Ilustrasi berdoa. (Reuters)

Solopos.com, SOLO — Kisah Nabi Musa as saat dikejar Firaun sangat populer di kalangan umat Islam. Kisah yang paling terkenang adlah kala Nabi Musa membelah lautan demi selamat dari kejaran Firaun.

Saat Nabi Musa melintasi lautan bersama Bani Israil, Beliau memanjatkan doa kepada Allah agar segera terhindar dari kesulitan. Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (3/12/2019), Nabi Muhammad SAW pernah mengungkapkan doa itu melalui hadis yang diriwayatkan A’masy dari Syaqiq dari Abdullah bin Mas’ud.

Berikut doa Nabi Musa saat dikejar Firaun berdasarkan hadis riwayat A’masy dari Syaqiq dari Abdullah bin Mas’ud:

A la u’allimukal kalimatillati takallama bi haa muusa shalla Allahu ‘alaihi wa ilahi wassalaama hiina jaawazal buhra bi banii israail? Faqulnaa balayaa Rasulallahi qaa la; quu luu; Allahumalakal hamdu wa ilaikal musytakaa wa antal musta’anu wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil’aliyyil ‘adhiim

Artinya:
Maukah kamu kuajari tentang kaliamt-kalimat yang dibaca oleh Musa ketika Ia melintasi lautan bersama Bani Israil? Kami menjawab, ‘tentu, ya Rasulallah’. Kemudian Rasul menjawab, Bacalah Allahumalakal hamdu wa ilaikal musytakaa wa antal musta’anu wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil’aliyyil ‘adhiim [Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Zat yang dimintai pertolongan. Tidak ada kekuatan untuk menjalankan sebuah ketaatan dan menghindari kemaksiatan kecuali pertolongan Allah yang maha Agung].

Doa tersebut bisa dibaca umat Islam kala menghadapi kesulitan. Doa tersebut dipanjatkan agar Allah memberi kemudahan dalam melalui kesulitan seperti saat Allah memberikan keajaiban kepada Nabi Musa dan Bani Israil saat dikejar Firaun.

Di laman resmi NU disebutkan doa itu berisi pujian kepada Allah, pengakuan ketakberdayaan diri, serta permohonan pertolongan. Tempat mengadu paling tepat adalah Allah, bukan manusia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten