Ilustrasi mi (Pinterest)

Solopos.com, SOLO – Mi merupakan makanan favorit banyak orang. Dalam perkembangannya, kini olahan mi semakin beragam. Ada berbagai makanan yang menjual olahan mi kekinian dengan beragam topping. Namun, tahukah Anda dari mana mi berasal?

Hingga kini asal-usul penemuan mi masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Sebagian dari mereka ada yang menyebutkan mi berasal dari China. Namun, ada juga yang menyebutkan mi asalnya dari Italia.

Mi dari China

Dihimpun Solopos.com dari situs resmi National Geographic, Kamis (29/8/2019), hasil penelitian tim penelitian Beijing's Chinese Academy of Sciences membuktikan mi berasal dari China. Hal itu diperkuat dengan penemuan mangkuk mi dan isinya yang telah membatu di kawasan China Utara, pada 2005. Temuan itu terkubur di tanah dengan kedalaman 10 kaki atau sekitar tiga meter.

Setelah mangkuk mi di China Utara diteliti, tim peneliti Beijing's Chinese Academy of Sciences mengemukakan temuan itu berusia 4.000 tahun. Oleh karena itu, mereka menyatakan mi kali pertama dibuat di China, bukan Italia.

Mi yang telah membatu tersebut dibuat dari milet (biji tanaman sejenis padi). Dikutip dari Detik, jenis biji-bijian itu kerap digunakan sebagai bahan dasar makanan karena telah dibudidayakan masyarakat China sejak 7.000 tahun lalu sebelum ada padi dan gandum.

Sejumlah ahli berpendapat, mi sebenarnya sudah ada sejak zaman Dinasti Han (25-220 M). Makanan itu biasa dijadikan sebagai menu utama pada berbagai acara di istana, karena proses memasaknya cukup singkat.

Dilansir Counfucius was a Foodie, bahan pembuatan mi pada masa Dinasti Han adalah adonan dari tepung milet dan air yang dikukus. Pada masa itu, bentuk mi masih belum panjang, melainkan potongan dadu kecil. Mi yang telah dikukus dimasukkan ke dalam sup mian pian atau dikenal dengan sup ayam. Sebagai penambah citra rasa, juru masak istana biasanya menambahkan potongan sayur.

Setelah berabad-abad menggunakan adonan dari tepung milet dan air, pada masa Dinasti Tang (609-907 M) adonan mi mulai berkembang. Pembuatan mi sudah menggunakan tepung gandum. Bentuk mi pada masa itu mulai dibuat tipis dan memanjang.

Adonan ditarik, kemudian dilipat, dan dibanting secara berulang untuk menyamakan ketebalan. Selanjutnya adonan yang telah memanjang, dipotong dengan ukuran 30 sentimeter. Mi mulai dikenal di kalangan rakyat China ketika masa Dinasti Song (960-1269 M) dan dikenal dengan sebutan mian. Kala itu mi sudah dijual bebas di pinggiran jalan China. Bahan dasar mi mulai beragam, seperti tepung beras dan tepung kacang hijau.

Dikenalnya mi oleh rakyat China, membuat makanan itu juga menyebar ke berbagai wilayah dunia. Mi disebarkan rakyat China yang melakukan penjelajahan sekaligus berdagang ke manca negara.

Mi dari Italia

Perdebatan di kalangan ilmuwan tentang asal-usul mi masih belum terselesaikan. Sebagian orang masih ada yang beranggapan mi berasal dari Italia. Dilansir Global Geography, mi berasal dari Italia, kemudian baru dikenal di China. Pendapat itu didasari adanya penjelajah Venesia, Italia, Marco Polo. Kala itu, Marco Polo melakukan penjelajahan ke berbagai negara, salah satunya China.

Di Italia, mi dikenal dengan istilah pasta. Dikutip dari Public Broadcasting Service, pasta dibuat dari adonan tepung gandum dan air. Pembuatan pasta dilakukan dengan menekan adonan hingga menjadi lembaran. Kemudian, dipotong menjadi berbagai bentuk dan dimasak di air mendidih.

Menurut beberapa sumber, bukti yang menunjukkan mi berasal dari Italia kurang mendukung. Sebab, di dalam buku The Travels of Marco Polo, dijelaskan pasta merupakan makanan yang dibawa Marco Polo pada abad ke-13 setelah melakukan penjelajahan di China. Oleh karena itu, dalam berbagai situs dituliskan mi berasal dari China, bukan Italia. (Egitya Eryaningwidhi/Solopos.com)

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten