Sultan Brunei jadi korban

JAKARTA: Dengan mengatasnamakan tim sukses Parpol tertentu, sindikat penipu meminta bantuan Pemilu kepada pejabat di 32 negara. Kepala Negara Brunei ikut menjadi korban.

“Iya, dia yang ditipu,” Ujar Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, kemarin. Sebelumnya jajaran Kepolisian telah menangkap 13 tersangka kasus penipuan. Para tersangka menghubungi pejabat di luar negeri itu untuk meminta bantuan berupa uang.

“Mereka sangat ahli, bahkan berhasil menghubungi pejabat 32 negara,” kata Wakabareskrim, Irjen Pol Hadiatmoko, awal pekan lalu.
Hadiatmoko menerangkan, para pelaku mengatasnamakan tim sukses parpol tertentu. Mereka berhasil meyakinkan pejabat dari Brunei
untuk mengirimkan bantuan hingga Rp20 miliar.

“Dalam rangka pemilu, kami minta dikirim Rp20 mi liar,” kata Hadiatmoko, menirukan pelaku.

Sementara itu, menurut catatan polisi, banyak juga pejabat di Indonesia yang kena tipu. Sayangnya mereka enggan melapor. “Semuanya malu melapor,” kata Wakabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol Hadiatmoko, seperti dikutip dari detikcom, kemarin.

Pejabat yang tertipu mulai dari pejabat di daerah hingga tingkat pusat, termasuk di lingkungan BUMN dan perbankan. Para pelaku memang lihai dalam mencari alamat dan nomor telepon orang yang mereka incar. “Mereka mengaku orang penting dan akan memenangkan
caleg tertentu dalam Pemilu. Dan mereka menjanjikan kepada pejabat di dalam negeri akan lulus tes atau mendapat proyek,” jelas Hadiatmoko lagi.

Untungnya pihak Brunei yang merasa kena tipu tanggap dan segera melaporkan kejadian ini. “Kasus ini terkuak juga berkat laporan pejabat dari Brunei,” terang Hadiatmoko. Saat ini baru 13 tersangka yang ditahan. Mereka dijerat dengan pasal 378 jo 264 KUHP dan pasal 3 dan 6 UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Barang bukti yang diamankan antara lain 135 lembar KTP, 15 handphone, dan 30 kartu ATM dari berbagai bank.

Sayangnya bos sindikat penipu ini meloloskan diri. Polisi sendiri mengaku tengah melakukan pengejaran. Pejabat istana Lalu, bagaimana Sultan Brunei Hasanal Bolkiah bisa kena tipu Rp20 miliar dari penjahat yang mengatasnamakan Pemilu Indonesia? Rupanya,
sindikat penipu itu mencatut nama pejabat istana.

Sayangnya Kabareskrim Sus no Duaji enggan merinci na ma pejabat yang dicatut itu. “Pejabat istana itu Andi Mallarangeng atau SBY?” desak wartawan. “Ya begitulah,” jawab Susno tidak jelas. Dije laskan pula, Mabes Polri akan mengembalikan uang Rp20 miliar milik Sultan Brunei. “Sudah kami bekukan dananya, dan akan kami kembalikan,” tambah Susno Duaji. (Harian Jogja Cetak)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom