Tahun Ini Sudah 78 Orang Meninggal Akibat Lakalantas di Sragen
Ilustrasi Korban (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN — Angka kasus kecelakaan lalu lintas atau lakalantas di Sragen sepanjang Januari hingga 8 September 2020 mengalami penurunan signifikan bila dibandingkan pada tempo yang sama di 2019.

Kasus lakalantas di Sragen tersebut turun dari 865 kasus di 2019 menjadi 602 kasus di 2020 atau turun 263 kasus atau turun 30,41%.

Turunnya angka lakalantas tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi kinerja Satlantas Polres Sragen sepanjang setahun terakhir.

Penjelasan itu diungkapkan Kapolres Sragen AKBP Rapahel Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasatlantas Polres Sragen AKP Sugiyanto kepada Solopos.com, Rabu (9/9/2020).

Kasus Baru Covid-19 di Sragen Tambah 8, Sembuh Tambah 7

Sugiyanto menerangkan penurunan kasus lakalantas itu juga otomatis jumlah korbannya juga turun.

Dia menyebut angka korban meninggal dunia di 1 Januari-8 September 2019 sebanyak 100 orang sedangkan dalam rentang waktu yang sama di 2020 jumlah korban meninggal dunia 78 orang atau turun 22 orang atau 22%.

Dia melanjutkan demikian halnya jumlah korban luka ringan sepanjang 1 Januari-8 September 2019 sebanyak 1.111 orang turun menjadi 663 orang pada rentang waktu yang sama di 2020 atau turun 448 orang atau 40,32%.

Sragen Zona Merah Covid-19, Polisi Kembali Larang Warga Gelar Hajatan

“Biaya rumat akibat kasus kecelakaan lalu lintas otomatis turun, yakni dari Rp654,7 juta pada 2019 menjadi Rp385.7 juta pada 2020 atau turun Rp269 juta atau 41,07%,” jelasnya.

Pernah Menduduki Peringkat Kedua di Jateng

Sugiyanto mampu menekan angka lakalantas tersebut lewat optimalisasi operasi dan patroli.

Saat Sugiyanto masuk ke Sragen menjabat Kasatlantas Polres Sragen, angka lakalantas menjadi tantangan tersendiri.

Sebab, kasus di Sragen pernah menduduki peringkat kedua tertinggi di Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu, angka tersebut menurun.

“Sebelum wabah Covid-19, kami optimalkan kegiatan operasi di daerah rawan kecelakaan selama dua pekan berturut-turut. Selain itu, di daerah yang rawan kecelakaan atau black spot ditongkrongi saat jam-jam rawan dengan mobil patroli polisi. Dengan dua strategi tersebut ternyata mampu menekan angka lakalantas di Sragen yang signifikan,” ujar Sugiyanto.

Bupati Sragen Siap Bubarkan Pengajian Habib Syech Besok Jika Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Sebelumnya, Sugiyanto mencatat ada dua jalur black spot, yakni jalur Pilangsari-Paldaplang Ngrampal, Sragen, dan jalur Nguwer-Masaran, Sragen.

Namun, dengan pendekatan operasi dan penjagaan yang rutin, kata dia, maka zona rawan lakalantas atau black spot itu sudah hilang.

“Sekarang kasus kecelakaan lalu lintas terjadi justru di jalan-jalan penghubung antardesa,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom