TAHUN BARU 2016 : Pendapatan Turun Selama 2015, Ini Harapan Driver Gojek
Pengemudi Go-Jek terlihat di kawasan Swakarya, Caturtunggal, Depok, Sleman, DI.Yogyakarta, Senin (16/11/2015). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Tahun baru 2016 membawa harapan baru bagi para driver Gojek yang mengalami pasang surut pendapatan selama 2015.

Solopos.com, JAKARTA -- Sepanjang 2015, driver Gojek mengalami pasang surut pendapatan. Di awal tahun ini, para driver Gojek mengaku bisa meraup pemasukan hingga Rp8 juta per bulan. Namun belakangan pendapatan mereka menurun drastis hingga tinggal Rp3 juta per bulan.

Ali Mustawan, salah seorang driver Gojek mengatakan bahwa penetapan tarif yang berubah-ubah dari perusahaan jadi salah satu sebab menurunnya pendapatan mereka. Salah satunya adalah penetapan tarif baru yang dirilis pada 29 Desember lalu.

Menurutnya, tarif baru tersebut justru membuat sebagian pelanggan enggan memakai jasa Gojek lantaran harga untuk jarak jauh yang semakin mahal. Oleh karena itu ia berharap tahun depan perusahaan Gojek dapat lebih memperhatikan nasib mereka.

"Saya dengar sih bulan Januari nanti bakal ada revisi. Mudah-mudahan ada perhatian lah dari perusahaan. Harapannya ada penyesuaian tarif yang lebih baik dan menguntungkan bagi kami para driver," ujarnya (31/12/2015).

Ia menambahkan bahwa dirinya dan sebagian besar driver berharap tahun depan pendapatan mereka bisa meningkat kembali. Sebab banyak driver yang sudah amat tergantung dengan Gojek. "Banyak yang rela keluar dari kerjaan tetapnya mas dan jadi driver. Karena dulu kan pemasukan lumayan tinggi," katanya.

Gojek baru saja memperbarui tarif promonya. Untuk jarak 1-10 kilometer tarifnya Rp12.000, sementara di atas 10 kilometer, per kilometernya seharga Rp2.000. Target driver untuk mendapatkan bonus pun naik dari yang awalnya hanya 8 penumpang per hari naik menjadi minimal 10 penumpang per hari.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom