Beberapa kapal nelayan ditambatkan di sekitar pelabuhan pantai Kota Pekalongan seiring dengan kondisi perairan laut sedang dilanda ombak besar. (Antara-Kutnadi)

Solopos.com, PEKALONGAN — Kesyahbandaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Rabu (8/1/2020), mengimbau para nelayan tidak melaut. Pasalnya, kondisi di perairan laut masih dilanda ombak besar.

Analis PPNP Kota Pekalongan Al Fajar Alam di Pekalongan, Rabu, mengatakan berdasar informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih berstatus Waspada Gelombang Tinggi. "Oleh karena itu, kapal nelayan tidak diizinkan berlayar karena kondisi perairan laut masih terjadi gelombang tinggi. Kondisi cuaca ini tentunya berpengaruh terhadap perizinan kapal untuk berlayar," katanya.

Menurut dia, pada awalnya PPNP hanya memberikan peringatan pada kapal besar yang akan berangkat untuk memenuhi persyaratan dan membuat surat pernyataan. Akan tetapi, kata dia, dengan terjadinya gelombang timbang di laut maka kapal nelayan tidak diizinkan berlayar.

Ia mengatakan saat ini kecepatan angin di sekitar PPNP mencapai 5 knot hingga 15 knot yang berasal dari arah barat daya sampai barat laut dengan kondisi tinggi gelombang laut 0,5 meter sampai 1,25 m. Namun, kata dia, gelombang tinggi masih berpeluang terjadi di perairan utara Jawa Tengah, Karimunjawa, dan Laut Jawa bagian tengah dengan ketinggian mencapai 1,25 m hingga 2,5 m.

Ia meminta pada para nelayan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri berangkat melaut apabila kurang kondusif. "Hari ini ada satu kapal yang mengajukan berlayar dan membuat surat pernyataan untuk dikeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB). Akan tetapi, kami tidak mengeluarkan izin berlayar sementara," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten