Susah Bilang “Tidak”, Awas Terjebak Jadi People Pleaser
Orang yang tidak bisa berkata "tidak" bisa terjebak jadi people pleaser. (ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, SOLO – Beberapa orang punya kebiasaan sulit untuk mengatakan “tidak” ketika dimintai tolong. Orang ini, biasanya masuk dalam golongan orang baik di mata para temannya dan biasanya sangat diandalkan.

Namun, apa jadinya jika hal tersebut dilakukan terus-menerus hingga akhirnya menjadi kebiasaan, dan membuatnya melakukan hal yang merugikan. Tentunya, ini bukan lagi kebiasaan tapi jad kepribadian pada orang tersebut.

Sebenarnya, ada istilah yang tepat untuk menggambarkan tipe orang tersebut, yaitu people pleaser. Menurut seorang psikolog Amerika, Serita Susan Newman, people pleaser adalah seseorang yang selalu menepatkan kepentingan orang lain daripada kepentingan sendiri. Dengan kata lain, si people pleaser ini merasa “nggak enakan” secara berlebihan alias merendah.

Biasanya, orang dengan tipe ini punya ciri utama yaitu tidak bisa berkata “tidak”, suka menyenangkan orang lain daripada dirinya sendiri, sering meminta maaf dan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.

Misteri Sumur Emas Di Gondangrejo Karanganyar, Airnya Berkilauan Loh

Selain itu, orang tersebut akan merasa terbebani dengan berbagai hal yang harus dilakukan, karena hal yang harus dilakukannya merupakan jadwal tugas-tugas orang lain yang diberikan untuknya.

Ciri lain dari people pleaser, yaitu sering bepura-pura setuju, meskipun memiliki pendapat lain. ia juga bergantung pada pandangan orang lain, dan tidak mengakui perasaan sendiri dengan menyangkal setiap kali merasa marah, kecewa ataupun sedih.

Apabila anda termasuk dalam tipe orang tersebut, tentunya banyak orang akan memanfaatkan kebaikanmu dan malah membuat kesehatan mentalmu terganggu. Oleh karena itu, cobalah untuk berhenti jadi people pleaser demi kesehatan diri sendiri.

Berikut cara-cara agar Anda terlepas dari kepribadian ini seperti dilansir dari berbagai sumber, belum lama ini.

Merelakan Masa Lalu

Jika Anda memiliki trauma masa lalu, baik itu berupa penindasan ataupun bullying coba untuk lupakanlah. Hasil trauma yang tidak anda coba untuk relakan tersebut, yang menyebabakan anda takut tidak diterima orang lain ketika menjadi diri sendiri.

Sehingga, membuat Anda wajib untuk menyenangkan hati orang lain. Dengan merelakan masa lalu, Anda mungkin lebih legawa, mudah menerima diri anda, dan mencintai diri anda sendiri.

Mulai belajar berkata “tidak” dan ungkap pendapat dengan ramah

Menolak sesuatu tak melulu jadi akhir dari segalanya. Kebanyakan orang bisa menerima penolakan atau perbedaan pendapat, selama diungkapkan dengan baik-baik.

Anda bisa keluar dari kebiasaan people pleaser, dengan mengatakan tidak pada sesuatu yang kecil, mengungkapkan pendapat sendiri tentang sesuatu yang sederhana dan mengambil sikap pada sesuatu yang diyakini.

Jangan terlalu berusaha untuk selalu disukai banyak orang, karena disukai semua orang juga tidak mungkin. Ingatlah, meskipun hanya sedikit orang yang menyukaimu, itu cukup untuk kebahagianmu.

Coba Minta Bantuan kepada Orang Lain

Sesekali meminta bantuan kepada orang lain, tak membuatnya risih, justru membuatnya merasa menjadi orang yang penting. Jangan ragu untuk terlihat sedikit lemah dan butuh bantuan, sebab sedikit bantuan bisa meringankan bebanmu.

Daftar Jadi Rival Gibran Di Pilkada Solo 2020, Bajo Naik Kuda Balap Diiringi 9 Andong & Ribuan Orang

Belajar Kompromi

Menolak permintaan orang lain tak membuat anda jadi orang yang egois dan arogan. Anda dapat menentukan batasan yang jelas kepada orang lain dan selalu pilih solusi yang menguntungkan anda dan orang lain. Pilihan “ya” atau “tidak” merupakan pilihanmu, tapi ingat jadikan pilihan itu, jangan menjadi beban untuk dirimu ke depannya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom