Jaguar E-Pace. (Istimewa/Jaguar Land Rover)

Solopos.com, JAKARTA - Jaguar Land Rover menyatakan akan memiliki unsur listrik pada semua kendaraan Land Rover pada 2020. Khusus pasar Indonesia, model kendaran hibrida dinilai paling cocok karena infrastruktur yang masih terbatas.

Amey Tingare, Brand Director Asia Pasific Jaguar Land Rover Singapore PTE Ltd., mengatakan, secara global pada 2020 semua kendaraan Land Rover akan memiliki unsur listrik. “Saya tidak katakan semuanya baterai tapi kami akan punya mild hybrid, plug-in hybrid dan berbasis baterai. Semua kendaraan akan listrik,” ujarnya di sela-sela peluncuran All New Land Rover Evoque di Jakarta akhir pekan lalu.

Amey mengatakan jika pemerintah membangun infrastruktur sekarang, tahun depan kendaraan Land Rover telah siap. Infrastruktur merupakan faktor penting untuk membantu konsumen menggunakan kendaraan listrik.

Dia menuturkan, pada tahap awal, kendaraan listrik yang paling cocok untuk Indonesia ialah model hibrida. Saat ini, Land Rover juga memiliki beberapa model hibrida termasuk Evoque.

“Indonesia merupakan salah satu pasar penting karena memiliki potensi besar. Land Rover sangat mendukung pasar Indonesia termasuk untuk era kendaraan listrik,” katanya.

Amey menuturkan, pasar paling besar Land Rover untuk kawasan Asia Pasifik ialah Selandia Baru, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Indonesia menempati posisi kelima sehingga perusahaan sangat mendukung pasar Indonesia sebagai salah satu pasar negara berkembang yang sangat pesat pertumbuhannnya.

Menanggapi rencana pemerintah untuk memberikan insentif untuk perakitan lokal kendaraan listrik, Amey mengatakan, Jaguar Land Rover belum punya rencana untuk melakukan perakitan kendaran secara lokal.

Dia mengatakan, Land Rover adalah satu-satunya merek yang hanya memproduksi model luxury sport utility vehicle (SUV) mulai dari segmen paling bawah hingga paling atas. Merek lain kemudian melirik segmen ini karena Land Rover tidak memiliki pesaing.

“Pabrikan luxury car meluncurkan banyak model pada segmen ini [SUV] karena mereka melihat Land Rover sangat dominan. Tidak ada kompetisi. Rolls Royce, Lamborgini kemudian mulai masuk dengan Cullinan dan Urus untuk bersaing,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten