Tahun Baru, Okupansi Hotel Bintang di Soloraya Jeblok
Ilustrasi vila atau hotel. (Freepik)

Solopos.com, SOLO—Okupansi hotel berbintang di Soloraya pada libur Tahun Baru 2021 hanya mencapai 30% - 40%.

Jebloknya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang ini sebagai dampak pengetatan syarat bagi para pemudik baik oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk menekan angka kasus Covid-19.

Biasanya, libur Natal dan Tahun Baru menjadi peak season kedua setelah momen Lebaran bagi bisnis perhotelan untuk mendulang revenue.

Kereta Bandara Internasional Adi Soemarmo Jalan Lagi, Tiket Mulai Rp7.000

Public Relations Fave Hotel Solo, Nonik Ratna Dewi, mengatakan okupansi kedua hotel, yakni Fave Manahan dan Solo Baru sekitar 30% - 40% pada libur Tahun Baru ini. Menurutnya, persentase ini sangat jauh bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Padahal tahun sebelumnya kamar kami selalu penuh. Kami juga tak bisa memaksimalkan tarif kamar karena pandemi Covid-19,” ujar dia, kepada Solopos.com, Rabu (6/1/2021).

Nonik menjelaskan sepanjang 2020 okupansi kedua hotel jauh dari normal. Menurutnya, selain terdampak pandemi Covid-19, kebijakan pemerintah daerah yang berubah-ubah sangat memengaruhi tingkat kunjungan tamu ke Solo dan sekitarnya.

Pada 2020 okupansi Fave Hotel Manahan sebesar 49%. Sedangkan okupansi Fave Hotel Solo Baru mencapai 57%. Persentase ini secara year to date masih jauh jika dibandingkan dengan 2019, yakni Fave Manahan okupansinya 75% dan Fave Solo Baru menembus 85%.

Dari segi harga, manajemen juga tak berani memasang tarif kamar batas atas seperti tahun-tahun sebelumnya lantaran minimnya demand. Pada malam Tahun Baru, Kamis (31/12/2020) lalu, Fave Hotel Manahan dan Fave Hotel Solo Baru menghadirkan promo menginap Rp450.000/malam. Harga ini termasuk makan malam untuk dua orang.

Kembali Merambah Ke Indonesia Timur, Citilink Buka Rute Surabaya-Jayapura

Harga Khusus

Public Relations Best Western Solo Baru, Roshyana Meyda Sufrian, mengatakan untuk pemesanan kamar pada Tahun Baru baru 30% dari total 346 kamar. Okupansi kamar ini masih jauh dari periode yang sama tahun lalu. Biasanya, kamar hotel bintang empat ini selalu penuh saat pergantian tahun.

“Memang biasanya pada Tahun Baru demand kamar hotel tinggi, tapi karena pandemi tahun ini pick up-nya cukup lambat. Best Wester Premier Solo Baru juga menghadirkan harga khusus untuk tamu yang menginap di Tahun Baru seharga Rp1,125 juta/malam,” papar dia.

Asisten Public Relations The Sunan Hotel Solo, Kartika Ratna, mengatakan adanya syarat tes rapid antigen untuk pemudik memang sangat berpengaruh pada tingkat pemesanan kamar.

Menurutnya, pada program New Year Getaway dijual dengan harga Rp950.000/malam - Rp1,45 juta/malam. Paket ini termasuk sarapan atau makan malam untuk dua orang.

“Tadinya banyak yang reservasi, tapi karena kebijakan itu tamu banyak yang batal lantaran takut ke luar kota,” kata dia.

Menurutnya, umumnya Desember menjadi ajang panen bisnis hotel di penghujung tahun. Akan tetapi, pandemi membuat okupansi akhir tahun ini mencapai titik terendah sepanjang sejarah pada momen tutup tahun.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Totok Tavirijanto, mengatakan BPS Solo mencatat TPK hotel bintang di Kota Solo pada November 2020 tercatat sebesar 38,70%. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,34 poin dibanding TPK Oktober 2020 yang tercatat sebesar 39,04%.

“Penurunan TPK yang cukup signifikan terjadi pada klasifikasi hotel bintang dua yang turun 3,21 poin. TPK tertinggi tercatat sebesar 44,65% terjadi pada hotel bintang empat plus. Sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang satu yang hanya mencapai angka 23,82%. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK hotel bintang November 2020 secara rata-rata turun 24,02 poin,” jelas dia.

Di sisi lain, rata-rata lama menginap (RLM) seluruh tamu hotel bintang pada November 2020 tercatat sebesar 1,50 hari. Jumlah ini mengalami kenaikan 0,16 poin dibanding Oktober 2020 yang tercatat sebesar 1,34 hari.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom