Sungai Sempor Gelap, Pencarian Siswa SMPN 1 Turi Dilanjutkan Minggu Pagi
Warga berdatangan ke Sungai Sempor. di Turi, Sleman, lokasi tenggelamnya siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020). (Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo)

Solopos.com, SLEMAN -- Pencarian dua orang korban insiden susur Sungai Sempor, Yasinta Bunga dan Zahra Imelda, keduanya siswi SMPN 1 Turi, dilanjutkan Minggu (23/2/2020) pagi. Pencarian dengan penyelaman dan penyisiran dihentikan karena kondisi sungai yang gelap dan jarak pandang terbatas.

Kepala Basarnas DIY Lalu Wahyu Effendy mengatakan meskipun tidak dilakukan ada penyelaman Sabtu (22/2/2020) malam, relawan tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik. Jarak pemantauan pada malam hari hanya dilakukan sejauh 3 km dari titik awal.

"Untuk hari ini dan besok kami tetap akan melakukan pencarian sejauh 26 km dari titik awal dan dibagi dalam empat sesi," katanya kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020).

Basarnas masih akan melihat situasi dan kondisi untuk mengerahkan para penyelam ke Sungai Sempor. Saat ini para penyelam masih diminta standby sehingga jika dibutuhkan bisa dikerahkan sewaktu-waktu.

"Ada delapan tim penyelam yang disiapkan. Kami sudah lakukan koordinasi dengan para penyelam dari berbagai instansi. Baik Basarnas, Pol Air dan lainnya," katanya.

Sejak hari pertama, tim juga telah memasang jaring di sejumlah titik meski belum membuahkan hasil. Padahal karakter sungai tersebut tidak terlalu dalam dengan kedalaman antara 50 cm hingga 1 meter. Meski dasar sungai dangkal tanpa lumpur, ada banyak bebatuan di sepanjang Sungai Sempor.

Selain itu, lebar sungai juga bervariasi terkadang melebar dan menyempit sehingga tidak menyulitkan relawan untuk melakukan penyisiran. Bahkan ketinggalan air juga tidak sedalam saat para siswa SMPN 1 Turi masuk sungai pada Jumat (21/2/2020) lalu.

Hanya sampai saat ini kedua korban belum ditemukan. "Padahal jarak penemuan antar jenazah sekitar 1 km dan tidak lebih dari itu. Yang tadi siang ditemukan jaraknya 3 km dari titik awal," katanya.

Meskipun pencarian hari kedua nihil, Basarnas masih mencurigai tempat-tempat yang berpalung. Selama proses pencarian, Basarnas setidaknya menemukan lima titik berpalung di sepanjang sungai. "Lima titik berpalung itu sudah kami tandai. Seperti di section satu dan dua," katanya.

Basarnas akan melanjutkan proses pencarian kedua korban selama tujuh hari sejak pencarian pertama dilaksanakan pada Jumat. "Kami masih akan melakukan pencarian hingga tujuh hari ke depan. Besok (hari ini) kami lanjutkan pencarian mulai pukul 06.00 WIB," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho