Tahun Ini Tak Ada Revitalisasi Pasar Skala Besar di Wonogiri, Kenapa?
Pasar Pracimantoro Wonogiri (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri kembali meniadakan program revitalisasi pasar berskala besar pada tahun ini.

Hal itu karena satu dari lima program prioritas Pemkab tersebut membutuhkan dana besar. Sementara, saat ini belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Wonogiri, Agus Suprihanto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, belum lama ini, menyampaikan pada 2021 program revitalisasi pasar besar tak dianggarkan lagi sama seperti 2020 dan 2019.

Viral Penjual Mie Ayam Bule di Jogja, Harganya Murah Mulai Rp7.000

Bahkan, kemungkinan besar tahun ini program fisik berkaitan dengan pasar yang akan dilaksanakan hanya pemeliharaan rutin. Anggarannya lebih kurang Rp200 juta untuk 26 atau seluruh pasar yang tersebar di berbagai kecamatan.

Meski tidak ada program revitalisasi pasar yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), tahun lalu Pemkab masih memiliki kegiatan fisik, yakni rehab Pasar Eromoko.

Proyek itu bersumber dari bantuan keuangan provinsi (bankeuprov) senilai lebih dari Rp5 miliar. Agus menyebut, saat itu proyek nyaris gagal dilaksanakan karena anggaran sempat dicoret Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui refocussing.

Lelang Sempat gagal

Seiring berjalannya waktu anggaran rehab Pasar Eromoko kembali muncul, tetapi sudah menjelang akhir tahun. Agus semakin khawatir lantaran lelang yang digelar sempat gagal, sehingga harus diulang. Sampai akhirnya lelang berhasil. Proyek dikerjakan selama 65 hari mulai Oktober hingga pertengahan Desember.

“Sebelum tutup anggaran tahun lalu kami mengusulkan kegiatan sejenis untuk 2021 kepada Pemprov lagi. Tapi Wonogiri tak mendapat kegiatan. Jadi, praktis nanti hanya ada kegiatan pemeliharaan rutin,” kata Agus.

PPKM akan Diperpanjang hingga 8 Februari 2021, Ini Sikap Bupati Klaten

Dia melanjutkan revitalisasi pasar kembali ditiadakan karena saat ini Covid-19 masih mewabah. Anggaran difokuskan untuk program prioritas lain, seperti di sektor pendidikan dan kesehatan. Penanganan Covid-19 juga membutuhkan dana besar.

“Kondisi ini harus dipahami masyarakat. Sebenarnya pedagang ingin pasar segera direvitalisasi. Tapi, sekarang ini belum memungkinkan,” imbuh Agus.

Sebelumnya, Pemkab menargetkan bisa merevitalisasi pasar besar minimal satu unit tiap tahun. Target itu tercapai pada 2017 dengan merevitalisasi Pasar Baturetno I (sekarang Pasar Bung Karno) senilai Rp48,6 miliar dan 2018 merevitalisasi Pasar Purwantoro senilai Rp46,5 miliar.

Setelah itu Pemkab sedianya merevitalisasi tiga unit pasar lain, meliputi Pasar Pracimantoro, Jatisrono, dan Slogohimo.

Pertemuan dengan Warga

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengemukakan rencana program itu di pertemuan-pertemuan dengan warga. Selain tiga pasar tersebut Pemkab ingin merevitalisasi Pasar Krisak, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri.

Kemungkinan program itu belum bisa dilaksanakan karena terkendala status kepemilikan lahan. Selama ini Pasar Krisak sudah dikelola Pemkab. Namun, pemindahan kepemilikan lahan masih belum selesai.

Bukan Sega Berkat, Kuliner Khas Sragen Ini Bernama Sega Plontang

Di masa lalu, lahan pasar itu milik Pemerintah Desa Singodutan. Suatu ketika ada proses pemindahan kepemilikan. Namun, saat itu proses belum disertai administrasi yang baik.

Terpisah, Camat Pracimantoro, Warsito, mengatakan pedagang di Pasar Pracimantoro tak mempermasalahkannya. Pedagang bisa memahami bahwa Pemkab harus mengerjakan banyak hal yang lebih prioritas, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom