Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), Bambang Dwiyono, di halaman Gedung C Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kendal, Jumat (28/10/2016). (Kendalkab.go.id)

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Setda Kendal, Sekda yang membacakan sambutan tertulis Menpora, menyebut kualitas pemuda lebih penting daripada kuantitas.

Solopos.com, KENDAL – Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 di Kabupaten Kendal, Jumat (28/10/2016), dilaksanakan di setiap sekolah dan kantor pemerintah, termasuk di halaman Gedung C Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Kendal. Upacara peringatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Bambang Dwiyono yang menyebut kualitas pemuda lebih penting daripada kuantitas.

Dalam amanatnya, Bambang membacakan naskah sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi. Ia membuka amanat dengan sedikit mengutip perkataan Presiden pertama Indonesia, Bung Karno. “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” tirunya seperti dikutip dari Kendalkab.go.id.

Imam Nahrowi sebagaimana dikutip Bambang Dwiyono sempat pula menyinggung data demografi Indonesia yang menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang. “Secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Di mana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa”, katanya.

Kendati demikian, Menpora dalam naskah sambutan yang dibacakan di halaman Setda Pemkab Kendal itu, juga mengingatkan bahwa yang terpenting adalah kualitas dari pemuda, bukan jumlah atau kuantitasnya. “Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia. Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia”, ungkap Imam Nahrowi yang dibacakan Sekda Kendal.

Dalam naskah pidatonya itu, Menpora juga mengungkapkan jika pemuda mempunyai potensi di bidang bisnis start-up. Ia juga mencontohkan bisnis-bisnis start-up yang sukses dipimpin CEO muda di Indonesia. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten