Sukarelawan Rumah Rakyat Mondokan Dukung Budiono Maju Cabup Sragen

Sukarelawan Rumah Rakyat Mondokan mengancam akan menggeruduk rumah Budiono Rahmadi bila Ketua DPC Partai Demokrat Sragen itu emoh maju jadi cabup.

 Para sukarelawan Mas Bro menggelar halalbihalal di Rumah makan Djos Gandoz Masaran, Sragen, Senin (9/5/2022). (Istimewa/Budiono Rahmadi)

SOLOPOS.COM - Para sukarelawan Mas Bro menggelar halalbihalal di Rumah makan Djos Gandoz Masaran, Sragen, Senin (9/5/2022). (Istimewa/Budiono Rahmadi)

Solopos.com, SRAGEN — Dukungan kepada Ketua DPC Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi, untuk maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Sragen 2024 kembali mengalir. Kali ini dukungan itu datang dari Sukarelawan Rumah Rakyat Mondokan.

Kelompok sukarelawan di Sragen yang diklaim memiliki ribuan anggota itu bahkan menyatakan bakal menggeruduk rumah Budiono di Sepat, Masaran, Sragen, bila yang bersangkutan emoh maju jadi cabup Sragen.

PromosiRaih GPTW, Telkom Jadi Dream Job Bagi Pencari Kerja di Indonesia 

Pernyataan sikap tersebut disampaikan Pembina Sukarelawan Rumah Rakyat Mondokan, Sragen, Tri Nugroho, Selasa (10/5/2022). “Anggota Sukarelawan Mondokan Bersatu di Facebook itu sudah mencapai 17.000 akun. Kami tidak punya induk semang, tidak punya tempat berkeluh kesah dan basecamp. Akhirnya, Rumah Rakyat itu berdiri sebagai tempat basecamp,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Gatri itu kepada Solopos.com.

Sebagai informasi, Rumah Rakyat berdiri di Dukuh Sidorejo RT 020, Desa Jekani, Mondokan, Sragen. Mbah Gatri mengungkapkan Rumah Rakyat itu didirikan dari inisiatif para sukarelawan kegiatan sosial di Mondokan yang tergabung dalam Sukarelawan Mondokan Bersatu.

Dia menerangkan sejak Rumah Rakyat berdiri ternyata ada dukungan luar biasa dari Budiono Rahmadi yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Mas Bro. Mbah Gatri mengenal sosok pemilik Putra Dadi Sejahtera (PDS) Group itu dari aktivitas sosial Dadi Peduli sejak lima tahun lalu.

Baca Juga: Didukung Tukang Becak, Ketua Demokrat Sragen Budiono Siap Maju Cabup

Dia melihat kepedulian Dadi Peduli milik Budiono Rahmadi itu luar biasa, terutama bagi warga Mondokan. “Kami belum pernah bertemu beliau dan pada akhir tahun lalu bisa bertemu beliau. Tanpa kami minta, beliau menjadi donatur tetap Rumah Rakyat. Para ibu-ibu yang pengin banget ketemu beliau karena merasa sudah dibantu lewat program pasar rakyat selama sebulan penuh,” sambung Mbah Gatri.

Dia mengatakan pasar rakyat sebulan penuh itu menjual kebutuhan masyarakat dengan murah, seperti beras 2 kg hanya dijual Rp5.000, minyak 1 liter dijual Rp10.000, pakai baru Rp10.000, mukena Rp10.000, dan selimut Rp10.000.

Budiono juga, kata Mbah Gatri, memberi bantuan mobil ambulans, fasilitas mobil untuk belajar menyetir.  Setiap ada bencana, Budiono juga disebut selalu datang membantu.

Baca Juga: 20 PAC Aklamasi Pilih Budiono Jadi Calon Ketua Partai Demokrat Sragen

“Atas dasar itulah, kami bersepakat untuk mendukung Mas Bro maju dalam Pilkada 2024 karena basis beliau yang ahli di bidang sosial. Suara kami tidak bisa dibeli dengan apa pun. Kami murni loyalis untuk mendukung penuh Mas Bro. Kalau beliau tidak mau maju Pilkada 2024, maka kami akan datangi beliau di rumahnya dan mendesak harus maju. Bagaimana caranya harus mau. Sragen biar ada perubahan dengan sosok yang berjiwa sosial seperti Mas Bro,” harapnya.

Terkait dukungan tersebut, Budiono menyampaikan terima kasih. Semakin banyak dukungan maka Budiono akan berihtiar untuk mewujudkan harapan masyarakat itu. Sebelumnya, dukungan juga datang dari para tukang becak Sragen agar Budiono maju jadi cabup Sragen.

“Kami tahu diri, partai kami perlu berkoalisi. Jadi tidak ujug-ujug. Kami fokus menyukseskan Pemilu Legislatif 2024 dulu. Ini motivasi yang baik dan menggerakan ekonomi bangkit sehingga harus diimplementasikan terus di masyarakat yang membutuhkan. Untuk kerja-kerja politik yang penting sukses di pileg dan nantinya sukses di pilkada,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Serba-Serbi Layanan Damkar Sragen, Buka "Jasa" Lepas Cincin Segala

Damkar Sragen mempunya tugas sampingan yakni menyediakan "jasa" melepas cincin bagi warga yang kesulitan melakukannya. Setidaknya sejak Januari-April 2022, ada 10 orang yang meminta bantuan Damkar untuk melepas cincin.

Wow, 4 Tanaman Hias Ini Dibarter dengan 1 Mobil Jazz di Sukoharjo

Angga mengaku berminat dengan tanaman philodendron domesticum tersebut lantaran warna daun yang keluar dari tanaman tersebut terbilang unik dan jarang ditemukan.

Babak Baru Kasus Penjebolan Tembok Keraton Kartasura, Ada Tersangka?

Kasus penjebolan benteng Baluwarti eks Keraton Kartasura, Sukoharjo memasuki babak baru. Status perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan.

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.