SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengeroyokan. (Dok/JIBI/Solopos)

Taat pribadi ditangkap. Pria yang akrab dengan julukan Dimas Kanjeng Kiai Taat Pribadi ini dikenal dengan praktek penggandaan uang.

Solopos.com, WONOGIRI — Aparat Polres Probolinggo, Jawa Timur, menetapkan 10 tersangka pembunuhan Abdul Gani yang mayatnya ditemukan di Waduk Gajah Mungkur (WGM) bawah jembatan Kedungareng, Sendang, Kecamatan Wonogiri, 14 April. Aparat Polres Wonogiri ikut andil dalam pengungkapan kasus tersebut.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Eko Marudin, Jumat (23/9/2016), bersyukur akhirnya aparat Polres Probolinggo dapat menangkap aktor di balik pembunuhan Abdul Gani, yakni Dimas Kanjeng Taat Pribadi, 46, di Probolinggo, Kamis (22/9/2016).

Taat Pribadi yang merupakan pemimpin padepokan itu diduga kuat sebagai otak pembunuhan. Taat orang ke-10 yang terlibat perkara tersebut. (Taat Pribadi Kiai Penggandaan Uang)

Menurut Eko pengungkapan kasus itu tak terlepas dari andil penyidik Satreskrim Polres Wonogiri yang dapat mengungkap identitas korban tak lama setelah mayatnya ditemukan di WGM. (Video Taat Pribadi Gandakan Uang)

Identitas Abdul Gani terungkap berkat kerja sama keluarga yang saat itu mengaku kehilangan anggota keluarga. Tak lama berselang polisi dapat menemukan mobil yang diduga sebagai sarana mengangkut mayat Abdul Gani ke Wonogiri, yakni Toyota Avanza putih berpelat nomor N 1216 NQ. (Kedok Gandakan Uang Terbongkar)

Identitas Abdul Gani dan barang bukti mobil menjadi pintu masuk untuk menelusuri orang-orang yang terlibat. Hingga akhirnya aparat Polres Wonogiri dapat menangkap salah satu tersangka yang memiliki peran atas tewasnya Abdul Gani, yakni Lombok. Hanya, Eko tak mengungkap peran tersangka tersebut.

“Setelah mengetahui kejadiannya di Probolinggo, kami menyerahkan semua alat bukti bersama tersangka Lombok kepada penyidik Polres Probolinggo. Setelah itu pihak sana yang mengembangkan penyidikan sampai akhirnya bisa menangkap tersangka-tersangka lainnya,” ucap Eko mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Ronald Reflie Rumondor.

Dia menginformasikan, pembunuhan Abdul Gani melibatkan banyak orang yang memiliki peran masing-masing. Eksekusi dijalankan santri padepokan, Boiran dan Kurniadi.

Boiran mencekik leher korban menggunakan tali. Sedangkan Kurniadi memukul tengkuk menggunakan besi. Penyedia sarana membuang mayat korban, Ahmad T.P., yang juga santri. Ada pula yang berperan sebagai pembuang mayat.

Pembunuhan dilakukan di padepokan. Semula korban dijebak akan diberi pinjaman uang oleh Taat Pribadi senilai Rp130 juta. Abdul Gani diminta datang ke padepokan. Sesampainya di lokasi dia langsung dimasukkan ke sebuah ruangan. Selanjutnya korban dieksekusi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya