Ilustrasi Uang (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menyiapkan dana tanggap darurat bencana dialokasikan melalui pos tak terduga senilai Rp8,8 miliar pada APBD 2020.

"Dana tak terduga disiapkan untuk penanganan kebencanaan atau bersifat insidental," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa saat berbincang dengan solopos.com, Kamis (23/1/2020).

Mekanisme pencairan dana tak terduga akan dilakukan jika pemerintah menetapkan status darurat kebencanaan. Dana ini bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan bagi korban banjir atau terdampak bencana alam.

Selain pos anggaran tak terduga, dana penanggulangan bencana juga tersebar di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Saat ini, Pemkab Sukoharjo mulai siaga dalam menghadapi berbagai bencana alam. Kesiapansiagaan bencana ditunjukan dengan apel siaga bencana yang digelar Pemkab Sukoharjo di halaman kantor Setda setempat pada Kamis pagi. Apel bersama diikuti ratusan petugas gabungan dari berbagai instansi dipimpin Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.

Bupati Wardoyo Wijaya mengatakan mulai waspada bencana alam mengingat banyak terjadi peristiwa bencana alam yang melanda di berbagai daerah di wilayah Indonesia. Hal ini bahkan berdampak adanya korban jiwa, harta benda dan kerusakan prasarana dan sarana atau infrastruktur.

"Diperlukan langkah antisipasi menghadapi bencana alam. Antisipasi dilakukan mengingat sebagian wilayah di Sukoharjo merupakan rawan bencana alam," kata Bupati.

Ancaman bencana alam mengintai Kabupaten Sukoharjo di antaranya banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Atas kondisi ini, Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat Sukoharjo untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bencana.

"Menggiatkan kembali siskamling untuk antisipasi terjadinya bencana serta untuk menjaga keamanan dan ketentraman," katanya.

Selebaran Gelap Bertebaran di Sukoharjo

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Sri Maryanto menambahkan Pemkab Sukoharjo bersiaga menghadapi puncak musim penghujan. Daerah masuk peta rawan banjir mendapat perhatian khusus dalam penanggulangan bencana sepanjang Januari ini.

"Peringatan kewaspadaan telah disebar keseluruh pemangku wilayah hingga ke tingkat desa. Koordinasi dengan relawan tanggap bencana diintensifkan dan pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo ditingkatkan," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten