Tahu Gimbal Semarang, Makanan Era Kolonial yang Masih Eksis

tahu gimbal adalah makanan yang sudah ada sejak abad ke-19, tepatnya Semarang berada pada periode pemerintahan Hindia Belanda.

 Tahu Gimbal Semarang (Sumber: Jatengprov.go.id)

SOLOPOS.COM - Tahu Gimbal Semarang (Sumber: Jatengprov.go.id)

Solopos.com, SEMARANG – Tahu gimbal adalah olahan kuliner tahu khas Kota Semarang, Jawa Tengah. Selain tahu, makanan ini terdiri dari udang goreng tepung, kol dan bawang goreng yang memberikan penampilan ‘gimbal.’ Makanan ini kemudian disiram dengan saus kacang yang diberi campuran petis.

Dilansir dari Jatengprov.go.id, Jumat (13/5/2022), tahu gimbal adalah makanan yang sudah ada sejak abad ke-19, tepatnya saat Semarang dijajah Belanda. Awalnya, tahu yang digunakan adalah jenis tahu ‘pong’ yang kosong. Kata ‘pong’ adalah singkatan dari kata dalam Bahasa Jawa, yaitu ‘kopong’ yang berarti kosong.

PromosiDari Makanan Saat Krisis Pangan, Mi Instan Menjelma Jadi Favorit Dunia

Karakteristik tahu ini akan mengembang saat digoreng hingga matang, namun menciut saat dibiarkan agak lama. Secara penampilan, tahu gimbal hampir mirip dengan sajian Ketoprak Jakarta. Hanya saja di sajian Tahu Gimbal ini menggunakan udang dan kol, sedangkan Ketoprak Jakarta menggunakan bihun, kecambah, dan telur.

Namun seiring berkembangnya variasi makanan tradisional, penggunaan tahu pong pada sajian tahu gimbal sudah digantikan dengan tahu yang lebih padat. Hingga saat ini,  tahu gimbal masih diminati oleh masyarakat di Kota Semarang. Rasanya gurih dan manis dari sambal kacang serta sensasi renyah dari udang dan tahu goreng membuat makanan ini tidak usang dimakan waktu.

Hal ini terlihat dengan banyaknya penjual tahu gimbal di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut. Salah satu warung penjual  tahu gimbal yang legendaris adalah Warung Tahu Gimbal Lumayan Pak Man. Warung ini juga dikenal dengan Warung Tahu Gimbal Plampitan dan sudah berdiri sejak 1950an.

Baca juga: Kasus Hepatitis Terbanyak di Jawa Tengah Ada di Brebes, Segini Totalnya

Nama ‘Plampitan’ diberikan karena lokasi warung tersebut berada di Jalan Plampitan dan tidak jauh dari Hotel Plampitan. Lokasinya juga terbilang sangat strategis karena berada di pusat kota. Meskipun warungnya kecil dan hanya menampung 10 orang saja, warung tahu gimbal ini sudah menjadi favorit warga untuk menyantap tahu gimbal.

Setiap hari, warung ini buka dari jam 11.00 WIB dan tutup jika sudah habis, Untuk satu porsi tahu gimbal yang mengeyangkan dibanderol seharga Rp22.000 jika tanpa telur dan Rp30.000 untuk paket tahu gimbal dan menggunakan telur.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

+ PLUS Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

Koalisi organisasi perlindungan hewan Act for Farmed Animals bersama Open Wing Alliance menyelenggarakan protes massal menuntut McDonald’s Asia menghentikan penggunaan telur ayam dari kandang baterai.

Berita Terkini

Cegah Kecelakaan, Objek Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mendesak pemerintah segera membuat kebijakan yang mewajibkan tempat wisata menyediakan tempat istirahat bagi sopir bus pariwisata.

Rob Mulai Surut, Truk Antre Masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Banjir rob yang melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sudah mulai surut pada Jumat (27/5/2022).

Ganjar Ikut Salati Jenazah Buya Syafii Maarif

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, hadir secara langsung ke Kota Jogja untuk melayat jenazah mantan Ketua PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif.

Jejak Harimau di Banjarnegara Misterius, Ini Hasil Penelusuran BKSDA

Berikut hasil penelusuran BKSDA Jawa Tengah (Jateng) terkait kabar kemunculan harimau di kawasan perkebunan di dekat permukiman warga desa di Banjarnegara.

Asl-Usul Cilacap, Bekas Kekuasaan Pajajaran & Mataram Islam

Asal-usul Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah memiliki kisah sejarah yang unik.

Hampir Seluruh Pantura Jawa Tengah Tergenang Rob, Pati Paling Parah!

Kabupaten Pati disebut sebagai wilayah yang terdampak banjir rob paling parah di pesisir pantura Jawa Tengah.

Momok Sejak 1990, Ini Penyebab Utama Banjir Rob di Semarang

Penyebab banjir rob di Semarang menjadi momok yang telah diperingatkan para akademisi sejak 1990.

Pasar Kelet Jepara Kebakaran, 4 Kios Ludes Terbakar

Pasar Kelet yang ada di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengalami kebakaran.

Menteri PUPR: Cepat Tutup Tanggul Jebol di Semarang Pakai Karung Pasir!

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memerintahkan agar tanggul yang jebol di Semarang lekas ditutup memakai karung pasir terlebih dahulu.

Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Truk di Alas Roban Batang

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Jalan Lingkar Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022) siang.

Tabrakan Karambol 4 Truk di Alas Roban, 1 Meninggal

Tabrakan karambol yang melibatkan empat truk terjadi di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jateng, Kamis (26/5/2022).

BKSDA Jateng Sebut Jejak Satwa Liar di Banjarnegara Bukan Tapak Harimau

Warga di Desa Penawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menemukan jejak satwa liar di area persawahan dan kebun sekitar hutan Jlegong desa setempat.

Cegah Air Masuk, Pembangunan Tanggul Darurat di Tanjung Emas Dikebut

Pembangunan tanggul laut darurat di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dikebut.

Ngeri! Begini Kronologi Penganiayaan Hingga Korban Tewas di Jepara

Begini kronolohi kejadian sekelompok warga menganiaya tiga pemuda hingga akhirnya satu korban meninggal dunia.

Banjir Rob, 4 Kapal Batal Bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Empat kapal gagal bongkar muat di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, karena banjir rob yang menggenangi kawasan itu.