Tagana Suplai Makanan ke 15 Warga Karantina Mandiri di Mojosongo Solo
Ilustrasi virus corona (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Dinas Sosial Kota Solo menyediakan dapur umum untuk menyuplai makanan bagi warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, yang melakukan karantina mandiri. Dapur umum itu mencukupi kebutuhan makan warga sejak Minggu (22/3/2020) hingga Kamis (2/4/2020).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, dapur umum itu dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana). Mereka menyuplai makanan untuk 15 warga Mojosongo yang melakukan karantina mandiri.

Lokasi dapur umum berada di Kantor Dinas Sosial Kota Solo, Kecamatan Laweyan. Tagana menyiapkan makanan tiga kali sehari, yakni pukul 07.00 WIB, 12.00 WIB, dan 18.30 WIB.

Solo Segera Punya Bilik Sterilisasi Corona, Ini Wujudnya 

Kepala Dinas Sosial Kota Solo, Tamso, menjelaskan Tagana membangun dapur umum atas permintaan Lurah Mojosongo dan Camat Jebres. Dapur umum beroperasi selama 12 hari untuk menyuplai makanan ke warga Mojosongo yang melakukan karantina mandiri.

“Kami menyuplai makanan kepada 13 orang dewasa, satu balita, dan satu anak berusia enam tahun. Mereka tinggal satu kompleks, satu gang,” katanya kepada Solopos.com melalui sambungan telepon, Selasa (24/3/2020).

Makanan Bergizi

Menurut Tamso, Tagana bertugas memberikan bantuan saat terjadi bencana dengan membangun dapur umum. Tagana menjamin memberikan makanan bernutrisi kepada warga MMojosongo yang melakukan karantina mandiri.

Jokowi Jengkel ODP Corona Bandel Malah Ikut Rewang dan Jalan-Jalan

“Ada anggaran menyiapkan makanan dan minuman hingga Sabtu ini. Kami segera membuat Nota Dinas Wali Kota supaya dapat dibelanjakan bahan makanan hingga massa karantina selesai,” ujarnya.

Dia mengatakan, Tagana mengemas makanan yang kemudian didistribusikan kepada tokoh masyarakat atau ketua RT setempat. Makanan tersebut akan disalurkan oleh ketua RT ke rumah-rumah warga yang melakukan karantina mandiri di Mojosongo.

Update! 686 Kasus Positif Corona di Indonesia, Jateng Tambah 4

Sebagai informasi, Tagana merupakan tim di bawah Kementerian Sosial. Mereka bertugas meningkatkan kualitas dan perlindungan sosial kepada korban bencana di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Tagana terdiri hampir 50 anggota. Yang memiliki kartu tanda dari Kemensos baru 30an anggota. Sisanya baru kami usulkan,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho