Sukarelawan Karanganyar Nggajul Ban Depan saat Sisir Parit di Matesih Cari Motor Hanyut
Sukarelawan gabungan, petugas Damkar, TNI/Polri menyisir aliran sungai di sekitar Desa Ngadiluwih, Matesih untuk mencari sepeda motor yang jatuh ke sungai saat kecelakaan tunggal pada Selasa (11/8/2020) malam. (Istimewa/Dokumentasi Sukarelawan Sambernyawa)

Solopos.com, KARANGANYAR--Sukarelawan Sambernyawa menceritakan drama pencarian sepeda motor Honda Beat pelat nomor AD 4293 AZF yang hanyut ke parit pada Selasa (11/8/2020) malam.

Motor yang dikendarai warga RT 003/RW 006 Dukuh Bayanan, Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Hotman Sianipar, terlibat kecelakaan tunggal sebelum jatuh dan hanyut ke parit.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Polsek Matesih, kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Karanganyar-Matesih, tepatnya di Dusun Bendorejo, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Hotman diduga terjatuh saat menikung di jalan tersebut.

Hotman Nyemplung Parit di Matesih Karanganyar, Motornya Hanyut ke Sungai

Saat terjatuh itulah, sepeda motor yang dikemudikan Hotman lepas kendali hingga terjatuh ke parit. Kapolsek Matesih, AKP Tri Gusnadi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, menuturkan cuaca saat kejadian hujan deras. Kondisi Hotman mengalami luka-luka akibat kejadian itu.

Sejumlah sukarelawan, seperti Sambernyawa, Mantap, Tim SAR Karanganyar, BPBD Karanganyar, petugas Damkar Karanganyar, TNI/Polri, dan sukarelawan lain datang ke lokasi kejadian. Mereka mulai menyisir lokasi kejadian Selasa pukul 19.00 WIB hingga 00.00 WIB.

"Kami dapat informasi laka tunggal pukul 18.30 WIB. Korban selamat tetapi motor jatuh ke parit. Kami mulai menyisir mencari di parit pukul 19.00 WIB. Aliran air deras karena hujan saat itu. Air setinggi dada orang dewasa. Pencarian dihentikan pukul 00.00 WIB karena kondisi tidak memungkinkan," ujar Koordinator Lapangan Sukarelawan Sambernyawa untuk operasi tersebut, Sugeng Supriyadi, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (12/8/2020).

Mantap! 12 Pendekar Lembah Lawu Deklarasi Jaga Kamtibmas di Karanganyar

 

Insting

Mereka melanjutkan pencarian pada Rabu pukul 08.00 WIB. Dimulai dari lokasi sepeda motor jatuh mengarah ke barat. Mereka menyisir mengikuti aliran air. Rabu pagi, ketinggian air sepinggang orang dewasa. Mereka menyisir aliran parit secara zig-zag. Mereka menyisir sisi kanan ke kiri lalu ke tengah.

"Kami cek ceruk parit, nihil. Kami ke barat sampai ada pohon yang melintang di sungai, nihil. Kami sisir lagi, zig-zag. Ada sampai 200 meter sampai 300 meter dari titik motor jatuh. Di situ, ditemukan di tengah-tengah sungai. Sepeda motor tertutup lumpur dan sampah," cerita dia.

Sugeng menyampaikan sukarelawan yang turun ke parit mengandalkan insting dan indera peraba pada kaki untuk mencari sepeda motor. Kaki salah satu sukarelawan menendang bagian sepeda motor yang diduga ban bagian depan. Kendaraan sudah berhasil diangkat dari parit dan diserahkan kepada pemilik.

Update Covid-19: Lampaui Jatim dan DKI, Jateng Catatkan Jumlah Kematian Tertinggi

"Cara gampangnya, kami cari itu dengan nggajul-nggajul di dalam air. Menyisir dasar parit dengan kaki. Kami angkat menggunakan tali dadung bersama-sama. Bagian depan motor hancur. Ya mungkin terbentur batu saat terseret arus air deras," ungkap dia.

Parit yang diceritakan itu berada di selatan jalan atau kanan jalan kalau dari arah Karanganyar ke Matesih. Sugeng menyampaikan lokasi tepatnya parit itu setelah Balai Desa Ngadiluwih. Dia mengingatkan pengendara jalan agar berhati-hati saat melintas di Jalan Raya Karanganyar-Matesih pada malam hari dan hujan lebat.

Yan Vellia Gelar Lomba Menyanyi 100 Hari Kematian Didi Kempot

"Kontur jalan menikung. Bisa jadi pengendara jatuh karena kondisi jalan saat itu licin. Kan hujan deras. Bisa juga karena minim penerangan dan jalanan menikung," ujar dia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom