Solopos.com, JAKARTA - Tagar #LulusanUI paling banyak dicari warganet pada Rabu (24/7/2019) di jejaring media sosial Twitter pasca-viralnya unggahan insta story seorang lulusan baru Universitas Indonesia (UI) yang menolak gaji Rp8 juta dari sebuah perusahan lokal.

Mayoritas warganet mencibir orang dibalik unggahan Insta Story tersebut karena dianggap angkuh dan tidak bersyukur dengan tawaran pekerjaan yang ia terima, sehingga membuat tagar ini semakin populer.

Tagar lanjutan yakni #gaji8juta masih bertengger di posisi 1 trending topic twitter Indonesia pada Kamis (25/7/2019) siang, mengingat tema ini belum luput dari pembicaraan publik.

Sejumlah pengguna Twitter menanggapi topik itu. Ada yang heran dengan penolakan gaji Rp8 juta tetapi ada juga yang memberikan solusi jika ingin mendapat pendapatan besar.

"ga perlu harus #LulusanUI tuk dapet duit di atas 8 juta. Tinggal buka usaha atau bisnis apa yg menjanjikan, inshaallah jangankan #gaji8juta perbulan, lebih dari itu bisa dpt. Intinya kudu sabar, krn semua berawal dari yg kecil sebelum jadi besar," cuit BayoNaJungals

Topik yang viral ini pun mendapatkan respon bijak dari pihak Universitas Indonesia yang mengungkapkan fakta dari survey yang dilakukan mengenai kepuasan para perekrut atas kinerja para alumni UI.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh CDC UI tahun 2018, 83 persen dari 230 institusi pengguna lulusan UI mengaku puas dengan kinerja lulusan UI, karena dianggap memiliki daya saing lebih baik dibanding lulusan non-UI.

Sementara itu, survey tersebut menampilkan fakta rata-rata masa tunggu lulusan UI memperoleh pekerjaan pertamanya adalah 3 bulan.

Survey yang dilakukan terhadap 2.735 lulusan S1 UI juga menunjukkan 60 persen dari mereka bekerja di institusi swasta, 35 persen diantaranya bekerja di sektor BUMN, dan sisanya adalah wirausaha.

Keunggulan dari lulusan UI dibandingkan lulusan non-UI yang dijabarkan dalam cuitan tersebut diantaranya; cepat mengerti, dapat beradaptasi dengan baik, menguasai pengetahuan dalam bidang bekerja, memiliki kemauan belajar, dapat bekerja sama dengan tim dan penuh inisiatif.

Sementara itu, keterampilan yang dianggap penting agar pelamar kerja berhasil mendapatkan pekerjaan diantaranya; kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, skill teknis dan pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilamar, kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan beradaptasi dan kemampuan analisis._indonesia/status/1153992959425073160">_indonesia/status/1153994823134638080">

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten