Kompleks pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (23/2/2018). (Bisnis-Dok)

Solopos.com, WONOGIRI — Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, berencana menyurati Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terkait rencana mediasi antara Pemkab Wonogiri, Pemkab Sukoharjo, dan PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo.

Mediasi itu digelar dalam rangka menemukan solusi atas persoalan bau limbah PT RUM yang menyebar di Sukoharjo hingga Wonogiri. Sebelumnya, Gubernur menyatakan akan menggelar mediasi dalam sepekan ke depan terhitung Senin pekan lalu. Namun, hingga Senin (2/12/2019), mediasi tak kunjung digelar.

Mediasi itu akan mempertemukan Pemkab Wonogiri, Pemkab Sukoharjo, PT RUM, dan perwakilan masyarakat.

“Sampai hari ini kami belum diundang. Kami sebelumnya sempat ke PT RUM untuk meminta kepastian aspek teknis penyelesaian masalah ini bisa diterima secara sosial. Baru langkah itu yang kami tempuh,” kata Joko Sutopo, saat ditemui wartawan, Senin (2/12/2019).

Joko menjelaskan saat ini perkembangan mediasi itu masih jalan di tempat. Menindaklanjuti hal itu Joko Sutopo hendak berkirim surat kepada gubernur untuk mempertanyakan perkembangan mediasi.

“Ada fungsi koordinasi dengan provinsi. Kalau saya melangkah sendiri nanti dikira tidak disiplin dengan fungsi koordinasi yang dijadwalkan. Mungkin satu-dua hari ke depan saya akan berkirim surat,” ujar dia.

Sebelumnya, Joko Sutopo mengaku sudah mendatangi kantor PT RUM di Nguter, Sukoharjo, Rabu (27/11/2019) lalu. Dia menagih solusi konkret PT RUM atas bau limbah yang sampai ke Selogiri dan Wonogiri.

Di kantor PT RUM, Bupati yang disapa Jekek itu ditemui Direktur PT RUM Rahmad dan General Manager HRD PT RUM Hario Ngadiyono. Kunjungan itu terjadi setelah mediasi kedua yang digelar Pemkab Wonogiri di kantor Setda Wonogiri, Jumat (22/11/2019) pekan lalu.

Dalam mediasi itu tidak tercapai kesepakatan antara masyarakat terdampak dengan PT RUM. Jekek sempat marah-marah saat mediasi itu dan menuding PT RUM tak serius menangani masalah bau limbahnya.

“[dalam kunjungan kemarin] Kami minta tanggapan serius PT RUM. Tak bisa warga kami hanya disodori cara pandang teknis. Kalau masih ada perbaikan sampaikan kepada kami dalam pemahaman yang dibalut sosial,” kata Jekek, Jumat (29/11/2019) lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten