Spanduk yang berisi tuntutan suporter dipasang di bus ofisial Persis Solo di halaman Stadion Wilis, Kota Madiun, Minggu (14/7/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN - Ratusan suporter Persis Solo memblokade akses pintu keluar pemain di Stadion Wilis, Madiun, Minggu (14/7/2019) petang. Aksi blokade ini membuat pemain tidak bisa langsung keluar dari stadion seusai pertandingan antara Persis Solo melawan Martapura FC.

Aksi ratusan suporter ini sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub kebanggaan warga Solo tersebut. Para suporter juga meneriakkan supaya manajemen Persis Solo segera dirombak total.

Bahkan di bus pemain Persis Solo dipasangi spanduk yang bertuliskan "Rombak Total Manajemen #DedyOut". Saat melakukan aksi protes itu, para suporter berkali-kali meneriakkan untuk perubahan manajemen. Lebih dari 15 menit, para suporter ini melakukan aksi blokade itu.

Aksi protes suporter tersebut pun mendapatkan pengamanan ketat dari petugas keamanan. Setelah selesai berorasi, petugas kemudian meminta para suporter yang sebagian besar datang dari Solo itu untuk meninggalkan kawasan stadion.

Setelah para suporter ini pergi meninggalkan kawasan stadion, baru para pemain baik dari Martapura FC maupun Persis Solo bisa keluar dari gedung stadion dan menuju bus official. Sebelum aksi blokade pintu kelur stadion dilakukan, para suporter saat pertandingan antara Persis Solo melawan Martapura FC berlangsung melakukan aksi lempar botol minuman ke lapangan.

Aksi tersebut timbul setelah wasit pertandingan itu menganulir gol yang telah diciptakan pemain Persis Solo pada menit awal babak kedua berlangsung. Aksi itu membuat pertandingan terpaksa dihentikan terlebih dahulu. Sekitar lima menit pertandingan tersebut dihentikan sebelum akhirnya dimulai lagi.

Dari pantauan Solopos.com, satu orang suporter yang duduk di tribun utara mengalami luka di bagian kepala. Kucuran darah pun terlihat menetes hingga akhirnya seorang suporter itu harus dirawat terlebih dahulu.

"Tadi ada satu orang suporter yang mengalami luka. Itu mungkin karena terkena lemparan temannya. Dari petugas ga ada yang melakukan pemukulan kepada suporter," kata seorang petugas yang berjaga di tribune utara.

Kabag Ops Polres Madiun Kota, Kompol Gatot Sudiyoto, mengatakan jumlah personel yang diturunkan untuk mengawal pertandingan antara Persis Solo melawan Martapura FC ini sebanyak 350 orang. Personel tersebut dari Brimob, Kodim Madiun, PM, petugas keamanan internal, dan Polres Madiun Kota.

"Kami sudah bersiaga di Stadion Wilis mulai pukul 14.00 WIB," kata dia.

Gatot menyampaikan dalam pertandingan tersebut, para suporter merusak pagar pembatas di tribune utara Stadion Wilis. "Tadi yang rusak bagian pagar di tribune," ujarnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten