Supra Ditabrak CB Saat Menyeberang, Warga Sragen Meninggal Dunia

Satu warga meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan Solo-Sragen, tepatnya di Dukuh Jetak Pabrik RT 004, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Senin (29/11/2021) pukul 06.00 WIB.

 Petugas PMI Sragen bersama aparat Satlantas Polres Sragen melakukan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di wilayah Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, Senin (29/11/2021). (Istimewa/PMI Sragen
)

SOLOPOS.COM - Petugas PMI Sragen bersama aparat Satlantas Polres Sragen melakukan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di wilayah Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, Senin (29/11/2021). (Istimewa/PMI Sragen )

Solopos.com, SRAGEN – Kecelakaan maut terjadi di jalan Solo-Sragen, tepatnya di Dukuh Jetak Pabrik RT 004, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Senin (29/11/2021) pukul 06.00 WIB. Seorang pengendara motor Honda Supra asal Jetak Kidul, Desa Jetak, Sidoharjo , Sragen, Sukardi, 60, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kanit Laka Satlantas Polres Sragen Ipda Irwan Marviyanto saat dihubungi Solopos.com, mengatakan peristiwa itu bermula saat pengendara motor Honda Supra X 125 berpelat nomor AD 5624 AJES Sukardi berjalan dari arah barat ke timur di sisi jalan sebelah selatan atau melawan arus lalu lintas.

Sementara pengendara motor Honda CB 150 R berpelat nomor W 6024 XF yang dikendarai Budi, 40, warga Wates, Nganjuk, Jawa Timur, melaju dari timur ke barat.

Baca Juga: Keluarga Korban Meninggal Tabrakan Bus Rela di Sragen Terima Santunan

“Mejelang kejadian, pengendara Honda Supra X 125 menyeberang jalan dari selatan ke Utara. Pada saat bersamaan dari arah timur motor Honda CB 150 R melaju. Karena jarak yang terlalu dekat akhirnya pengendara motor Honda CB 150 R tidak bisa menguasai laju kendaraan hingga akhirnya membentur motor Honda Supra X 125 maka terjadilah kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutrisno berdasarkan data dari petugas PMI di lapangan menyampaikan saat dievakuasi kondisi korban Sukardi sudah meninggal dunia karena mengalami patah tulang leher secara tertutup, rahang bawah patah, luka sobek bibir atas, pendaharaan hidung, mulut, dan telinga kanan, dan luka-luka lainnya pada kepala, siku tangan kanan, dan paha kiri.

Ismail melanjutkan setelah PMI menerina laporan dari Call Center PSC 119 Sukowati Sragen pada pukul 06.14 WIB, petugas PMI langsung berkoordinasi dengan PSC 119 dan langsung menuju ke lokasi kejadian.

Baca Juga: Tabrakan Karambol di Sumberlawang Sragen, Begini Kondisi Kendaraan

Dia mengatakan petugas ke lokasi membawa ambulans Recue Medic Alfa 05 untuk evakuasi. Selama evakusi menggunakan alat pelindung diri level 1. “Selanjutnya korban dievakuasi ke Ruang Forensik RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.

+ PLUS Keraton Pengging, Cikal Bakal Kerajaan Pajang yang Hilang di Boyolali

Joko Tingkir yang menjadi raja pertama Kesultanan Pajang merupakan cucu dari Andayaningrat yang pernah memimpin Keraton Pengging.

Tim Gabungan di Bulu dan Mojolaban Gencarkan Patroli Tegakkan Prokes

Sasaran patroli yakni menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas malam agar tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), terutama saat berada di luar rumah.

Berkat KIP, Mahasiswa asal Miri Sragen Ini Bisa Kuliah Sekaligus Usaha

Berkat Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang warga Miri, Sragen, dari keluarga miskin bisa kuliah bahkan membuka usaha.

Segini Kerugiannya, Gara-Gara Bakul Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Sebanyak 256 pedagang Pasar Tanjung, Klaten mendadak mogok berjualan Senin (17/1/2022) sehingga menyebabkan perputaran uang mencapai Rp100 juta per hari terhenti.

Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.

Waduh! Pasar Tanjung di Klaten Sepi, Pembeli Kecele

Sejumlah pembeli kecele saat datang ke Pasar Tanjung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin (17/1/2022) pagi.

+ PLUS Piala Dunia U-20 Jadi Momen Emas Eksplorasi Sport Tourism di Kota Solo

Datanganya wisatawan domestik dan mancanegara saat gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023 bisa menjadi momen emas untuk pengoptimalan potensi destinasi sport tourism di Kota Solo.

Hipmi Boyolali Punya Ketua Baru, Program ke Depan Ingin Dampingi UMKM

Anggota Hipmi Boyolali sekitar 40 orang, terdiri dari pengusaha jasa kontruksi, pengusaha apotek, pengusaha tempat wisata, kuliner, peternak, konter, dan lain-lain.

Ini Lo Penyebab Retribusi di Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan

256 pedagang di Pasar Tanjung, Juwiring, Klaten, Jateng mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi karena memprotes kenaikan retribusi ugal-ugalan pada awal 2022.

Retribusi Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan, Bakul Mogok Berjualan

Sebanyak 256 pedagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendadak mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi.

Nunggak Semi Boyolali-Sukoharjo Angon Rasa ke Magelang, Ini Tujuannya

Komunitas Nunggak Semi adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial, seni dan budaya.