000 per kilogram, dan jambu biji merah Rp15.000 per kilogram. Transaksi dalam satu hari mencapai 15 transaksi sampai 20 transaksi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho