Sejumlah warga melihat dan memeriksa puing-puing bangunan yang hangus terbakar setelah api padam di rumah kontrakan milik Mbah Yoso di Kampung Sumengko RT 002/RW 012, Sragen Tengah, Sragen, Sabtu (23/3/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Rumah yang dihuni empat orang di Kampung Sumengko RT 002/RW 012, Sragen Tengah, Sragen, ludes dilalap api dalam kebakaran hebat yang terjadi Sabtu (23/3/2019). Dua orang pelaku usaha kecil menengah (UKM) kripik singkong terkena luka bakar dalam musibah itu. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Rumah milik Mbah Yoso itu dihuni cucunya dan sebagian rumah dikontrakan kepada Sukasno dan Kliman dengan harga Rp2,5 juta per tahun. Sukasno dan Kliman mengontrak rumah itu untuk usaha pembuatan kripik singkong dan dijual keliling antarkampung. Joko Suwarno, 51, salah satu cucu Mbah Yoso almarhum, saat ditemui Solopos.com, Sabtu, menyampaikan peristiwa kebakaran itu terjadi pada pukul 06.30 WIB.

“Saat itu saya sedang sarapan di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara minta tolong dari rumah sebelah yang dihuni Sukasno dan Kliman. Saat hendak keluar rumah terjadi suara ledakan keras. Suaranya lebih keras dari suara mercon besar. Setelah 3 menit terjadi ledakan kedua. Saya keluar rumah dan api sudah merembet masuk ke bangunan utama rumah,” ujarnya.

Ia berusaha menyelamatkan isi rumah tetapi api sudah membesar. Akhirnya, semua tak bisa diselamatkan, termasuk 60 pasang burung lovebird milik adik Joko yang merantau ke Jakarta juga habis terpanggang.

“Ledakan itu ternyata berasal dari kompor gas di dapur penggorengan keripik singkong,” ujarnya.

Ketua RW 012 Sumengko, Sugiman, menambahkan peristiwa kebakaran itu bermula saat Sukasno hendak mengisi tabung gas jos dengan bahan bakar solar. Sebelumnya solar dituangkan ke ember. Dia menjelaskan penuangan solar itu dilakukan dekat gas melon yang digunakan untuk menghidupkan kompor gas untuk merebus kacang.

“Nah, saat itulah api kompor merembet dan langsung mengenai tabung gas melon. Tabung gas terbakar. Sukasno dan Kliman berusaha memadamkan api dengan menggunakan goni basah tetapi tidak berhasil. Sebagian solar dibawa keluar dan mereka berlari keluar diikuti suara ledakan tabung gas itu. Ya, ledakan dua kali,” ujarnya.

Sugiman menyampaikan dari keterangan petugas dari PSC 119 Sragen Sukasno dan Kliman mengalami lukas bakar dan dilarikan ke Puskesmas Sragen Kota. Dia menjelaskan Sukasno mengalami luka bakar pada lengkah kanan dan Kliman mengalami sengatan api pada bagian kening kanan. “Semuanya luka ringan. Jadi untuk sementara rumah tidak bisa dihuni,” ujarnya.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan Sragen Tengah, Ridwan Adi Sukmono, mendata jumlah kerugian material bersama warga. Dia menyebut sejumlah barang yang terbakar, seperti kulkas, sepeda angin empat unit, kompor, bahan kripik singkong, dan burung lovebird sebanyak 120 ekor serta bangunan rumah. Untuk isi rumah, sebut dia, kerugiannya Rp25 juta dan bangunan rumah yang didominasi kayu jati senilai Rp75 juta. “Jadi total kerugian mencapai Rp100 juta,” ujarnya.

Proses pemadaman kebakaran itu mendatangkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Selama proses pemadaman, tim damkar dibantu tim SAR dari PSC 119, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR Himalawu, Tagana, PMI, Info Cegatan Wilayah Sragen (ICWS), FKPPI, dan Polri.

“Ya, kerugiannya mencapai Rp100 juta. Penyebab kebakaran diduga karena ledakan kompor gas. Dua kompor gas dan kompor solar serta sisa solar menjadi barang buktinya,” kata Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melali Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten