Tutup Iklan
Superkilat, Warga Desa Pengkok Sragen Bisa Sembelih 151 Sapi dan 111 Kambing dalam 3,5 Jam
Ilustrasi sapi untuk kurban Iduladha. (istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Datangnya pandemi ternyata tidak memengaruhi minat warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen, untuk berkurban. Terdapat 151 ekor sapi dan 111 ekor kambing yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha, Jumat (31/7/2020). Proses sembelih sapi dan kambing kurban di Sragen ini sangat cepat karena hanya 3,5 jam.

Jumlah sapi kurban pada tahun ini mengalami peningkatan mengingat pada tahun lalu terdapat 135 sapi yang disembelih di desa ini. Pada tahun lalu, terdapat 124 ekor kambing yang disembelih.

Sebanyak 151 ekor sapi dan 111 ekor kambing itu mulai disembelih pada pukul 07.30 WIB. Hanya dalam waktu kurang dari 3,5 jam, semua sapi dan kambing itu selesai disembelih dan dibagikan kepada warga Sragen dan luar Sragen.

Jelang Disidang, Penista Agama Ditembak Mati di Pengadilan

“Sebelum pukul 11.00 WIB, semua daging kurban sudah dibagikan. Ada banyak jagal di desa ini. Hampir tiap RT ada jagalnya. Semua warga dari anak kecil, remaja hingga dewasa kompak bahu membahu sehingga pekerjaan cepat selesai,” papar Kepala Desa Pengkok, Sugimin, kepada Solopos.com.

Dibagi ke Luar Desa

Setelah proses sembelih sapi dan kambing di Sragen itu selesai, dagung langsung dibagikan. Tidak hanya dibagikan kepada warga sekitar, melimpahnya daging kurban membuat Pemdes Pengkok turut membagikan daging itu kepada warga di luar desa.

Bahkan, sejumlah desa di luar Sragen seperti di Karanganyar, Wonogiri, Solo dan sekitarnya juga mendapat bantuan daging kurban dari Desa Pengkok. “Untuk daging kurban kambing, hampir 75% disalurkan ke luar Desa Pengkok,” terang Sugimin.

2 Warga Sragen Positif Covid-19 Sepulang Dari Karanganyar dan Surabaya

Tingginya semangat berkurban warga Pengkok menunjukkan sudah meningkatnya taraf hidup warga sekitar.

“Di desa kami ada 45 RT. Satu RT terdapat 2-5 ekor sapi yang disembelih. Jumlahnya selalu meningkat dari tahun ke tahun,” papar Sekretaris Desa Pengkok, Sigit Pambudi.

”Misal di RT 012 Desa Pengkok, Kedawung, Sragen, dulu hanya bisa sembelih empat ekor kambing dan dua ekor sapi, sekarang ada dua ekor kambing dan lima ekor sapi. Jadi, jika tahun lalu warga berkurban kambing, tahun ini harus lebih baik yakni sapi. Mereka iuran untuk membeli sapi. Satu ekor sapi dibeli hasil iuran tujuh warga”.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho