Tutup Iklan -->
Sungai Moneng Meluap, Lima Desa Di Madiun Kebanjiran
Sejumlah anak sekolah melewati jalan yang banjir di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Selasa (11/2/2020). (Istimewa-BPBD Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Lima desa di dua kecamatan yakni Balerejo dan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, terendam banjir hingga 70 cm, Selasa (11/2/2020) pagi. Sekitar 50 rumah dan sejumlah jalan di desa tersebut terendam air.

Lima desa yang terdampak banjir itu antara lain Desa Sogo, Desa Pacinan, Desa Simo, dan Desa Banaran di Kecamatan Balerejo. Sedangkan di Kecamatan Pilangkenceng, banjir menerjang Desa Kenongorejo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, mengatakan hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Madiun sejak Senin (10/2/2020) sore hingga malam.

Kasus Suami Jual Istri di Pasuruan Berawal Dari Guyonan

Hujan deras itu menyebabkan air Sungai Moneng meluap dan menyebabkan Bendungan Kedungbrubus di Kecamatan Pilangkenceng tidak mampu menampung air yang akhirnya meluber ke permukiman warga Desa Kenongorejo.

"Air di Bendungan Kedungbrubus ini juga berasal dari debit air pegunungan Pandan. Karena debitnya cukup tinggi membuat volume air meluap," jelas dia, Selasa.

Rowi menuturkan melubernya air di bendungan ini berakibat sekitar 34 rumah di Desa Kenongorejo terendam hingga ketinggian air sampai 70 cm.

Luapan air dari Kecamatan Pilangkenceng itu juga meluber ke empat desa di Kecamatan Balerejo yaitu Desa Simo, Desa Banara, Desa Pacinan, dan Desa Sogo. Ada sekitar 14 RT di empat desa tersebut yang terdampak banjir. Selain itu, banjir juga mengakibatkan sejumlah jalan desa yang tergenang air.

Diguyur Hujan 7 Jam, Dua Dusun di Madiun Kebanjiran

"Selasa pagi air sudah mulai surut. Kamu juga melakukan kerja bakti bersama para warga untuk membersihkan sisa genangan air," jelas Rowi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho