Tahun Politik, SPSI Wonogiri Ogah Demo di Hari Buruh
ilustrasi demo buruh. (Antara)

Solopos.com, WONOGIRI -- Para pekerja di Wonogiri yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) ogah menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh, 1 Mei mendatang. Mereka khawatir demo mereka akan ditunggangi penyusup yang membawa kepentingan politik tertentu.

Potensi itu terbuka mengingat 2018 ini dan 2019 merupakan tahun politik. Ketua SPSI Wonogiri, Seswanto, kepada Solopos.com, Rabu (25/4/2018), mengatakan pekerja yang berafiliasi dengan SPSI tidak akan menggelar demonstrasi saat Hari Buruh. SPSI ingin kondusivitas keamanan Kota Sukses tetap terjaga di tahun politik.

Selain itu juga agar iklim investasi  tetap baik. Apabila iklim investasi baik niscaya investor akan berdatangan dan akan berdampak pada ekonomi daerah. Seswanto meyakini apabila ekonomi Wonogiri lebih baik upah para pekerja juga akan meningkat.

“Terlebih sekarang ini mendekati Ramadan dan Pilgub  [Pemilihan Gubernur Jateng, 27 Juni]. Kami hanya ingin Wonogiri tetap kondusif. Kalau demo malah nanti ada yang menunggangi untuk kepentingan politik, saya yang malah repot,” kata Seswanto.

Jika saat Hari Buruh ada kelompok pekerja yang berdemonstrasi, Seswanto memastikan mereka bukan dari SPSI. Seswanto mencatat mayoritas pekerja di Wonogiri sudah berafiliasi dengan SPSI.

Mereka pekerja dari 100-an perusahaan  berskala besar maupun kecil, seperti PT Nesia Pan Pacific Clothing, PT Nagabhuana Aneka Piranti, PT Liebra Permana, dan sebagainya. SPSI hanya akan memperingati Hari Buruh dengan syukuran dan menggelar sarasehan di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri, Selasa (1/5/2018) pukul 09.00 WIB.

SPSI dan Disnaker akan mengundang para pejabat human resource development (HRD) perusahaan untuk mengikuti sarasehan. Mereka akan diberi penegasan dan pemahaman ulang bahwa perusahaan harus mematuhi regulasi yang mengatur ketenagakerjaan, seperti perlindungan tenaga kerja.

“Saya kira kegiatan seperti ini [syukuran dan sarasehan] lebih produktif,” imbuh Seswanto.

Terpisah, Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, tak menjawab saat ditanya ada tidaknya pihak yang menyampaikan pemberitahuan akan menggelar aksi pada Hari Buruh. Sementara itu, Kepala Disnaker Wonogiri, Ristanti, juga belum bisa dimintai tanggapan.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom