Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona
Ilustrasi hasil tes darah orang positif terinfeksi virus corona. (Reuters/Dado Ruvic)

Solopos.com, TAIPEI - Kematian akibat Virus Corona (COVID-19) dilaporkan di Taiwan, Minggu (16/2/2020) waktu setempat. Ini menjadi kasus kematian pertama di Taiwan yang menambah daftar 1.665 kematian di China akibat COVID-19.

Seorang pria berusia 61 tahun dari Taiwan tengah, memiliki riwayat penyakit dalam dirinya namun ia tidak mengunjungi kawasan luar negeri sebelum dirawat. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit dan ditangani pada hari Sabtu setelah dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.

Geger Virus Corona, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit

Dilansir dari Channel News Asia, Senin (17/2/2020), ini adalah kasus kematian kelima yang tercatat di luar China daratan - korban sebelumnya berada di Filipina, Hong Kong, Jepang, dan Prancis.

"Kasus terakhir ini adalah sopir taksi yang tidak berlisensi. Klien utamanya adalah orang-orang yang pernah ke China, Hong Kong dan Makau," kata menteri kesehatan dan kesejahteraan Chen Shih-chung kepada wartawan.

Menkes Terawan Wabah Virus Corona Tak Masuk Indonesia Karena Doa

Chen mengatakan pihak berwenang sedang memeriksa daftar klien pengemudi dan riwayat perjalanan mereka, dalam upaya untuk melacak kemungkinan sumber infeksi.

Seorang kerabat laki-laki dari korban yang berusia 50 tahun kemudian dikonfirmasi telah tertular virus itu, tambah Chen, meskipun ia tidak menunjukkan gejala apa pun.

Kasus Virus Corona yang telah dikonfirmasi oleh Taiwan sekarang mencapai 20.

Kisah Mahasiswa Indonesia Hindari Virus Corona di Wuhan dengan Makan Chiki

Sebelumnya, Prancis telah melaporkan kematian akibat Virus Corona pertama di luar Asia pada hari Sabtu, yang kemudian semakin memicu kekhawatiran global tentang epidemi tersebut.

Hampir 1.000 warga Taiwan masih menunggu pemulangan di provinsi Hubei, setelah Beijing dan Taipei saling menuduh adanya "manipulasi politik", yang menyebabkan penundaan pemulangan mereka.

Tangani Pasien Corona 18 Hari Tanpa Henti, Dokter di China Meninggal

Taiwan menerbangkan 247 orang dari ibu kota Hubei, Wuhan, dengan penerbangan China Eastern Airlines milik daratan Tiongkok pada 3 Februari lalu.

Sumber: Liputan6.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho