Survei Sebut Hampir Separuh Warga Iran Memprotes Aturan Berjilbab

Survei Sebut Hampir Separuh Warga Iran Memprotes Aturan Berjilbab

SOLOPOS.COM - Seorang warga Iran memprotes aturan berhijab (Dw.com)

Mayoritas warga Iran memprotes aturan soal paksaan memakai hijab yang berlaku.

Solopos.com, TEHERAN – Masyarakat Iran dibuat heboh dengan dirilisnya hasil survei soal penggunaan hijab di kalangan wanita dewasa. Dalam laporan tersebut ditulis separuh dari penduduk Iran yang disurvei menganggap pemakaian hijab adalah pilihan pribadi masing-masing orang. Jadi, pemerintah tidak boleh memaksa warganya memakai jilbab.

Dilansir CNN, Selasa (6/2/2018), Pusat Studi Strategis Iran menyebut sekitar 49,2 persen dari 1.167 responden menyebut pemakaian jilbab adalah urusan pribadi. Mereka menilai aturan pemerintah yang mewajibkan penggunaan hijab semestinya dihapus. Sejalan dengan hal ini, pekan lalu ada 29 wanita yang memprotes kebijakan tersebut dengan cara melepas hijab di pusat keramaian.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan perubahan signifikan setiap tahunnya. Sebab, protes soal aturan berhijab terus meningkat sejak 2006 lalu. Berdasarkan data tersebut, pemerintah Iran mengumumkan polisi tidak akan menangkap wanita yang tidak berpakaian menurut syariat Islam sesuai dengan yang tercantum dalam Revolusi Islam 1979.

Pengumuman itu menjadi sinyal melonggarnya hukum bagi kaun wanita di Iran yang tidak berpakaian secara Islami. Sejumlah orang menilai, aturan ini dibuat karena Presiden Iran, Hassan Rouhani, adalah sosok yang moderat. Namun, sejumlah orang lainnya berasumsi jika aturan ini tidak akan bertahan lama mengingat kelompok Islam garis keras masih menguasai parlemen Iran.

Kendati demikian, sejumlah pengamat politik dan ulama Islam di Iran mengapresiasi kebijakan yang diambil Hassan Rouhani. Mereka menilai Hassan Rouhani adalah pemimpin yang mau mendengarkan suara rakyat. Sebab, gelombang protes soal aturan penggunaan jilbab  telah berlangsung sejak lama.

"Pemerintah mungkin ingin menunjukkan bahwa kekerasan terhadap orang yang tidak mau mengenakan jilbab adalah suatu kesalahan. Bagaimana pun tindak kekerasan adalah hal yang bertentangan dengan ajaran Islam," kata seorang ulama Iran, Fazel Meybodi, seperti dilansir New York Times.

Sebagai informasi, selama ini pemerintah Iran mewajibkan para wanita dewasa mengenakan hijab sesuai dengan aturan Islam. Namun, beberapa tahun belakangan aturan ini menuai protes dari masyarakat. Mereka menilai aturan mengenakan hijab secara paksa adalah simbol penindasan.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.