Tahun Depan Tidak Akan Ada TPS Di Solo
Petugas kebersihan kelurahan didampingi teknisi mengoperasikan gerobak motor seusai diserahkan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di halaman Balai Kota Solo, Senin (10/12/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan bakal menutup seluruh tempat pembuangan sampah sementara (TPS) pada tahun depan. Sampah dari rumah tangga bakal langsung diangkut ke tempat pembuangam akhir (TPA) Putri Cempo Mojosongo.

Menurut Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, keberadaan TPS di kelurahan membuat lingkungan di sekitarnya tidak sehat. Di samping itu, wajah kota juga tampak tidak terawat dan kotor.

“Selama ini kondisi TPS selalu tidak terawat. Sampah yang terkumpul juga sering melebar ke badan jalan,” katanya.

Saat ini, masih terdapat lima TPS yang aktif. Pemkot berencana menutup TPS-TPS tersebut. Lima TPS itu berada di Bonoloyo, Kerten, Mojosongo, Jebres, Jl. Transito, dan Kadipiro. Lahan bekas TPS akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau.

Penutupan TPS disiapkan Pemkot sekaligus sebagai upaya mewujudkan air tanah di Solo 20 tahun ke depan sehat dan bebas dari pencemaran limbah. Setelah menutup seluruh TPS, Pemkot akan memberikan beberapa pengetahuan kepada masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri.

“Nanti lewat perangkat kelurahan, kami ingin masyarakat memahami sifat dan jenis-jenis sampah,” katanya.

Sebagai ganti pembongkaran TPS, Pemkot menyiapkan gerobak motor di masing-masing kelurahan. Penggunaan gerobak motor dirasa lebih efektif dan efisien dibandingkan gerobak sampah dorong.

Dengan gerobak motor, petugas pemungut sampah bisa masuk ke gang sempit di kampung-kampung. Jika selama ini seorang petugas hanya mampu mengambil sampah di satu hingga tiga RT, nantinya bisa satu RW dengan waktu kerja relatif singkat.

Pemkot berkomitmen persoalan sampah di Kota Solo diselesaikan seluruhnya. Menurutnya, sampah menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani bersama dari tingkat hulu ke hilir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo Sri Wardhani Poerbowidjojo mengatakan saat ini pengelolaan sampah yang selama ini mengganjal dalam penilaian Adipura tak lagi menjadi persoalan. Menurutnya, pembongkaran 53 TPS dari total 58 TPS sebagai upaya menjaga lingkungan dinilai mampu mendongkrak penilaian tim Adipura.

Selain itu program bank sampah di masing-masing wilayah. “Sekarang sampah TPA [tempat pembuangan akhir] Putri Cempo juga mulai digarap. Jadi masalah sampah mulai tertangani,” katanya.

Nantinya, jika pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) TPA Putri Cempo beroperasi diyakini akan menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah di Kota Solo.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom