Sulitnya Dapatkan Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar

Ibu-ibu di Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14.000 liter selalu kehabisan stok.

 Seorang pedagang di Pasar Jungke, Karanganyar menakar minyak goreng curah untuk pembelinya, Jumat (21/1/2022). Hingga saat ini pedagang pasar tradisional masih menjual goreng dengan harga lama, yakni Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

SOLOPOS.COM - Seorang pedagang di Pasar Jungke, Karanganyar menakar minyak goreng curah untuk pembelinya, Jumat (21/1/2022). Hingga saat ini pedagang pasar tradisional masih menjual goreng dengan harga lama, yakni Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, KARANGANYAR — Para ibu rumah tangga di Kabupaten Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng bersubsidi seharga Rp14.000/liter. Minimarket dan toko rite modern yang menjual minyak goreng bersubsidi selalu didapati stoknya habis. Sementara harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi.

Seorang perempuan asal Jaten, Natalia, 39, mengaku sudah mencari minyak goreng bersubsidi di empat toko modern, namun kosong. “Muter-muter ke Alfamart dan Indomaret cari minyak goreng murah tapi kosong semua,” keluhnya ketika dijumpai Solopos.com di salah satu ritel modern di Jl. Lawu, Karanganyar pada Rabu (26/1/2022).

PromosiIndonesia Punya 75 Jenis Soto, Lima di antaranya Khas Solo

Dia tidak tahu kenapa stok minyak goreng itu kosong. Ia mengaku hanya mencari minyak goreng di toko modern karena harganya yang jauh lebih murah ketimbang di toko kelontong maupun di pasar tradisional.

Baca Juga: Begini Antrean Warga Membeli Minyak Goreng Subsidi di Pasar Legi Solo

“Di Alfamart minyak goreng Rp14.000 per liter. Kalau beli di toko rumahan (kelontong) atau pasar masih Rp20.000 per liter. Tapi kok yang murah malah kosong,” katanya.

Kekosongan minyak goreng bersubsidi di ritel modern juga dikeluhkan seorang ibu rumah tangga asal Tasikmadu, Retno Ari, 47. “Kacek [selisih] Rp6.000 per liter kalau beli di Alfamart atau Indomaret ketimbang di pasar. Tapi sayang stoknya kosong,” keluhnya.

Pegawai Indomaret di Jl. Lawu, Supri M, mengatakan minyak goreng bersubsidi kosong sejak Selasa (25/1/2022).  “Setiap datang [minyak goreng bersubdi] langsung ludes dibeli konsumen,” katanya.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Perajin Karak Di Karanganyar Sambat

Merujuk aturan pemerintah, ritel modern sebenarnya telah membatasi pembelian minyak goreng bersubsidi maksimal 2 liter. Namun stok minyak goreng cepat ludes karena pembeli mengakali dengan membawa anggota keluarganya ke minimarket.

“Tiap orang datang bawa keluarga, jadi habis,” katanya.

Sebagaimana diketahui sejak Pemerintah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 mulai 19 Januari lalu, warga berbondong-bondong memburu minyak goreng di toko modern.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.