Arsip Berita cerpen

Cerpen Ia yang Dibunuh Tiga Kali

Ia menangis sampai langit terang. Bayangan laki-laki yang menerkamnya dua tahun lalu di kampusnya kembali hadir.

Cerpen Perempuan di Dalam Mimpi Indahku

Aku merasa mengenalnya. Tidak salah lagi, ia adalah perempuan yang selalu ada dalam mimpi indahku.

Cerpen Sumo Gali Bersumpah Tidak Membunuh

Sumo Gali masih mematung di jendela. Jantungnya berdegup kencang dan ia merasa perlu sedikit waktu untuk menenangkannya. Dilihatnya Gayatri mengelus-elus paha kanannya.

Cerpen Guruku Hilang Ingatan

Kadang aku berpikir, jangan-jangan mereka berpacaran. Bibi Narsih yang sudah menjanda dua kali dan belum pernah punya anak, dengan Paman Margono yang masih melajang.

Cerpen Karmin Ingin Kliwon Menjalani Tes DNA

Karmin baru pulang sebulan kemudian dan yang pertama kali dia omongkan ke Pariyem adalah soal tes DNA itu. Dia curiga istrinya telah selingkuh.

Cerpen Orang-Orang Pabrik

Sepekan sekali seorang gadis mendatangi pabrik sambil membawa setangkai mawar. Orang-orang pabrik mencurigainya sebagai orang jahat, hingga sebuah rahasia kelam akhirnya terungkap.

Cerpen Bimo dan Dursilawati

Tak harus melewati Padang Kurusetra dan mengadu senjata, Bimo dan Dursilowati pun bisa bertemu di tempat fotokopian.

Cerpen Gelar Haji

Laki-laki dengan gelar haji yang tak pernah berubah tabiatnya sekalipun haji tiga kali itu, pastilah akan membanggakan kehajiannya kemudian memberitahukan ke setiap orang.

Cerpen Pembuktian

Aku yakin Djenar pasti jeli membaca cerpenku, dan akan memberikan banyak catatan. Padahal, sejujurnya niatku mengajaknya bertemu bukan untuk keperluan itu.

Cerpen Kisah Cinta Lelaki Gandrung

Kata orang-orang, bapakku miskin dan buruk rupa. Mereka bingung mengapa Ibu memilih Bapak, bukannya menjadi istri keempat Pak Warta yang kaya raya.

Cerpen Samurai Terakhir

Yang membuatku lebih miris, ternyata di tubuh kuning bertatokan naga itu penuh dengan bekas luka bacokan senjata tajam.

Cerpen Nasi Liwet Pertama dan Terakhir

Aku merutuki nasi liwet sialan dan kedua kakakku yang kupikir akan pulang tapi tak kunjung tiba.

Cerpen di Kolong Ranjang

Mata batinku mampu menembus kenyataan yang tersembunyi di balik suatu kejadian.

Cerpen Surat Tanah

Aku sudah tua, Nak. Tidak mungkin aku mati sambil membawa surat tanah.

Cerpen Kereta Terakhir Malam Itu

Si kakak menyambar kain yang ada di samping si adik, bergegas dia berlari mendekat ke arah palang kereta. Di sana si kakak mulai mengelap kaca mobil yang berhenti untuk mengais rezeki.

Cerpen Pesan dari Budhe Sarmi

Mirna masih memikirkan kata-kata Budhe Sarmi perihal nama anaknya yang dinilai terlalu berat. Ia paham akan kepercayaan orang tua yang masih sering mengaitkan semuanya dengan mistisisme.

Cerpen Remote Langit

Beberapa orderan menghentikan atau menurunkan hujan sudah kupenuhi. Ada yang berhasil. Ada pula yang gagal.

Cerpen Ziarah Wali

Setiap enam bulan sekali, Ustaz Husen mengoordinasi warga untuk melakukan ziarah wali. Nyatanya bukan makam walisongo, tapi makam Mbah Priok.

Cerpen Aku Memilih Menjadi Air

Aku tahu, kau dibuat menderita di hari-hari terakhirmu, tetapi tak mungkin mereka bisa menghapus sejarah bangsa kita beserta pengorbananmu. Juga kisah cinta kita. Tak bisa.

Cerpen Diciumnya Bibir Ibunya yang Tersenyum

Hanya bisa menangis juga Mira saat ibunya mengadu ke orang-orang yang menjenguknya bahwa Mira tak ikhlas merawatnya. Sering lupa menyediakan makan-minum.

Cerpen SIM C

Di usianya yang telah mencapai seperempat abad, dia belum sempat merasakan bagaimana rasanya punya SIM. Bahkan untuk sekadar SIM C pun dia tidak pernah memilikinya.

Cerpen Ada Ular di Atas Tubuh Ibu

Saat Tini melihat langsung dari celah lubang kunci, ia pun terkejut. Ternyata ada seekor ular sedang menandak-nandak di atas tubuh Sukaesih. Tini pun menjadi gelisah dan khawatir.

Cerpen Pabrik Bayi dan Sekolah Bela Diri

Sarmin takut akan dibunuh Dulmatin, preman terkuat di kota ini. Sarmin khawatir akan didatangi Dulmatin jika mengetahui bahwa ia yang menghamili Kantil.

Cerpen Seorang Cucu di Situs Planggatan

Suto menyukai candi karena menyimpan banyak cerita. Menyimpan banyak pelajaran. Hampir semua candi terkenal sudah didatanginya.

Cerpen Layangan

Mula-mula senar layangan dililitkan di tubuh Karyo. Senar itu akan menjelma selendang peri yang akan membawanya ke surga, begitu pikirnya.

Cerpen Ramalan Sang Pujangga

Dia menyebut adanya tujuh orang yang akan tampil dan terkenal di jagat kesusastraan Indonesia. Lalu, dia menyebut namanya satu per satu, tetapi saya mencatatnya enam nama saja.

Cerpen Beskap

Suaminya mengenakan beskap yang sama saat pernikahannya dulu. Sekarang, pesta pernikahan suaminya dan perempuan itu lebih gedhen.

Cerpen Menunggu Rustam di Bawah Jalan Layang

Suara mobil yang berseliweran di jalan layang itu makin bising, dan aku masih menunggu Rustam di tempat itu.

Cerpen Keluarga Maling

Mereka semua maling, sama seperti aku, dan sebagaimana ibu, ayah, adik, tante dan pamanku, dan bisa diteruskan sepanjang yang kuingat.

Cerpen Peristiwa Setelah Natal

Bagi Seo-jun, malam ini bukan lagi pesta perayaan Natal biasa, tetapi dengan adanya Hyena, malam ini menjadi momentum terbaik sepanjang sejarah perayaan Natal dalam hidupnya.

Cerpen Minuman Kedua

Aku ingat betul perjalanan itu persis seperti perjalanan saat kami berdua menuju vila enam tahun yang lalu. Hanya untuk kali ini kami tidak bergandengan tangan.

Cerpen Panduan Tidur Nyenyak

Setelah seminggu lebih anaknya tidak merasakan tidur dan kebanyakan mematung, akhirnya matanya kembali tertutup. Sekelebat, pikiran liar menghantui si ibu.

Mimpi Kecil Ayna, Cerpen Pemenang FAM 2021 Kategori SMA

Sebenarnya Ayna bisa saja tidak melakukan operasi ini. Tetapi bentuk tulang belakang Ayna yang mengharuskannya melakukan operasi agar tidak semakin parah.

Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Cerpen Nawang Lintang

Para penari haruslah seorang gadis suci. Kesucian mereka adalah mutlak sebagai persembahan agar Kanjeng Ratu Kidul bersedia datang menjadi penari ke-10 yang akan menyempurnakan prosesi.

Cerpen Di Sebuah Negeri Merdeka

Satu hal yang dijaga oleh Siti adalah menjaga diri dari utang, meski itu berarti harus bertahan hidup dengan tubuh yang kering kerontang.

Cerpen Larung Sengkala

Ini tentang keyakinan. Tentang apa yang Mak percayai. Ingat! Basir itu anak kulon kali. Dan kau, Surti, anak etan kali.

Cerpen Adu Domba

Ia menyusun strategi, agar pencemaran nama baik itu datang dari orang yang berpengaruh di kampungnya.

Cerpen Bapak dan Ikan Belanak

Sejak itu waktu-waktu pulang Bapak ke rumah juga berubah, makin lama semakin bertambah larut malam. Malah ada saat tidak pulang.

Cerpen Mak Ru Menebar Bunga

Mereka telah membakar dokumen dan kertas, siapa-siapa yang harus dihabisi. Maka mereka kebingungan menjawab pertanyaan Mak Ru.

Cerpen Selendang Laras

Suara Laras mungkin tidak semerdu yang lain. Akan tetapi wajah yang molek dan bentuk tubuh yang sintal menjadikan Laras sebagai waranggana yang sangat ditunggu-tunggu penampilannya.

Cerpen Algoritma Diferensial

“Kamu tahu tanda-tanda orang mau mati?” celetuk Warih tak menjawab.

Musim Gugur Angsana di Kampus Kita

Satryo percaya Elliya membaca emailnya. Namun tak satupun dibalasnya, tak sekalipun ia memaki.

Cerpen Jago

Jago yang Mbah maksud adalah laki-laki lain yang harus tidur denganmu. Hanya dengan laki-laki lain yang sehat dan perkasa, kamu bisa hamil.

Cerpen Persaingan di Kompleks Perumahan

Beberapa ibu di dekatnya tiba-tiba melompat dan menjerit-jerit histeris.

Cerpen Rahasia Dapur

Usiaku masih muda, Mas. Kita juga baru menikah. Kalau Mas mau melanjutkan hubungan ini. Segera kita pergi dari rumah ini!

Cerpen Lelaki Sejati

Dengan pucat, lelaki lain itu kembali mengenakan celana dan kebingungan saat Tommy terus menerus menggedor pintu sedannya.

Cerpen Mimpi-Mimpi Ki Banjari yang Menyelamatkan Desa

Beberapa dari kami yang sejak dulu tahu pengorbanan-pengorbanan Ki Banjari tentu tak ingin memindahkan makam Ki Banjari.

Cerpen Amplop

Kubuka tas selempang. Sebetulnya agak berat juga duit ini berpindah tangan. Tapi tetap saja kusodorkan uang sepuluh juta rupiah ke Pak Bayan.

Cerpen Harga Demi Belut Sawah

Jika nanti ia dapat belut itu, aku akan beli dengan harga berapa pun.

Cerpen Seekor Kucing yang Tiba Tepat Lima Waktu

Semua yang salat di musala mengenal si Meong. Dia akan membalas mengeong ketika para jemaah menyapanya.

Cerpen Sandal Keramat

Dengan perasaan campur aduk, siang itu juga Anam keluar pesantren, bukan sebagai alumni tetapi sebagai pencuri.

Cerpen Anjing Gunung, Pendaki, dan Malaikat Maut

Lolongan pilu semakin bulat berharap gema, menyebarkan rasa kehilangan. Pendaki berhenti mengikuti langkah malaikat maut. Ada yang tak ingin ia pergi.

Cerpen Nyai Sagopi

“Aku bersumpah, sedikitpun aku tak bermaksud menjadi sang penghibur malam itu."

Cerpen Wulan dan Sendang Siwani

Hujan membersamai Wulan menghadapi malam. Kenangan bersama Pras tiba-tiba hadir lagi dalam putaran otaknya.

Cerpen Noktah Hitam dan Lautan Perempuan

Sulastri dan pasangan kumpul kebonya kembali ke Jakarta. Penghasilan pemulung tak memuaskan. Subandi mencari akal. Digadaikannya Sulastri pada bandot tua kaya.

Cerpen Keluarga Bisu

Kepada ayah, aku melempar muka. Kepada ibu, yang mulai pulang larut dan setengah sinting karena gemar tersenyum kepada ponselnya, aku tak peduli.

Cerpen Ketika Lurah Jombang Sakit Gigi

Lurah Desa Jombang itu muncul dari balik pintu. Mukanya pucat dan merah.

Cerpen 180 Derajat

Jika mereka menilai ada kebijakan yang merugikan rakyat, mereka tidak tinggal diam. Mereka akan turun ke jalan.

Cerpen Pertempuran Terakhir di Timor Timur

Salah seorang tentara maju sambil menenteng cangkul. Ia mulai mencangkul tanah merah, lalu melontarkan tanah merah itu ke bagian kaki mayat komandan.

Cerpen Pelayan Tuhan di Daerah Baduy

Tiba-tiba, ia merasa ada seseorang menepuk pundaknya. Pastor Wisnu berbalik, dan melihat bayangan sosok lelaki tua dengan ikat kepala, mengenakan gelang dan kalung manik-manik melingkar di lehernya.

Cerpen Ramadan Besok Ganti Kiai

Pada liburan suaminya kali ini Asri dan Bagiyo memutuskan untuk berkeliling kota membagikan makanan untuk buka puasa gratis bagi orang-orang yang membutuhkan.

Cerpen Penyebab Listrik Padam

Dua orang mandor dari kantor PLN turun dari mobilnya. Kontan mereka mendekati galian dan melihat orang-orang berkumpul dengan muka-muka bercelemot penuh lumpur.

Cerpen Obituari Mei

Suara itulah yang selalu mengingatkanku pada peristiwa menjijikkan di 10 tahun yang lalu.

Balai Bahasa Provinsi Jateng Ajak Santri di Rembang Kreatif Menulis Cerpen

Literasi di kalangan santri diharapkan meningkat ke arah yang lebih kreatif dan modern. Kegiatan bimtek menulis bagi santri ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam menciptakan moderasi di kalangan umat.

Cerpen Balerina Dini Hari

Mira terus berputar. Seperti baling-baling. Sampai tubuhnya menghantam sesuatu... Itu tubuh suaminya, yang kemudian mendekapnya erat supaya tidak oleng.

Cerpen Sepanjang Bengawan Membawa Sisa Kenangan

Tubuhmu menggigil. Tanganmu berusaha menjangkau tepi-tepi bebatuan. Arus yang deras terus membawa tubuhmu, membentur bebatuan.

Cerpen Istri Simpanan

menjadi istri simpanan terpaksa dilakukan seorang perempuan demi memenuhi kebutuhan hidup ibu dan adiknya.

Cerpen Sambal Tumpang Rusak

“Biasa itu, Mas! Orang kaya memang aneh, punya duit banyak nyatanya sarapan cuma nasi tumpang. Mas lihat kan, yang datang ke sini kebanyakan bermobil?”

Cerpen Tiga Tetes Darah Pemikat

Ambil darah dari jari manismu, tiga tetes saja. Entah bagaimana caranya, darah itu harus bisa masuk ke dalam tubuh perempuan yang kau cintai.

Cerpen Bunyi Klakson dan Asmara di Sekitarnya

Tinah menjadi magnet tersendiri baginya, hingga tak jarang ia harus rela melupakan pelanggan di kampung-kampung lain. Fokus menuju kompleks perumahan tempat tinggal Tinah.

Lelaki yang Tergila-Gila Pada Upacara

Kakek Oes bercerita, saat memasuki tribun kehormatan, semua yang ada di sana, Pak Bupati dan para pejabat lain mendadak berubah wujud menjadi segerombolan manusia berkepala serigala.

Cerpen Lelaki Jempolan

Matropik memang lagi-lagi harus mengakui kalau Pak Giat itu jempolan, sungguh benar-benar jempolan karena meski sudah ke dokter konsultasi KB tapi masih tetap bisa membuat istrinya hamil lagi.

Cerpen A Pa dan Tarian Barongsai Merah Putih

Migrasi besar-besaran orang Tionghoa selatan ke Hindia Belanda turut membawa barongsai pada masa Kasunanan Kartasura.

Cerpen: Setelah Di-PHK

CERPEN: Karyawan Istimewa

CERPEN: Untung-Surapati

CERPEN: Pelukis Bak Truk

CERPEN: Buronan Malaikat Maut

Pembunuh Bayaran dan Pageblug

Sudah sepuluh kali Wirsu menanyai Lumintu perihal siapa yang menyuruhnya, setiap satu pertanyaan itu dilontarkan Wirsu sambil memotong satu ruas jari Lumintu, berurutan dari jempol ke arah kelingking, tangan kanan ke tangan kiri. Namun sama sekali Lumintu tak mau mengaku.

Perempuan Berjemari Kuning

Lewat jemari kecil yang kian menguning, diolahnya jamu bubuk menjadi lebih diminati anak muda dengan kemasan modern. Hal terakhir pula yang membuat kami menjadi dekat.

Lelaki yang Mencintai Kopi

Dan seperti biasa, dua minggu setelah keluar ICU, Ladrak kembali melakukan ritualnya; nongkrong di warung dekat rumahnya, menyeruput kopi dan mengisap kretek. Seolah hendak kembali merayakan kemenangan karena lolos dari kematian.

Paman

Paman beberapa kali mujur, bisa melewatinya, tapi beberapa jebakan dan ranjau berhasil melukai dirinya.

Pemimpi

Aku berlalu dari meja yang penuh kenangan itu. Yang selama tujuh tahun itu berada di tempat itu. Tempat kami mendengarkan lagu-lagu balada romantik.

Sri

Kupandangi gadis kecil yang tertidur pulas di depan TV, kubuang? Atau kubunuh? Ah Gusti. Apakah ini takdir untuk hambaMu yang bernama Sri ini.

Hikayat Pencopet

Sekali kalian ketahuan mencopet orang miskin, aku sendiri yang akan menghajar kalian. Kita ini sama-sama miskin. Sama-sama lemah. Tidak boleh merugikan yang miskin.

Duit Lanang

Di Jakarta itu banyak duit lanang. Duit lanang itu uang yang dihasilkan laki-laki di luar gaji pokok. Gaji pokok itu uang istri. Sudah diberikan kepada istri. Sedangkan bonus, komisi, uang saku, uang sabetan itu uang lanang dan harus disalurkan kepada yang selain istri.

Tulah Kemarau

Dulu di masa-masa kemarau seperti ini, diesel-diesel besar dinyalakan di pinggir Bengawan Solo. Siap mengalirkan air ke seluruh pelosok melalui saluran air dan warga bebas menggunakan untuk mencuci atau mandi.

Kilauan Permata di Hari Lebaran

Sekar menangis antara sedih dan bahagia. Sedih tersebab ditinggal minggat bojo dan dipleroki mertua. Bahagia karena memiliki anak seperti Panji yang bisa menjadi pelipur lara. Sekar berjanji akan membesarkan Panji meskipun tanpa keberadaan suami di sisi.

Siswa SMP Muh PK Solo Belajar Menulis Cerpen Bareng Tias Tatanka

Sebanyak 50 siswa mengikuti pelatihan menulis cerita pendek (cerpen) bersama penulis Tias Tatanka.

PESANTREN JURNALISTIK

ILUSTRASI CERPEN

Balai Soedjatmoko gelar pameran ilustrasi

Pentas teatrikal cerpen