Arsip Berita cerpen

Cerpen Seekor Kucing yang Tiba Tepat Lima Waktu

Semua yang salat di musala mengenal si Meong. Dia akan membalas mengeong ketika para jemaah menyapanya.

Cerpen Sandal Keramat

Dengan perasaan campur aduk, siang itu juga Anam keluar pesantren, bukan sebagai alumni tetapi sebagai pencuri.

Cerpen Anjing Gunung, Pendaki, dan Malaikat Maut

Lolongan pilu semakin bulat berharap gema, menyebarkan rasa kehilangan. Pendaki berhenti mengikuti langkah malaikat maut. Ada yang tak ingin ia pergi.

Cerpen Nyai Sagopi

“Aku bersumpah, sedikitpun aku tak bermaksud menjadi sang penghibur malam itu."

Cerpen Wulan dan Sendang Siwani

Hujan membersamai Wulan menghadapi malam. Kenangan bersama Pras tiba-tiba hadir lagi dalam putaran otaknya.

Cerpen Noktah Hitam dan Lautan Perempuan

Sulastri dan pasangan kumpul kebonya kembali ke Jakarta. Penghasilan pemulung tak memuaskan. Subandi mencari akal. Digadaikannya Sulastri pada bandot tua kaya.

Cerpen Keluarga Bisu

Kepada ayah, aku melempar muka. Kepada ibu, yang mulai pulang larut dan setengah sinting karena gemar tersenyum kepada ponselnya, aku tak peduli.

Cerpen Ketika Lurah Jombang Sakit Gigi

Lurah Desa Jombang itu muncul dari balik pintu. Mukanya pucat dan merah.

Cerpen 180 Derajat

Jika mereka menilai ada kebijakan yang merugikan rakyat, mereka tidak tinggal diam. Mereka akan turun ke jalan.

Cerpen Pertempuran Terakhir di Timor Timur

Salah seorang tentara maju sambil menenteng cangkul. Ia mulai mencangkul tanah merah, lalu melontarkan tanah merah itu ke bagian kaki mayat komandan.

Cerpen Pelayan Tuhan di Daerah Baduy

Tiba-tiba, ia merasa ada seseorang menepuk pundaknya. Pastor Wisnu berbalik, dan melihat bayangan sosok lelaki tua dengan ikat kepala, mengenakan gelang dan kalung manik-manik melingkar di lehernya.

Cerpen Ramadan Besok Ganti Kiai

Pada liburan suaminya kali ini Asri dan Bagiyo memutuskan untuk berkeliling kota membagikan makanan untuk buka puasa gratis bagi orang-orang yang membutuhkan.

Cerpen Penyebab Listrik Padam

Dua orang mandor dari kantor PLN turun dari mobilnya. Kontan mereka mendekati galian dan melihat orang-orang berkumpul dengan muka-muka bercelemot penuh lumpur.

Cerpen Obituari Mei

Suara itulah yang selalu mengingatkanku pada peristiwa menjijikkan di 10 tahun yang lalu.

Balai Bahasa Provinsi Jateng Ajak Santri di Rembang Kreatif Menulis Cerpen

Literasi di kalangan santri diharapkan meningkat ke arah yang lebih kreatif dan modern. Kegiatan bimtek menulis bagi santri ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam menciptakan moderasi di kalangan umat.

Cerpen Balerina Dini Hari

Mira terus berputar. Seperti baling-baling. Sampai tubuhnya menghantam sesuatu... Itu tubuh suaminya, yang kemudian mendekapnya erat supaya tidak oleng.

Cerpen Sepanjang Bengawan Membawa Sisa Kenangan

Tubuhmu menggigil. Tanganmu berusaha menjangkau tepi-tepi bebatuan. Arus yang deras terus membawa tubuhmu, membentur bebatuan.

Cerpen Istri Simpanan

menjadi istri simpanan terpaksa dilakukan seorang perempuan demi memenuhi kebutuhan hidup ibu dan adiknya.

Cerpen Sambal Tumpang Rusak

“Biasa itu, Mas! Orang kaya memang aneh, punya duit banyak nyatanya sarapan cuma nasi tumpang. Mas lihat kan, yang datang ke sini kebanyakan bermobil?”

Cerpen Tiga Tetes Darah Pemikat

Ambil darah dari jari manismu, tiga tetes saja. Entah bagaimana caranya, darah itu harus bisa masuk ke dalam tubuh perempuan yang kau cintai.

Cerpen Bunyi Klakson dan Asmara di Sekitarnya

Tinah menjadi magnet tersendiri baginya, hingga tak jarang ia harus rela melupakan pelanggan di kampung-kampung lain. Fokus menuju kompleks perumahan tempat tinggal Tinah.

Lelaki yang Tergila-Gila Pada Upacara

Kakek Oes bercerita, saat memasuki tribun kehormatan, semua yang ada di sana, Pak Bupati dan para pejabat lain mendadak berubah wujud menjadi segerombolan manusia berkepala serigala.

Cerpen Lelaki Jempolan

Matropik memang lagi-lagi harus mengakui kalau Pak Giat itu jempolan, sungguh benar-benar jempolan karena meski sudah ke dokter konsultasi KB tapi masih tetap bisa membuat istrinya hamil lagi.

Cerpen A Pa dan Tarian Barongsai Merah Putih

Migrasi besar-besaran orang Tionghoa selatan ke Hindia Belanda turut membawa barongsai pada masa Kasunanan Kartasura.

Cerpen: Setelah Di-PHK

CERPEN: Karyawan Istimewa

CERPEN: Untung-Surapati

CERPEN: Pelukis Bak Truk

CERPEN: Buronan Malaikat Maut

Pembunuh Bayaran dan Pageblug

Sudah sepuluh kali Wirsu menanyai Lumintu perihal siapa yang menyuruhnya, setiap satu pertanyaan itu dilontarkan Wirsu sambil memotong satu ruas jari Lumintu, berurutan dari jempol ke arah kelingking, tangan kanan ke tangan kiri. Namun sama sekali Lumintu tak mau mengaku.

Perempuan Berjemari Kuning

Lewat jemari kecil yang kian menguning, diolahnya jamu bubuk menjadi lebih diminati anak muda dengan kemasan modern. Hal terakhir pula yang membuat kami menjadi dekat.

Lelaki yang Mencintai Kopi

Dan seperti biasa, dua minggu setelah keluar ICU, Ladrak kembali melakukan ritualnya; nongkrong di warung dekat rumahnya, menyeruput kopi dan mengisap kretek. Seolah hendak kembali merayakan kemenangan karena lolos dari kematian.

Paman

Paman beberapa kali mujur, bisa melewatinya, tapi beberapa jebakan dan ranjau berhasil melukai dirinya.

Pemimpi

Aku berlalu dari meja yang penuh kenangan itu. Yang selama tujuh tahun itu berada di tempat itu. Tempat kami mendengarkan lagu-lagu balada romantik.

Sri

Kupandangi gadis kecil yang tertidur pulas di depan TV, kubuang? Atau kubunuh? Ah Gusti. Apakah ini takdir untuk hambaMu yang bernama Sri ini.

Hikayat Pencopet

Sekali kalian ketahuan mencopet orang miskin, aku sendiri yang akan menghajar kalian. Kita ini sama-sama miskin. Sama-sama lemah. Tidak boleh merugikan yang miskin.

Duit Lanang

Di Jakarta itu banyak duit lanang. Duit lanang itu uang yang dihasilkan laki-laki di luar gaji pokok. Gaji pokok itu uang istri. Sudah diberikan kepada istri. Sedangkan bonus, komisi, uang saku, uang sabetan itu uang lanang dan harus disalurkan kepada yang selain istri.

Tulah Kemarau

Dulu di masa-masa kemarau seperti ini, diesel-diesel besar dinyalakan di pinggir Bengawan Solo. Siap mengalirkan air ke seluruh pelosok melalui saluran air dan warga bebas menggunakan untuk mencuci atau mandi.

Kilauan Permata di Hari Lebaran

Sekar menangis antara sedih dan bahagia. Sedih tersebab ditinggal minggat bojo dan dipleroki mertua. Bahagia karena memiliki anak seperti Panji yang bisa menjadi pelipur lara. Sekar berjanji akan membesarkan Panji meskipun tanpa keberadaan suami di sisi.

PESANTREN JURNALISTIK

ILUSTRASI CERPEN

Balai Soedjatmoko gelar pameran ilustrasi

Pentas teatrikal cerpen