Kelompok Sunda Empire (Instagram/@makassar_iinfo)

Solopos.com, BANDUNG -- Munculnya kelompok Sunda Empire dinilai bukan hal yang baru. Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Bandung, Sony, mengatakan, kabar keberadaan Sunda Empire di Bandung yang mirip dengan Keraton Agung Sejagat telah mencuat sejak 2018.

"Jadi Sunda Empire itu kejadiannya 2018. Sudah di tangani dari Kodam. Jadi ini latah aja karena kejadian yang di Purworejo itu. Ini kejadian 2018, itu diramaikan lagi," kata Sony di Bandung, Jumat (17/1/2020).

Menurut Sony, Sunda Empire tidak terdaftar sebagai organisasi masyarakat oleh Kesbangpol. Karena itu dia menyimpulkan Sunda Empire adalah perkumpulan yang ilegal.

Namun sebelumnya, kata Sony, keberadaan Sunda Empire telah ditangani dan dibubarkan oleh pihak Kodam III/Siliwangi pada 2018 lalu. Saat itu pihaknya memang ikut menelusuri keberadaan Sunda Empire.

Dia menegaskan pemerintah daerah bersama polisi dan TNI akan selalu mengawasi organisasi ilegal semacam Sunda Empire. "Pasti [diawasi], itu kan aparat Kepolisian dan TNI yang pasti akan memantau terus pergerakan-pergerakan seperti itu," kata dia.

Sementara itu, Polda Jawa Barat menyatakan akan menyelidiki keberadaan perkumpulan Sunda Empire di Bandung yang dinilai menyerupai Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan pihak kepolisian sudah menerima informasi tentang adanya Sunda Empire sejak Kamis (16/1/2020). "Kita kan belum tahu apakah itu ormas, atau apa, makanya kita masih pelajari, masih pendalaman dengan melakukan penyelidikan," kata Saptono di Bandung, Jumat.

Saptono menyebut Polda Jawa Barat akan melakukan penyelidikan melalui jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Menurutnya, Ditreskrimum akan bekerja diawali berdasarkan adanya konten dan video yang beredar di media sosial.

"Itu kita pelajari dari dokumentasi video, kalau gak salah di Youtube itu Oktober sama Juli 2019 ya kegiatannya," tutur Saptono.

Menurutnya, Ditreskrimum Polda Bandung belum bisa menerapkan pasal kepada jajaran Sunda Empire. Setelah proses penyelidikan rampung, kata dia, polisi akan melakukan pemeriksaan kepada orang-orang yang tergabung dalam perkumpulan ilegal tersebut.

"Tentu masih kita dalami, kita lidik, kalaupun sudah ada kerangkanya sudah dapat, tentu akan kita sampaikan," ujarnya.

Sebelumnya, unggahan video tentang Sunda Empire sempat beredar pada Kamis (16/1/2020) malam. Selain itu, sejumlah konten mengenai Sunda Empire itu menyebar ke masyarakat melalui media sosial.

Salah satu video yang tersebar, berisi tentang sejumlah orang yang mengenakan atribut seperti seragam dan atribut militer lengkap dengan baret dan "tanda pangkat". Salah satu dari mereka melakukan berorasi tentang masa pemerintahan negara-negara yang akan berakhir pada 2020.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten