Survei IPO Terbaru: Kepuasan pada Kinerja Presiden Jokowi Kian Turun

Hasil survei Indonesia Political Opinion atau IPO menyebutkan kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus mengalami penurunan.

 Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Dok. Solopos.com/Antara)

SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Dok. Solopos.com/Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus merosot. Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi hanya mencapai angka 51%, sedangkan 47% menyatakan tidak puas, dan 2% ragu-ragu memberikan pilihan.

Hasil survei itu dilakukan IPO dalam kurun waktu 29 November-Desember 2021. Survei dilakukan di sejumlah desa yang dipilih secara acak, menggunakan random kish grid paper.

Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini 95%, dengan margin error 2,5%.

Baca juga: Kala Presiden Jokowi Tak Puas dengan Kinerja Menantu di Medan

Hasil survei IPO itu menyatakan kepuasan terhadap kinerja Presiden mencapai 51%, atau mengalami penurunan dibanding survei sebelumnya di bulan Agustus yang berada di angka 52%.

Pada periode Agustus 2021, angka ketidakpuasaan hanya mencapai 41%, dengan 7% penilaian ragu-ragu. Angka ketidakpuasan ini pun meningkat 4% hanya dalam kurun waktu tiga bulan.

“Persepsi kepuasan publik terhadap kinerja Presiden dalam penanganan pandemi masih belum dominan, cenderung kian menurun jika dibandingkan dengan survei periode Agustus 2021. Termasuk dalam hitungan detail turut terjadi penurunan pada bidang sosial, hukum dan politik. Bahkan, tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden berada di bawah persentase jumlah pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilu 2019,” ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, dalam keterangan tertulis yang diterima Solopos.com, Sabtu (4/12/2021).

Wakil Presiden

Tak jauh berbeda dengan kepuasan pada kinerja Presiden, Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, juga tak luput dari sorotan survei publik IPO. Ma’ruf Amin dalam perspektif publik hanya meraih kepuasan 31%, sementara 62% responden merasa tidak puas dengan kinerja Wakil Presiden, dan 7 persen menyatakan ragu-ragu. Jika dibandingkan dengan Presiden, penilaian publik atas kinerja Wakil Presiden terpaut sangat jauh.

“Tidak banyak berubah hasil survei ini dengan periode Agutus 2021. Posisi Wapres dalam persepsi publik tetap jauh di bawah tingkat kepuasan pada kinerja Presiden. Bahkan bidang sosial sekalipun yang paling dekat dengan ketokohan Wapres cenderung konsisten menurun hingga di angka 27 persen. Kondisi ini menandai semakin banyak publik yang tidak percaya pada kapasitas Wapres Ma’ruf Amin,” imbuh Dedi.

Baca juga: Hasil Survei: Soeharto Presiden Favorit Rakyat Indonesia

Secara detail, kinerja pemerintah pada bidang hukum dan politik, merupakan bidang paling signifikan berkontribusi pada penurunan angka persepsi publik, yakni hanya memuaskan di angka 39%. Sementara dua bidang lainnya, ekonomi dan sosial cukup baik. Pada bidang ekonomi, angka kepuasan pada kinerja Presiden mencapai 53%, sedangkan di bidang sosial sekitar 48%.

“Kontribusi terbesar penurunan persepsi publik dari kinerja bidang politik dan hukum. Juga, terkait kinerja Kementerian Kesehatan yang hanya mampu memuaskan di angka 36%. Tentu ini disayangkan, bagaimanapun kinerja Kemenkes paling disorot sepanjang pandemi Covid-19,” imbuh Dedi.

 

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Heru Hidayat Divonis Seumur Hidup, Jaksa: Ia Layak Dihukum Mati

Namun di mata mereka Heru yang Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera tetap layak dihukum mati sesuai tuntutan.

Ketimpangan Menurun dan Angka Melek Huruf Sragen Terendah di Soloraya

LBH Pers menilai pemidanaan dua orang polisi aktif penganiaya jurnalis Tempo di Kota Surabaya Nurhadi adalah preseden baik dalam hal perlindungan profesi jurnalis dan kebebasan pers.

Yusuf Mansur: Sekali Jatuhin Omongan Jangan Dipatahin

Yusuf Mansur mengajak seluruh karyawan Paytren untuk bergembira.

Sedekah Perusahaan ke Yusuf Mansur, Pengusaha Ini Mengaku Kecewa

Belakangan perusahaan tersebut dikembangkan Yusuf Mansur dengan branding Paytren.

Wow, Pebisnis Ini Sedekah Perusahaan kepada Ustaz Yusuf Mansur

Ia menyedekahkan perusahaan miliknya PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) untuk Pondok Pesantren Darul Quran melalui Yusuf Mansur

Faisal Basri Bakal Gugat UU Ibu Kota Negara

Faisal Basri menilai pengesahan UU IKN tergesa-gesa.

Kasus Omicron Melonjak, Ini Pesan Presiden Jokowi

Jokowi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap varian Omicron tetapi tidak perlu bereaksi berlebihan.

Sosok Sabdo Palon, Tokoh yang Dikenal Sebagai Penguasa Tanah Jawa

Inilah sosok Sabdo Palon yang dikenal sebagai tokoh penguasa Tanah Jawa.

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$35,34 M, Tertinggi Sejak 2006

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut neraca perdagangan Indonesia pada 2021 mengalami surplus tertinggi sejak 2006 atau 15 tahun lalu.

Kapolri Impikan Polisi Punya Kemampuan Auditor Keuangan

Kapolri menyebutkan, pentingnya pemberian sertifikat CSFA untuk para perwira menengah dan perwira pertama Polri agar memiliki kemampuan untuk melakukan audit.

Ahli Kepolisian: Penembakan Anggota Laskar FPI Seusai Prosedur

Penembakan empat anggota FPI yang dilakukan oleh dua polisi di Tol KM 50 tidak menyalahi prosedur karena insiden itu masuk kategori situasi ekstrem.

Kisah Dibalik Perubahan Nama Yusuf Mansur, Sama-Sama 2 Kali Dipenjara

Yusuf Mansur membeberkan kisah dibalik perubahan namanya dari Jam'an Nurchotib Mansur menjadi Yusuf Mansur, yakni sama-sama pernah dua kali dipenjara.

Gempa Afghanistan Telan Korban 22 Nyawa

Korban meninggal akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Provinsi Badghis, Afghanistan bertambah menjadi 22 orang, Selasa (18/1/2022).

Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas Badan Riset Negara

Vaksin Merah Putih menjadi salah satu jenis vaksin yang diharapkan menjadi vaksin yang dihasilkan oleh anak bangsa.