Tutup Iklan

Sutradara Ungkap Alasan Memilih Boyolali sebagai Latar Film “Petualangan Mengejar Petir”

Sutradara Ungkap Alasan Memilih Boyolali sebagai Latar Film “Petualangan Mengejar Petir”

SOLOPOS.COM - Pemain dan kru film Petualangan Mengejar Petir berfoto bersama di Kantor Bupati Boyolali beberapa waktu lalu. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)

Film Petualangan Mengejar Petir yang mengambil lokasi shooting di Boyolali akan diputar akhir Maret di bioskop.

Solopos.com, BOYOLALI -- Film Petualangan Mengejar Petir yang sebagian pengambilan gambarnya dilakukan di wilayah Boyolali akan diputar di bioskop akhir Maret 2018 nanti.

Menurut kanal Youtube yang merilis trailer resmi film Petualangan Mengejar Petir, Sabtu (24/2/2018), film garapan Fourcolour Films ini akan diputar di bioskop mulai 29 Maret 2018. Dalam trailer berdurasi 2 menit tersebut, film yang disutradarai Kuntz Agus ini menampilkan latar belakang pemandangan Boyolali yang indah, antara lain di Tlatar, Kecamatan Boyolali Kota, dan wilayah Kecamatan Selo.

Seperti terlihat pada detik ke 10 dan 17, tampak pemandangan sawah yang dibelah jalan berlatar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Lokasi ini disengaja dipilih Kuntz Agus untuk membangkitkan kenangan masa kecil penonton.

“Di Tlatar ada view bagus yang mirip seperti gambar anak kecil pada umumnya saat mereka menggambar pemandangan. Di sana ada hamparan sawah yang luas dan di tengahnya ada jalan, sedangkan latar belakangnya ada dua gunung,” ujarnya kepada wartawan saat sukuran dimulainya pembuatan film di Kantor Bupati Boyolali beberapa waktu lalu.

Baca:

Sementara itu, pada detik ke-28 trailer itu, gambar diambil di depan Mapolsek Selo, di mana Jaiyen, salah satu tokoh film ini, berdiri di sana. Di lokasi yang sama anak-anak beramai-ramai naik mobil pikap. Pada bagian lain, sutradara juga mengeksplorasi pemandangan indah lain di kabupaten yang dikenal sebagai Kota Susu ini.

Sementara itu, keterangan pada trailer menyebutkan film Petualangan Menangkap Petir bercerita tentang seorang anak kecil yang tumbuh besar dengan media sosial di Hongkong. Ceritanya bermula dari seorang bapak yang takut anaknya tumbuh sebagai orang asosial yang tidak mempunyai masa kecil yang seperti pada umumnya.

Akhirnya sang bapak memutuskan mengajak anaknya pulang dari Hongkong ke rumah kakek di Boyolali. Di Boyolali, sang bapak mengajak anaknya tersebut berinteraksi dengan alam, warga, dan anak-anak setempat. Akhirnya mereka memiliki mimpi untuk membuat sebuah film yang terinsipirasi sosok sang legenda penangkap petir, Ki Ageng Selo.

Film ini dibintangi Bima Azriel, Zara Leola, Fatih Unru, Abimana Aryasatya, Arie Kriting, Slamet Rahardjo, Putri Ayudya, Darius Sinathrya, Jidate Ahmad, dan lainnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Wiwis Trisiwi mengaku sangat bangga dengan film tersebut.

“Sebagai orang Boyolali, saya bangga. Film ini tentu bisa lebih mengangkat potensi wisata, utamanya wisata alam,” ujarnya kepada Solopos.com, Sabtu .

Selain itu, film ini juga mengandung pendidikan agar anak tidak hanya berkutat dengan media sosial tetapi juga harus mengenal orang dan lingkungannya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Lebih Pandemi Covid-19, Ini Hambatan Terberat Bagi Nakes Solo

Para tenaga kesehatan atau nakes di Kota Solo menghadapi banyak tantangan dan hambatan dalam menangani kasus Covid-19 selama pandemi.

Warga Solo Positif Covid-19 Dilarang Karantina Mandiri di Rumah, SE Terbit Hari Ini

Warga Solo yang terkonfirmasi positif Covid-19 meski tanpa gejala tidak boleh lagi menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Latihan Lagi, Persis Ingin Lapangan di Solo

Persis perlu berkoordinasi dengan Bhayangkara Solo Football Club (BSFC) yang juga memakai Stadion UNS sebagai tempat latihan.

Temui Dubes Palestina, Ketum PBNU: Menurut Al-Qur'an, Israel akan Kalah

Said Aqil mengatakan NU telah menyatakan dukungan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sejak 1938.

Ini 5 Ekses Setuju Kebijakan Baru Privasi Whatsapp

Whatsapp seperti dibahas SAFE net secara resmi menerapkan kebijakan privasi baru mulai Sabtu (15/5/2021) lalu.

Balon Udara Meledak di Delanggu Klaten, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

Polisi sudah meminta keterangan dari enam warga Dukuh Krapyak, Desa Sabrang, Delanggu, Klaten, terkait ledakan balon udara dengan petasan,

Pemudik Motor Wajib Rapid Test Antigen Acak saat Balik

Kemenhub bakal mengecek Covid-19 dengan rapid test antigen secara acak terhadap pemudik pengendara sepeda motor yang balik ke Jabodetabek.

Awas Licin! Belasan Sepeda Motor Berjatuhan Di Jalan Seputar Alut Keraton Solo

Belasan sepeda motor mengalami kecelakaan saat melewati jalan yang licin di seputar Alun-Alun Utara Keraton Solo pada Minggu dan Senin.

Gubernur Jateng Minta Seluruh RS Antisipasi Lonjakan Covid-19

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua rumah sakit di Jateng siaga potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran 2021.

Tahukah Anda? Tiap Zodiak Punya Bakat Terpendam!

Tahukah Anda, setiap pemilik tanda zodiak memiliki bakat terpendam yang mungkin bermanfaat untuk mengarungi kehidupan manusia.

Viral Pemotor Nyemplung Pantai Jepara, Ternyata Begini Ceritanya

Dalam video berdurasi 16 detik itu memperlihatkan seorang pemotor yang tengah terjebak di pantai.

Polrestabes Semarang Gelar Tes Antigen Acak Pemudik di Simpang Lima

Total ada sekitar 100 kendaraan dari luar daerah yang terjaring operasi Satlantas Polrestabes Semarang di Simpang Lima.