Petugas dari BPBD Sragen ikut membersihkan puing-puing bangunan rumah milik Sarno, warga Banyuurip, Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, yang ambruk, Selasa (7/5/2019). (Istimewa/BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Rumah milik Sarno, 65, warga Dusun Banyuurip RT 007, Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Sragen, tiba-tiba https://soloraya.solopos.com/read/20190220/491/973206/rumah-ambruk-perempuan-sebatang-kara-sragen-itu-kini-tak-punya-tempat-tinggal" title="Rumah Ambruk, Perempuan Sebatang Kara Sragen Itu Kini Tak Punya Tempat Tinggal">ambruk. Tak ada hujan maupun angin kencang saat peristiwa itu terjadi.

Ambruknya rumah Sarno yang sebagian besar terbuat dari bambu itu terjadi pada Selasa (7/5/2019) siang sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu, Sarno yang tengah duduk bersantai di halaman rumah tiba-tiba mendengar suara kretek-kretek yang menandakan rumahnya bakal ambruk.

Seketika itu dia menjauh dari rumah. Tak berselang lama, rumah itu ambruk. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, mengakui BPBD Sragen sempat terlambat menerima laporan kejadian rumah ambruk tersebut.

Meski musibah itu terjadi pada pukul 10.15 WIB, BPBD https://soloraya.solopos.com/read/20190122/491/966865/kakek-kakek-sragen-terluka-kena-reruntuhan-rumah-ambruk" title="Kakek-Kakek Sragen Terluka Kena Reruntuhan Rumah Ambruk">Sragen baru mendapat laporan pukul 12.51 WIB. Setelah mendapat laporan, BPBD Sragen langsung menerjunkan personel untuk menyurvei lokasi.

Setibanya di lokasi, warga sekitar sudah bergerak cepat dengan bekerja bakti membersihkan puing-puing bangunan rumah tersebut. “Penyebab ambruknya rumah itu diduga karena sudah lapuk termakan usia. Rumah itu rusak total sehingga tidak lagi dapat dihuni. Perabotan rumah tangga juga rusak,” ucap Sugeng Priyono, kepada Solopos.com, Rabu (8/5/2019).

Sebagian besar bangunan rumah itu terbuat dari bambu. Kerugian akibat ambruknya rumah itu ditaksir sekitar Rp10 juta. Sarno berstatus sebagai warga miskin di Desa Ngrampal. Saat ini, Sarno tinggal di rumah anaknya tak jauh dari rumahnya yang https://soloraya.solopos.com/read/20190101/491/962186/diguyur-hujan-lebat-rumah-eks-penggilingan-padi-di-sragen-ambruk" title="Diguyur Hujan Lebat, Rumah Eks-Penggilingan Padi di Sragen Ambruk">ambruk.

“Tidak ada korban akibat rumah ambruk itu. Pemiliknya berada di luar rumah saat peristiwa itu terjadi. Rumah itu ambruk karena kondisinya sudah lapuk dimakan usia,” ucap Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten