Tutup Iklan

TAAT PRIBADI DITANGKAP : Jadi Otak Pembunuhan, Dimas Kanjeng Terancam Hukuman Mati

TAAT PRIBADI DITANGKAP : Jadi Otak Pembunuhan, Dimas Kanjeng Terancam Hukuman Mati

SOLOPOS.COM - Dimas Kanjeng Taat Pribadi (Facebook.com)

Taat Pribadi ditangkap polisi dan dijadikan tersangka kasus pembunuhan.

Solopos.com, JAKARTA —Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Agus Rianto, mengatakan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang merupakan tersangka kasus pembunuhan Abdul Ghani akan dijerat dua pasal, yakni 338 dan 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana.

"Diterapkan pasal 338 dan 340 KUHP karena yang bersangkutan diduga orang yang mengatur, yang menyuruh," kata Agus di kantornya, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, seperti dikutip Solopos.com dari Okezone, Selasa (3/10/2016). Baca juga: Proses Rekontruksi Pembunuhan Abdul Ghani.

Selain Dimas Kanjeng, Polda Jawa Timur juga menetapkan lima tersangka lain terkait pembunuhan pria yang juga anggota Padepokan Dimas Kanjeng. Mereka berinisial W, WW, AS, K, dan RD. Namun, masih ada empat tersangka lainnya yang menjadi buruan polisi. "Sementara tersangka yang selain Taat Pribadi ini ada berapa eksekutor," katanya.

Ancaman hukuman dari Pasal 338, maksimal penjara selama 15 tahun. Sementara pembunuhan berencana sesuai pasal 340, pelakunya maksimal dijatuhi hukuman mati. Baca juga: Liku-Liku Padepokan Dimas Kanjeng.

Sementara itu, hingga Senin (3/10/20116) malam, ribuan pengikut Dimas Kanjeng mulai meninggalkan tenda-tenda di padepokan yang berada di Dusun Cangkelek, Desa Wangkal, Gading, Probolinggo. "Dari 3.119 pengikut yang semua bertahan di sekitaran padepokan, sekarang tinggal 86 orang di sana," kata Camat Gading, Slamet Hariyanto, seperti dikutip Solopos.com dari Antara, Selasa.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, mengaku prihatin dan menyayangkan masyarakat yang mempercayai praktik Kanjeng Dimas tentang penggandaan uang. Pasalnya, hal itu dinilai tidak masuk akal dan tidak berdasarkan ilmu agama.

Dia mengimbau kepada siapa saja yang berniat mencari guru dan mendalami ilmu agama, untuk melihat terlebih dahulu rekam jejak serta dasar keilmuannya, termasuk dari figur yang mengaku "sakti" seperti Taat Pribadi sekalipun.

"Jangan karena omongan teman dan diiming-imingi sesuatu yang tak masuk akal, kemudian ikut-ikutan bergabung serta menaati semua yang diajarkan meski sesungguhnya di luar nalar dan ilmu. Cari guru yang paham agama," ujar Gus Ipul yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Baca juga: Tak Ada Bungker, Polisi Temukan Singgasana & Mahkota Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Perusahaan Perkebunan Serat Terbesar Hindia Belanda Ada Di Wonogiri Loh, Ini Lokasinya

Perusahaan perkebunan serat yang memproduksi tali tambang kapal, karung goni, dan lain-lain pada masa Hindia Belanda ada di Wonogiri.

Tempe Bacem Kaleng Magelang Melintasi Melintasi Pasar Dunia

Usaha menengah kecil dan mikro di Kabupaten Magelang terus berinovasi, salah satunya pengrajin tempe dalam kaleng yang justru diminati pasar luar negeri.

Covid-19 Varian India di Kudus, Ini Langkah Gubernur Ganjar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta sejumlah pemerintah kabupaten di Jateng mencanangkan gerakan di rumah saja.

2 SMKN Jogja Ini yang Masuk Top 1.000 Sekolah Terbaik

Jogja punya sekolah menengah kejuruan negeri terbaik yang bisa lolos dalam Top 1.000 sekolah terbaik nasional berdasarkan nilai rerata TPS UTBK tertinggi pada tahun 2020.

Braak, Sepeda Motor Terjepit Seusai Tabrak Bus BST Dekat Flyover Purwosari Solo 

Kecelakaan lalu lintas antara Bus BST dan sebuah sepeda motor terjadi di Jl. Slamet Riyadi atau sisi timur Flyover Purwosari pada Minggu (13/6/2021)

Solo Uji Coba Angkutan Bus Listrik dan Bus Low Deck, Lewat Koridor Mana?

Bus listrik dan bus low deck segera diuji coba di jalanan Kota Solo, rencananya angkutan feeder juga akan diganti mobil bertenaga listrik.

Tradisi Memanggil Jin di Daerah Ini Jadi Atraksi Wisata

Tarian yang berisi tradisi memanggil jin ini telah menjadi bagian dari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.

Tanpa Lelah, Petugas Rutin Sterilisasi Asrama Haji Donohudan Boyolali

Sterilisasi kawasan Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, terus dilakukan untuk menekan potensi persebaran Covid-19.

Tahu Bakso, Kudapan Khas Ungaran yang Bikin Nagih

Selain dikenal dengan lumpia dan juga bandeng presto, Semarang juga memiliki jajanan khas, yaitu tahu bakso yang aslinya berasal dari Kota Ungaran.

Covid-19 India di Kudus, Gubernur Ganjar Minta Petugas Lebih Waspada

Petugas yang menangani pasien Covid-19 di  Kudus meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya persebaran Covid-19 varian India di sana.

2 Bulan Pelonggaran Kegiatan, Kasus Covid-19 di Wonogiri Tambah 1.200 Lebih

Selama dua bulan pelonggaran kegiatan warga di Kabupaten Wonogiri berlangsung, jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah lebih dari 1.200 orang.

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Menanamkan Pendidikan Karakter Anak

Pendidikan karakter yang dipahami secara parsial dan tidak tepat sasaran justru bersifat kontraproduktif bagi pembentukan karakter anak.