Sukses Berbisnis Ikan Guppy, Pemuda Ponorogo Raup Omzet Hingga Rp15 Juta Sebulan
Adewidya Buchanani Fadil, 28, pengusaha ikan guppy di Ponorogo. (Istimewa)

Solopos.com, PONOROGO -- Seorang pemuda dari Desa Beton, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, bernama Adewidya Buchanani Fadil sukses membudidaya ikan guppy. Dia menangkap peluang berbisnis ikan guppy pada awal masa pandemi Covid-19.

Pemuda bernama Fadil tersebut menceritakan awal mula usahanya menjual ikan hias itu. Pada awal tahun 2020, sebenarnya ia hanya iseng-iseng mengunggah video dan foto ikan guppy koleksinya di sosial media.

Tak dinyana, ternyata banyak orang yang kepo tentang ikan kecil-kecil itu. Bahkan, ada juga yang berniat untuk membeli ikan koleksinya itu. Pada awal Maret 2020 atau di awal-awal masa pandemi Covid-19, Fadil membulatkan niat untuk mengembangkan bisnis budidaya sekaligus berjualan ikan guppy.

Muncul Lagi Klaster Perkantoran Di Karanganyar, 11 Orang Positif Covid-19

Ia lantas langsung pergi ke Tulungagung untuk membeli ikan guppy. Dengan uang Rp125.000, ia mendapatkan ikan guppy sebanyak 100 ekor. Itu menjadi modal awalnya untuk menggeluti usaha barunya itu.

“Saya memang suka memelihara ikan guppy. Sebelumnya saya sudah punya 50 ekor ikan guppy. Saya memang sengaja mengunggah foto dan video ikan guppy ke sosmed. Ternyata mengejutkan. Banyak orang yang bertanya ikan jenis ini,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat (30/10/2020).

Fadil kemudian memberanikan diri membuka toko secara online di media sosial maupun aplikasi WhatsApp. Saban hari, ia rutin mengunggah kelucuan ikan-ikan guppy di akuarium. Setelah mendapatkan respon positif dari pasar, Fadil memberanikan diri untuk membeli indukan guppy dengan tujuan membudidayakannya. Selain itu, dia juga membeli guppy yang memiliki grade A dan B.

Karena memulai bisnis budidaya ikan guppy ini dari nol, Fadil pun tak henti-hentinya belajar untuk melihat proses perkembangannya. Selain itu, ia juga belajar tentang karakter ikan ini dari breeder yang sudah mapan. Hasil usahanya itu membuahkan hasil. Lambat laun, usahanya itu semakin berkembang. Pesanan dari berbagai daerah pun melonjak.

Dia pun mengajak para tetangganya untuk menjadi petani plasma ikan guppy. Mereka yang tertarik untuk mengikuti jejaknya akan diberikan pelatihan untuk merawat ikan guppy. Tidak hanya itu, mereka juga diberi sepasang ikan guppy untuk dikembangbiakkan.

“Saat ini sudah ada sekitar 20 orang yang menjadi petani plasma di tempat saya. Itu yang menjadi bredder di plasma ya pemuda-pemuda dekat rumah,” ujar pemuda yang berusia 28 tahun itu.

Bibit

Setiap pekan, rata-rata sepasang ikan guppy ini bisa menghadilkan puluhan hingga ratusan bibit guppy. Tetapi, bayi guppy itu memang harus disortir dan perlu diklasifikasikan. Karena tidak semuanya memiliki kualitas yang bagus.

Fadil mengakui di masa pandemi seperti sekarang minat masyarakat mencari ikan memang tinggi. Hal itu terlihat dari omzet penjualan yang setiap hari semakin meningkat di tengah pandemi. Omzet penjualan ikan guppy di tokonya sempat mencapai Rp15 juta pada bulan April lalu.

Namun, untuk rata-rata omzet bulanan bisa mencapai Rp7 juta per bulan. “April itu kan sudah ada kebijakan work from home kan. Jadi banyak orang yang ingin mencari kesibukan lain di rumah. Salah satunya ya dengan memelihara ikan,” ujarnya.

Rumah Lebih Sehat dengan Cross Ventilation, Seperti Apa?

Harga ikan guppy sangat bervariasi mulai dari harga Rp2.500 per ekor hingga Rp300.000 per ekor. Bahkan ada guppy untuk kontes yang harganya mencapai Rp1 juta per ekor. Harga guppy ini tergantung jenis, ekor, sirip, hingga postur tubuhnya. Saat ini ikan guppy yang paling banyak diburu yaitu takseko blue, afr, dan blue grass.

“Saya juga melakukan pengamatan pasar. Ikan guppy jenis apa saja ni yang lagi diminati pasar. Setelah ada daftarnya, saya kulakan dan juga beli indukan untuk dikembangkan di sini,” ujarnya.

Fadil menuturkan pasar penjualan ikan guppy miliknya memang lebih banyak di luar Ponorogo, bahkan ke luar Jawa. Beberapa hari lalu ia baru mengirim pesanan ikan guppy ke Ambon.

“Saya kemarin sempat menolak pesanan dari Kalimantan. Permintaannya cukup banyak yaitu 200 pasang ikan guppy. Padahal saat itu, saya hanya punya puluhan pasang saja. Akhirnya ya saya lepas orderan itu,” kata bapak satu anak ini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom