Tutup Iklan

Surat Palsu Galang Donasi 17-An Beredar di Sragen, Awas Tertipu!

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Surat diduga palsu yang mengatasnamakan Pemkab Sragen untuk meminta donasi peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI beredar di Bumi Sukowati.

Surat dengan kop berlogo Pemkab Sragen dengan stempel basah yang menyebut nama Pemkab Sragen diketahui setelah ada warga yang meminta konfirmasi ke Pemkab Sragen, Jumat (9/8/2019).

“Banyak warga yang meminta konfirmasi ke Pak Woto [Kabag Umum Setda Sragen R. Suprawoto] soal surat itu,” ujar salah satu pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen yang enggan menyebut namanya saat ditanya Solopos.com, Sabtu (10/8/2019).

Surat tersebut berisi permohonan donasi yang ditujukan kepada pelaku usaha pertokoan dan pelaku usaha lainnya di sepanjang Jl. Raya Sukowati Sragen. Surat tersebut ditandatangani SumSurat diduga palsu yang mengatasnamakan Pemkab Sragen untuk meminta donasi peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI beredar di Bumi Sukowatiardiyanto dengan nomor induk pegawai (NIK) 19651020700300100.

Kabag Umum Setda Sragen R. Suprawoto yang akrab disapa Woto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu siang, menyatakan surat itu salah, jelas palsu, dan oknumnya sedang diproses di kepolisian. Dia menyatakan Panitia HUT-74 Kemerdekaan Kabupaten Sragen tidak pernah meminta sumbangan seperti itu.

“Yang membuat surat itu ya orang yang golek-golek [cari-cari]. Namanya surat palsu ya stempel juga palsu, nama yang tanda tangan juga palsu. NIP itu pun juga palsu. Iya, sudah lapor polisi agar jadi pelajaran bagi pelakunya,” ujarnya.

Kabid Mutasi dan Pengembangan Karier Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Aris Tri Hartanto, langsung menyatakan surat itu fiktif karena NIP yang digunakan ngawur. Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto juga sudah mengetahui hal itu.

Dia mengatakan pelakunya masih dicari. “Tunggu tanggal mainnya saja!” katanya.

Sementara Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyatakan perkara pemalsuan surat itu masih didalami polisi. Kapolres sudah memerintahkan Kasatreskrim Polres Sragen untuk menyelidiki adanya korban di wilayah Kecamatan Sambungmacan.

“Pelakunya sudah teridentifikasi. Namanya tidak sesuai dengan nama yang tertera dalam surat itu. Pelaku menggunakan surat palsu untuk cari uang,” katanya.


Berita Terkait

Espos Premium

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Berita Terkini

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Nissan Bakal Mulai Bisnis Baru dan Gelontorkan $17,6 Miliar

Skema Nissan hadapi era elektrifikasi, salah satunya gelontorkan dana untuk bangun infrastruktur.

Waspada Omicron, Pejabat Negara Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

Larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Diterjang Lahar, Jaringan Air Bersih di Kali Boyong Sleman Putus

Hujan deras yang turun di puncak Merapi pada Rabu (1/12/2021) menyebabkan putusnya jaringan air bersih di Kali Boyong, Pakem, Sleman.

Reuni 212 bakal Digelar di Plaza Manahan, Kapolresta Solo: Tidak Boleh!

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan akan membubarkan massa yang nekat menggelar Reuni 212 Soloraya di Plaza Manahan maupun tempat terbuka lainnya.

Alami Gangguan Jiwa, Suami di Kudus Bacok Istri

Seorang ibu di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), menjadi korban penganiayaan atau pembacokan suami yang mengalami gangguan jiwa.

Pembuang Bayi dalam Kardus Di Nguter Sukoharjo Diduga Warga Sekitar

Polisi menduga pelaku pembuang bayi yang ditemukan meninggal dalam kardus di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, adalah warga sekitar.

Tidur Sambil Duduk, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, apakah ada risiko jika tidur dalam posisi duduk tersebut?

Indonesia Bertekad Hasilkan Terobosan Besar dari Forum G20

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat.

Sebut Penetapan UMK 2022 Jateng Inkonstitusional, Buruh Siapkan Gugatan

Buruh di Jateng yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah menyebut penetapan UMK 2022 di Jateng yang diputuskan Gubernur Ganjar Pranowo inkonstitusional.

Bupati Grobogan Minta Permasalahan Pertanian di MT Satu Diselesaikan

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengingatkan masih ada pekerjaan rumah terkait pertanian pada musim tanam satu (MT-1).

Duh, 1.826 Prajurit TNI Terinfeksi HIV/AIDS

Panglima TNI mengakui, kesatuan terus memberikan pendampingan kepada prajurit yang terinfeksi HIV/AIDS agar mereka bisa disiplin dalam melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan TNI AD.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Narkoba

Pasangan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie mengaku sudah siap mental untuk hadapi sidang perdana kasus narkoba

Flavio Beck Balik Kucing ke PSIS Semarang

PSIS Semarang kembali mendatangkan gelandang asal Brasil, Flavio Beck Jr, pada bursa transfer pemain tengah musim Liga 1 musim 2021-2022.