Suporter PSS Sleman Tewas Dilempari Batu, Polisi Segera Buru Pelaku
Suporter PSS Sleman berselebrasi setelah PSS Sleman memastikan diri lolos ke Liga 1 2019 seusai mengalahkan Kalteng Putra dengan skor 2-0 di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (28/11/2018). (Harian Jogja-Gigih M hanafi)

Solopos.com, SLEMAN - Seorang suporter PSS Sleman meninggal dunia setelah dilempar batu oleh sekelompok orang tak dikenal usai menyaksikan pertandingan PSS vs Persis Solo, Sabtu (19/1/2019). Pihak kepolisian pun tengah memburu pelaku pelemparan batu tersebut.

Seorang suporter PSS bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri, 20, yang berasal dari Klaten meninggal dunia akibat terkena lemparan batu. Korban mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito, Sleman, Sabtu (19/1/2019) malam WIB.

Adik korban, Muhammad Aflah Almanshurin, 15, menjadi saksi kejadian tersebut. Dia mengatakan insiden itu terjadi sepulang mereka dari menonton pertandingan PSS vs Persis Solo. Di ruas jalan raya Solo-Jogja, Asad mendapat lemparan batu dari rombongan orang tak dikenal melayang ke dada Asad.

Asad kemudian dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Yogyakarta yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian guna mendapatkan perawatan. Asad kemudian dirujuk ke RSUP dr. Sardjito, DIY. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIB setelah mengalami perdarahan di ulu hati

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sleman AKP Anggaito Hadi mengatakan saat ini pihaknya telah mengerahkan anggota untuk mencari pelaku pelempar batu yang menewaskan salah seorang suporter PSS Sleman bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri asal Klaten.

"Sesuai perintah dari Kaporles. Anggota Polres Sleman sedang mengusut peristiwa ini," kata dia kepada Harianjogja.com, Senin (21/1/2019).
Lebih lanjut, ia mengatakan Tim Polres Sleman sudah bekerja di lapangan sejak hari kejadian.

"Mohon doanya agar peristiwa ini bisa terungkap, anggota masih bekerja dilapangan," tambah dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, ia mengatakan saat ini jajarannya sedang bekerja untuk mengusut kasus ini. "Biar anggota bekerja dulu untuk mencari titik terang peristiwa ini," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom