Polisi memeriksa kelengkapan surat berkendara salah satu pengemudi di simpang tiga Candi Prambanan, Klaten, Minggu (13/1/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Aparat polisi gabungan melakukan penyekatan di tujuh lokasi Kabupaten Klaten, Sabtu-Minggu (12-13/1/2019). Hampir 1.200 polisi dilibatkan untuk penyekatan tersebut.

Salah satu lokasi penyekatan peserta tabligh akbar persaudaraan alumni (PA) 212 di Solo itu berada di depan pos polisi simpang tiga Candi Prambanan. Polisi menyebar di berbagai titik kawasan itu dengan sebagian membawa senjata lengkap dan mengenakan rompi antipeluru. Sejumlah mobil dan sepeda motor diberhentikan polisi untuk mengecek bagasi serta kelengkapan surat berkendara. Hingga pukul 09.30 WIB polisi masih melakukan pengamanan di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan DIY tersebut.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan pengamanan dilakukan sejak Sabtu lantaran alllrencana kegiatan tabligh akbar PA 212 di Solo, Minggu tak mengantongi izin dari Polda Jawa Tengah. "Kami mengimbau agar yang akan berangkat ke kegiatan itu kembali ke daerah masing-masing. Kegiatan pengamanan ini juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kapolres saat ditemui di sela pengamanan di Prambanan, Minggu.

Kapolres menjelaskan ada tujuh lokasi penyekatan yang tersebar di wilayah perbatasan Klaten dengan kabupaten lain serta pusat kota. "Untuk penyekatan di Prambanan yang terbesar karena menjadi pintu masuknya peserta dari luar Jateng," jelas dia

Kapolres menjelaskan 1.200 personel tak hanya berasal dari Polres Klaten. Pengamanan dibantu aparat dari tujuh polres eks Polwil Kedu seperti dari Kabupaten Temanggung dan Banjarnegara. Selain itu, penyekatan melibatkan personel Brimob.

Kapolres menuturkan sejumlah orang yang kedapatan berniat berangkat ke kegiatan tablig akbar PA 212 di Solo sudah dihalau dan diminta kembali ke wilayah masing-masing. "Ada sekitar 12 orang yang diamankan ke polsek dan polres karena membawa atribut yang dilarang pada Minggu dini hari. Setelah kami mintai keterangan, kami imbau mereka kembali ke daerah masing-masing. Kasihan karena asal mereka jauh, dari Jawa Barat," kata Kapolres. (Taufiq Sidik Prakoso)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten