Tabrak Gerobak Satai Hingga Berhamburan, Remaja Ini Harus Ganti Rugi Jutaan Rupiah

Seorang remaja 17 tahun di Jogja menabrak pedagang satai keliling hingga satainya berhamburan. Lokasi kejadian minim penerangan.

 Suasana di sekitar lokasi tabrakan yang melibatkan sepeda motor dan gerobak satai di kawasan Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di depan Bank BRI Unit Ngampilan, Selasa (14/9) sekira pukul 21.30 WIB. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Suasana di sekitar lokasi tabrakan yang melibatkan sepeda motor dan gerobak satai di kawasan Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di depan Bank BRI Unit Ngampilan, Selasa (14/9) sekira pukul 21.30 WIB. (Istimewa)

Solopos.com, JOGJA — Diduga karena minimnya lampu penerangan, seorang pengendara sepeda motor menabrak penjual satai keliling bersama gerobaknya di Jl. Letjend Suprapto, Jogja, Selasa (14/9/2021) malam. Tepatnya di depan Bank BRI Unit Ngampilan sekitar pukul 21.30 WIB.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, pengendara sepeda motor harus mengeluarkan duit lumayan banyak untuk mengganti rugi kerusakan yang dialami penjual satai.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Gedongtengen, Kompol Budi Riyanto, pengendara sepeda motor tersebut adalah Febri Nur Resa, 17, warga Kampung Badran, Kalurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Jogja. Sementara penjual satai bernama Mat Pongkor, 43, warga Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Jogja.

Baca Juga: Tempati Tanah Kas Desa, 3 Warga Pertanyakan Nasib UGK Tol Joglo

Saat insiden itu, Febri mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AB 4092 PH. Dia melaju dari arah utara dengan kecepatan cukup tinggi. Sementara Mat Pongkor disebut hendak menyeberang dari sebelah barat Bank BRI Unit Ngampilan ke sisi timur.

“Karena tidak adanya lampu penerangan jalan dan jarak terlalu dekat, pengendara sepeda motor tidak bisa menghindar akhirnya terjadi kecelakaan lalu lintas,” jelas Kapolsek, Kamis (16/9/2021).

Insiden itu disebut Kapolsek tidak menyebabkan luka yang serius. Hanya sepeda motor mengalami sedikit kerusakan dan begitu pula dengan gerobak santai. Satai juga sempat berhamburan di sekitar lokasi.

Baca Juga: BPUM Untuk 1.126 Pelaku UKM Jogja Cair, Segini Nilainya

“Atas kejadian itu akhirnya kedua belah pihak melakukan mediasi dan selesai secara kekeluargaan. Sehingga kasus tersebut tidak dilanjutkan ke kepolisian,” jelas dia.

Dalam mediasi itu, pengemudi sepeda motor bersedia mengganti rugi gerobak satai berikut kerugian lainnya. Adapun besaran ganti rugi yakni kurang lebih senilai Rp2,5 juta. “Kami imbau agar masyarakat tetap waspada di masa PPKM sebab lampu penerangan jalan masih ada yang dipadamkan di beberapa titik,” urai Kapolsek.


Berita Terkait

Berita Terkini

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.

Besok, Sekolah-Sekolah di Sleman yang Gelar PTM akan Di-Swab

Disdik Sleman akan menggelar sampling tes swab bagi siswa dan guru di sekolah yang menggelar PTM. Tes swab ini akan digelar di tiga kapanewon (kecamatan).