Sukoharjo Gudangnya Tanaman Obat dan Kosmetik, Ini Daftar Lokasinya

Penanaman biofarmaka di Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan. Daerah Sukoharjo Selatan  seperti Nguter, Tawangsari, Bulu dan Bendosari menjadi lokasi persebaran terbanyak tanaman biofarmaka.

 Ilustrasi tanaman herbal. (Istimewa/Antara).

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tanaman herbal. (Istimewa/Antara).

Solopos.com, SUKOHARJO — Penanaman biofarmaka di Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan. Daerah Sukoharjo Selatan  seperti Nguter, Tawangsari, Bulu dan Bendosari menjadi lokasi persebaran terbanyak tanaman biofarmaka.

Sebagai tambahan informasi, tanaman biofarmaka adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan. Tanaman ini biasanya dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, buah, umbi (rimpang) atau pun akar.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Hadi Pramono, memberikan sejumlah data terkait persebaran biofarmaka di Kabupaten Jamu.

Hal itu menyusul ketersediaan bahan baku jamu yang ada di Sukoharjo. “Ada 14 tanaman biofarmaka yang di tanam di Kabupaten Sukoharjo berdasarkan data rekap luas tanaman akhir, tanaman biofarma 2022,” jelasnya.

“Ada jahe, jeruk nipis, kencur, kunyit, laos/lengkuas, lempuyang, lidah buaya, mahkota dewa, mengkudu/pace, sambiloto, serai, temuireng, temukunci, temulawak,” tambah Hadi kepada Solopos.com, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Sosialisasikan Toga ke PMR, Mahasiswa UNS Solo Menangkan Hibah PKM Tingkat Nasional

Bahan baku berupa tanaman biofarmaka tersebut tersebar di 12 Kecamatan di Sukoharjo yaitu Weru, Bulu, Tawangsari, Sukoharjo, Nguter, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, Baki, Gatak dan Kartasura.

Kecamatan Nguter menjadi lokasi penanaman biofarmaka terbanyak, yaitu delapan dari 14 tanaman biofarmaka tersebut. Enam tanaman biofarmaka lain yang tidak banyak di tanam di Nguter tersebar di kecamatan lain.

Sementara temukunci, menjadi satu-satunya tanaman biofarmaka yang tidak ditanam di Nguter.

“Enam tanaman biofarmaka lainnya yang terbanyak ditanam itu ada jeruk nipis dan lengkuas paling banyak di Bendosari, Sukoharjo. Di Bulu terbanyak di tanam lempuyang, temuireng, temulawak. Temukunci paling banyak di Tawangsari,” kata dia.

Sementara itu, Kepala DPP Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan ketersediaan bahan baku jamu di Sukoharjo cukup terjamin.

Baca juga: Berdaya dari Pekarangan

“Kalau bahan baku jamu tidak ada kesulitan, karena untuk tanaman empon-empon banyak tersedia dan ditanam oleh petani. Baik itu kunir, lengkuas, bahan baku banyak tersedia terutama di Kecamatan Nguter, Bulu, Tawangsari,” jelasnya.

Dia mengatakan saat ini di Sukoharjo belum merambah pasar ekspor maupun impor. Sementara ini, produksi bahan baku jamu masih memenuhi kebutuhan pasar lokal. Beberapa bahan baku tersebut dikirim ke luar daerah seperti ke Sulawesi, Papua  dan Kalimantan.

Lebih lanjut, dia menyampaikan pihaknya memberikan support, pendampingan, dan penyuluhan untuk memanfaatkan lahan kering  dengan menanam tanaman biofarmaka untuk bahan baku jamu di Sukoharjo.

“Jadi kami ada kegiatan program untuk sosialisasi dan pembinaan untuk tanaman empon-empon,” ujarnya.

“Harapan ke depan jamu tetap menjadi satu alternatif untuk perawatan kesehatan. Kami dari pertanian tentunya siap untuk mengembangkan potensi dari produksi tanaman empon-empon sebagai bahan baku jamu,” imbuhnya.

Baca juga: KESEHATAN MASYARAKAT SLEMAN : Pengembangan TOGA Perlu Dilakukan

Sementara itu, diberitakan sebelumnya pada Peringatan Hari Jamu Nasional ke-14 pada 27 Mei 2022 menjadi momentum untuk mengangkat eksistensi jamu sebagai warisan asli budaya Indonesia.

Inovasi dan pengembangan produk serta memacu transformasi digital dengan memanfaatkan kemajuan teknologi menjadi cara memperkuat industri jamu. Di Sukoharjo, terdapat industri jamu mulai dari skala kecil, menengah hingga perusahaan besar di wilayah Kecamatan Nguter.

Tak sedikit pula perajin jamu yang merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Bandung, hingga Makassar. Mereka menjajakan racikan jamu dengan cara berkeliling.

Guna memfasilitasi transaksi jual-beli jamu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo membangun Pasar Jamu Nguter yang selesai pada 2014.  Pasar Jamu Nguter merupakan pasar jamu satu-satunya di Tanah Air.

Di pasar itu terdapat beragam jenis jamu baik bahan baku maupun kemasan. Pasar Jamu di Nguter merupakan fasilitas yang disiapkan Pemkab Sukoharjo selain mengembangkan tanaman biofarmaka di sejumlah kecamatan.

Baca juga: TANAMAN OBAT KELUARGA : PKK Pusat Tinjau Pemanfaatan TOGA di Sleman

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Jenazah KH Dian Nafi' akan Dimakamkan di Kompleks Ponpes Al-Muayyad Windan

      Tokoh perdamaian dan keberagaman Kota Solo yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan, Sukoharjo, KH Muhammad Dian Nafi' meninggal dunia, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Tepat saat Hari Batik Nasional, Westlife Gelar Konser di Candi Prambanan Klaten

      Westlife gelar konser di Candi Prambanan tepat saat Hari Batik Nasional, Minggu (2/10/2022) malam.

      Desa Berjo Karanganyar Punya Camping Ground Anyar, Pemandangannya Aduhai

      Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar memiliki destinasi wisata anyar, yakni camping ground yang berada di ketinggian 1.180 mdpl.

      Warga Nahdliyin Solo Berduka, KH Dian Nafi' Meninggal Dunia

      PC NU Solo derduka atas meninggalnya KH Muhammad Dian Nafi' di RSPAD Gatot Suroto Jakarta.

      Pameran Keris Perdana di Candi Sukuh, Pusat Peradaban Nusantara

      Sebanyak 20 keris primitif dan puluhan keris yang usianya lebih muda dipamerkan dalam Pameran Keris Peradaban Nusantara di Candi Sukuh, Ngargoyoso, Karanganyar.

      Kabar Duka: Tokoh Perdamaian Solo, KH Muhammad Dian Nafi' Meninggal Dunia

      Tokoh perdamaian dan keberagaman Kota Solo yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan, Sukoharjo, KH Muhammad Dian Nafi' meninggal dunia, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Sepeda Onthel Peninggalan Brigjen Katamso Kini Dimiliki Seorang Dokter Sragen

      Salah satu Pahlawan Revolusi berasal dari Kabupaten Sragen, yakni Brigjen Katamso. Salah satu peninggalannya yang masih terawat hingga kini adalah sepeda onthel yang sekarang dimiliki seorang dokter.

      Pembangunan Jembatan Sasak Ketiga di Plumbon Sukoharjo Berlanjut

      Sempat dipermasalahkan soal perizinan, pembangunan jembatan sasak ketiga di Desa Plumbon, Mojolaban Sukoharjo, menghubungkan dengan wilayah Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, masih berlanjut, Sabtu (1/10/2022).

      Pulang ke Solo, Iriana Jokowi akan Hadiri Acara Berkebaya Bersama Ibu Negara

      Iriana Jokowi akan menghadiri acara Berkebaya Bersama Ibu Negara di Kota Solo, Minggu (2/10/2022). Acara ini untuk mendukung penetapan Hari Kebaya Nasional sekaligus mendorong UNESCO menetapkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda.

      Mencari Jodoh Cara Jawa, Menimbang Bibit Bebet Bobot

      Bibit, bebet, dan bobot masih digunakan sebagian masyarakat Jawa dalam mencari jodoh.

      Guru dan Seniman Sragen bakal Perkenalkan Eksotis Kemukus di Javanologi UNS

      Guru dan seniman Sragen akan membawakan tarian Eksotisme Kemukus di acara Javanologi UNS Solo, Jumat pekan depan. Tarian itu menceritakan perjalanan Pangeran Samudro di Bumi Sukowati.

      Asyik Banget! Sensasi Nongkrong hingga Wedding di Resto Kebon Anggur Boyolali

      Resto kebon anggur Boyolali menjadi restoran agrowisata yang unik dan rekomended untuk dikunjungi.

      Pemkot Solo Siapkan Selter Manahan untuk Pedagang TSTJ

      Pemkot Solo menawarkan selter Manahan untuk menjadi lokasi baru bagi PKL Taman Satwa Taru Juru (TSTJ). Namun mereka akan bergantian dengan pedagang lama

      Mantap! Persentase Perempuan di Lembaga Legislatif Sukoharjo Terus Bertambah

      Persentase keterlibatan perempuan dalam lembaga legislatif di Sukoharjo terus bertambah dari tahun ke tahun.

      Soal Mitos Daging Anjing Bisa Tingkatkan Vitalitas, Ini Kata Ahli Gizi Solo

      Berkembangnya mitos mengonsumsi daging anjing bisa meningkatkan vitalitas menjadi salah satu penyebab kuliner kontroversial ini masih punya peminat.

      Awas, Komplotan Pemeras Beraksi di SPBU Sragen, Petani Ini Jadi Korbannya

      Tiga pria memeras petani di Sragen yang membeli pertalite menggunakan jeriken. Pelaku mengancam akan melaporkan korban ke polisi meski sudah membawa surat rekomendasi.