General Manajer PT PLN Unit Induk Pembangunan Jateng Bagian Tengah II Eko Priyantono Aviantoro. (Antara-I.C.Senjaya)

Solopos.com, SEMARANG — PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Tengah Bagian Tengah II menargetkan pembangunan jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Jepara, Jawa Tengah, menuju Cikarang, Jawa Barat rampung September 2019.

"Saat ini penyelesaiannya sudah mencapai 90%," ungkap General Manajer PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Tengah Bagian Tengah II Eko Priyantono Aviantoro di Kota Semarang, Jateng, Selasa (13/11/2018).

Ia menyebut pembangunan seluruh tower SUTET untuk jalur sepanjang 596 km tersebut telah selesai. Tahap selanjutnya, kata dia, pelaksanaan penarikan kawat untuk jaringan yang merupakan bagian dari proyek ketenagalistrikan Jawa-Bali itu.

Jika sambungan transmisi itu bisa terselesaikan, kata dia, maka diharapkan bisa turut menghemat operasional pembangkit yang dimiliki PLN. Dengan tersambungnya jaringan ini, jelasnya, maka Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambaklorok Semarang bisa dinonaktifkan.

"Selama ini pembangkit di Tambaklorok menggunakan BBM, nanti diganti PLTU Tanjung Jati yang menggunakan batubara," katanya.

Dalam pelaksanaan pembangunan jaringan transmisi ini, diakuinya terdapat sejumlah kendala berkaitan dengan pembebasan lahan. Ia menyebut masih adanya ketidaksapakatan atas ganti rugi di sejumlah bidang di Kabupaten Jepara.

Meski demikian, lanjut dia, PT PLN telah menempuh jalur konsinyasi atau menitipkan uang ganti rugi kepada pengadilan setempat. "Uang ganti rugi sudah dititipkan, jadi pelaksanaan pekerjaan bisa jalan terus," katanya.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten