Tahun 2020, Ada 374 Pernikahan Anak di Bawah Umur di Sragen

Terjadi penurunan jumlah pernikahan dini di Sragen pada 2020. Meski demikia, angkanya masih tinggi.

 Ilustrasi pernikahan dini (istimewa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pernikahan dini (istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Angka pernikahan usia anak di Sragen selama 2020 terbilang tinggi. Jumlahnya mencapai 374 pernikahan atau
5,17% dari total pernikahan di Sragen yang sebanyak 7.229.

Namun, jiak dibandingkan dengan 2019, angka perkawinan anak di bawah umur sebanyak 582 atau 7,15% dari total perkawinan sebanyak 8.145 perkawinan.

Data tersebut diungkapkan Fasilitator Forum Anak Sukowati (Forasi) Sragen, Dyah Nursari, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (23/7/2021). Dyah menerangkan data tersebut dihimpun dari Kantor Urusan Agama (KUA) di 20 kecamatan yang kemudian dipilah dan dikelompokkan untuk usia anak, yakni 18 tahun ke bawah. Data tersebut sudah teregisterasi di KUA.

Baca Juga: Pernikahan Anak di Tengah Pandemi

Dyah sudah mengeluarkan data yang berumur 19 tahun meskipun dalam pernikahannya juga mendapatkan izin dispensasi dari Pengadilan Agama (PA) karena umur 19 tahun tidak masuk kategori anak.

“Dari data tersebut menunjukkan tren pernikahan usia anak pada 2020 turun bila dibandingkan 2019.  Tetapi masih menunjukkan angka yang tinggi. Hal itu masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemkab Sragen karena hampir semua kecamatan ada kasus pernikahan usia anak,” ujar Dyah.

Faktor Penyebab

Dia tidak tahu persis penyebab pernikahan usia anak itu. Namun umumnya karena karena faktor ekonomi dan faktor-faktor lainnya. Dyah menerangkan upaya pencegahan sudah dilakukan melalui kebijakan dengan menerbitkan DE Bupati tentang Pernikahan Anak. Ada pula SE Sekda untuk semua stakeholders agar melakukan sosialisasi dalam setiap kesempatan.

Baca Juga: Pernikahan Anak di Jateng Naik Dua Kali Lipat Selama Pandemi Covid-19

“Misalnya Lurah dalam acara hajatan pernikahan bisa sosialisasi pencegahan pernikahan usia anak atau di pertemuan-pertemuan warga lainnya. Selain itu Forasi juga melakukan edukasi dengan membuat film-film pendek yang disebarkan lewat Tiktok, Intagram Koselor Sebaya, dan seterusnya. Terakhir proses pembuatan Perda di DPRD yang sudah tahap naskah akademik,” katanya.

Selama 2020, Dyah membenarkan bila Kecamatan Jenar menjadi yang paling tinggi kasus penikahan anaknya. Ada 30 anak laki-laki dan 61 anak
perempuan yang melakukan pernikahan dini. Dyah tidak mengetahui persis mengapa di Jenar tinggi angka pernikahan usia anaknya. Dia menyebut penyebab pernikahan usia anak itu bisa dipengaruhi tingkat pendidikan, ekonomi, dan budaya setempat.

Terpisah, Camat Jenar, Edi Widodo, menyampaikan ihwan pernikahan usia anak itu yang lebih tahu KUA. Edi menduga tingginya pernikahan usia anak di Jenar itu kemungkinan karena tingkat pendidikan anak yang relatif rendah. Selain itu ada juga faktor sosial ekonomi orang tua.

Baca Juga: Ironis, Ada 31 Kasus Pernikahan Anak di Sukoharjo Selama Semester I/2019

Pergaulan Bebas

Sementara Kepala Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Aris Sudaryanto, mengaku mendapat laporan ada 3-4 pernikahan usia dini selama sebulan terakhir orang. Dia mengatakan tingginya angka pernikahan usia anak itu disebabkan karena pergaulan anak dan kurangnya pengawasan dari orang tua.

“Kalau adat tidak ada di Dawung. Yang terlihat itu karena faktor pergaulan. Orang tua juga lemah dalam pengawasan. Untuk pencegahannya harus dilakukan edukasi ke masyarakat lewat tokoh agama. Sosialisasi harus simultan dan dilakukan lintas desa,” katanya.

Ketua Forasi Sragen Muhammad Rizqi Ash-Shiddiq menyampaikan tingginya angka perwakinan usia anak juga menjadi poin dalam suara anak Bumi Sukowati. Dia mengatakan masa pandemi Covid-19 memberi kesempatan anak di rumah lebih banyak. Dia melihat hal itu menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Pernikahan Anak Bisa Memicu Kemiskinan Baru

“Kasusnya banyak karena suka sama suka, budaya, karena ekonomi dan seterusnya. Kami terus kampanye Ojo Kawin Bocah lewat media sosial. Kami ingin ada ketegasan dalam regulasinya,” katanya.

Berita Terkait

Espos Premium

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Ekosistem digital tengah merebak di Indonesia seiring penetrasi Internet yang semakin meluas sehingga kebutuhan penyimpanan data semakin tinggi. Selama ini data penduduk Indonesia berada di luar negeri sehingga penarikan informasi memakan waktu dan jarak yang jauh.

Berita Terkini

Laju Positif Sektor Pertanian Saat Pandemi, Ada Peran Pemerintah dan Generasi Milenial

Pertanian menjadi sektor yang memiliki laju positif karena peran pemerintah dan adanya keterlibatan generasi muda atau milenial dalam dunia pertanian.

Hujan Angin Terjang Girimarto Wonogiri, 1 Rumah Warga Rusak Parah

Satu rumah warga di Desa Jendi, Girimarto, Wonogiri, rusak parah akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Jumat siang.

Keren! 9 Siswa SMP Wakili Sragen di Kompetisi Sains Nasional Tingkat Jateng

Sembilan orang siswa SMP bakal mewakili Kabupaten Sragen dalam ajang Kompetisi Sains nasional (KSN) untuk pada Oktober 2021 mendatang.

Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru Ditunda, GTT Wonogiri Malah Senang

Kalangan GTT senior di Kabupaten Wonogiri berharap penundaan pengumuman hasil seleksi PPPK merupakan sinyal baik.

Perjuangan Atlet Difabel Panahan Wonogiri Menuju Peparnas Papua, Pernah Latihan Pakai Alat dari Bambu

Salah satu atlet Wonogiri, Arif Wirawan, 39, akan berlaga di Pekan Paralimpik Nasional (Paperanas) XVI Papua 2021. Ia akan bertanding di sektor Panahan kelas W2 (beregu open).

Ditunjuk Terapkan PeduliLindungi, 600-An Pekerja Pasar Klewer Solo Malah Belum Divaksin Covid-19

Ratusan pekerja dan pelaku kegiatan di Pasar Klewer Solo ternyata belum divaksin Covid-19 padahal ditunjuk Kemendag untuk menerapkan PeduliLindungi.

Perjuangkan Nasib Petani, Mahasiswa Soloraya Unjuk Rasa di Ngarsopuro Solo

Puluhan mahasiswa anggota BEM Soloraya menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah menyesaikan persoalan pertanian.

Ditanya Soal Duet dengan Ganjar di Pilpres 2024, Menko Airlangga: Masih Jauh Itu

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di acara haul Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, Jumat (24/9/2021)

Psywar ke AHHA PS Pati Berlanjut, Gibran: Sponsor Persis Solo Lebih Banyak sampai Jersey-ne Kebak

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melanjutkan psywar kepada AHHA PS Pati dengan menyebut sponsor Persis Solo lebih banyak.

Masjid Tertua di Sragen Ini Simpan Pusaka dari Raja Keraton Solo PB IV, Begini Ceritanya

Salah satu masjid tertua di Sragen yang terletak di Jetiskarangpung, Kalijambe, ternyata juga menyimpan pusaka pemberian Raja Solo.

Pengumuman PPPK Ditunda, Guru Honorer di Solo Pasrah

Guru honorer di Solo mengaku pasrah dengan adanya penundaan pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Solo Tuan Rumah Liga 2 Grup C, Komisi X DPR: Jangan Sampai Jadi Klaster Baru!

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diingatkan agar berhati-hati dalam pelaksanaan pertandingan Liga 2 Tahun 2021 Grup C di Stadion Manahan.

Lokasi Perayaan Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten Ternyata Pernah Dipindah Lho...

Tradisi Yaa Qowiyyu yang digelar setiap bulan Sapar di Jatinom, Klaten, ternyata pernah dipindahkan ke tempat lain.

Bermodal Seragam Loreng, Warga Klaten Curi Aki Motor di Banmati Sukoharjo

Seorang warga Wonosari, Klaten, yang menyamar dengan memakai baju loreng mirip seragam TNI tepergok curi aki sepeda motor di Banmati, Sukoharjo.

Bakal Tampil di Peparnas Papua, Atlet Panahan Wonogiri Ternyata Berlatih di Tegalan

Salah satu atlet Wonogiri, Arif Wirawan, 39, akan berlaga di Pekan Paralimpik Nasional (Paperanas) XVI Papua 2021. Ia akan bertanding di sektor Panahan kelas W2 (beregu open).

Jos! Sidowayah Klaten Kembangkan Millenial Smartfarming Biar Petani Nggak Punah

Konsep millenial smartfarming yang dikembangkan di Desa Sidowayah Klaten memadukan teknologi dan manajemen pertanian.