Penjaga kamar mayat mengurus dua jenazah diduga korban tabrak lari di ruang jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Kamis (14/11/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Dua pengendara sepeda motor berpelat nomor AE 3825 LV asal Ngawi, Jawa Timur, diduga menjadi korban tabrak lari di Jl. Sragen-Ngawi, tepatnya di simpang empat Bener, Ngrampal, Sragen, Kamis (14/11/2019) dini hari.

Mereka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat. Kedua jenazah dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen pada pukul 01.30 WIB.

Pantauan solopos.com, di lokasi kejadian terdapat coretan cat cair bekas olah tempat kejadian perkara dari pihak kepolisian. Ada bekas ban disertai bercak bewarna merah seperti darah sejauh sekitar 50 meter hingga hilang setelah di pinggiran aspal.

Di pinggiran aspal itu juga terdapat coretan cat air warna putih yang membentuk simbol orang. Di lokasi itulah diduga terletak salah satu korban.

Seorang warga yang tinggal di dekat perempatan Bener, tepatnya di Dukuh/Desa Bener RT 026, Ngrampal, Sragen, Suhadi, 71, saat ditemui Kamis pagi, mengaku mendengar suara benturan keras dari luar rumah pada pukul 01.00 WIB.

Semula ia tak berani keluar rumah. Setelah beberapa menit, ia mendengar ada seseorang berteriak meminta tolong.

“Saya memberanikan diri keluar. Ternyata ada dua orang tergeletak dan kemungkinan sudah tidak bernyawa. Yang satunya agak ke tengah jalan di perempatan dan orang yang satunya tergeletak di sebelah arah barat sekitar 50 meter tetapi di pinggir jalan beraspal. Saya tidak berani mendekat. Kemudian motornya Honda Vario lawas berpelat AE ada di dekat pelataran rumah saya,” ujar Suhadi.

Suhadi kemudian memberitahu satpam yang jaga di kediaman tetangganya supaya memberitahukan ke Polsek Ngrampal.

“Sepertinya tabrak lari tapi saya tidak tahu kejadiannya. Kemudian banyak orang yang datang saat polisi mengevakuasi korban. Evakuasi selesai sekitar pukul 02.00 WIB. Kemungkinan truk karena ada ganjel ban dan bekas botol air mineral,” ujarnya.

Kedua jenazah korban diurus oleh penjaga kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Mulyono, dan Dedy.

“Baru satu jenazah yang diketahui identitasnya, yakni yang luka berat di bagian kepala karena pecah. Yakni atas nama Agus Suyono, 32, warga Blandongan RT 002/RW 010, Ngawi, Jawa Timur," urai Dedy saat ditemui solopos.com di kamar mayat RSUD Sragen, Kamis pagi.

Sedangkan jenazah korban yang satunya belum diketahui identitasnya. Dia menyebut kondisi jenazah mengalami luka berat di hampir seluruh tubuhnya.

"Jenazah itu ditemukan berjarak 50 meter dari lokasi korban satunya. Dari ciri-ciri fisiknya orangnya lebih besar dari pada korban Agus. Keluarga belum ada yang datang ke RSUD karena ponsel milik korban juga rusak,” ujar Dedy

Sementara itu, Kapolres Sragen AKP Yimmy Kurniawan melalui Kasatlantas Polres Sragen AKP Sugiyanto membenarkan Agus Suyono, 32, warga Blandongan, Ngawi, dan satu rekannya yang belum diketahui identitasnya merupakan korban tabrak lari.

“Ya, mereka korban tabrak lari. Sepeda motor tersebut mendahului truk dengan kecepatan tinggi dan kemudian menabrak truk dari arah yang berlawanan,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten