Susy Susanti (badmintonindonesia.org)

Solopos.com, SOLO - Para pebulu tangkis Indonesia akan berlaga di ajang China Open 2019. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti meminta para wakil Indonesia bermain apik di turnamen itu agar mendapat poin lebih demi berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

Turnamen China Open 2019 akan digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, 17-22 September 2019. Sejumlah andalan Indonesia pun akan tampil di ajang ini seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo hingga Anthoni Sinisuka Ginting.

Susy mengatakan di turnamen China Open 2019 ini, para atlet bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin dan membaca peluang dalam menghadapi lawan. Saat ini penghitungan poin ke Olimpiade Tokyo 2020 semakin sempit dan akan berhenti di kejuaraan Badminton Asia Championships 2020, April mendatang.

"Saat ini yang paling stabil memang ganda putra, tapi ada beberapa sektor yang punya kesempatan yaitu ganda campuran dan tunggal putra. Di China Open Super 1000 tahun lalu, di Asian Games 2018, kita kan juga bisa dapat gelar dari tunggal putra," kata Susy kepada Badmintonindonesia.org, Senin (16/9/2019).

"Ganda campuran pun waktu itu bisa mengalahkan yang juara. Tapi kalau ketemu yang nggak juara, masih kalah juga. Jadi masih belum konsisten, belum yakin. Sebetulnya kematangan pemain itu bisa tertempa dari pertandingan demi pertandingan, banyak pengalaman dan pembelajaran," sambungnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten